Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Juliah Sukamdani, Ibu Bagi Keluarga, Banyak Orang, dan Negara

Juliah Sukamdani dikenal sebagai istri yang taat dan setia. Dia juga tak sungkan memberikan motivasi atau ide–ide yang dapat dilaksanakan dengan baik.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  18:17 WIB
Sukamdani Sahid dan Juliah Sukamdani sedang meniup lilin semasa hidup - Jibiphoto
Sukamdani Sahid dan Juliah Sukamdani sedang meniup lilin semasa hidup - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Di sisi pria yang sukses, terdapat wanita yang hebat. Kalimat itu rasanya tepat ditujukan bagi almarhumah Raden Kanjeng Ayu Hj. Juliah Sukamdani.

Selain sebagai istri yang hebat dan setia, almarhumah juga merupakan ibu bagi banyak orang, tidak hanya bagi anak kandungnya. Dia tidak segan untuk berbagai ilmu dan pengalaman yang dimilikinya terhadap orang – orang di sekitarnya.

Tidak jarang juga dirinya memberikan motivasi atau ide – ide yang dapat dilaksanakan dengan baik atau workable oleh orang – orang.

Bersama dengan mendiang suami Sukamdani Sahid Gitosardjono, almarhumah menjadi teladan dan contoh bagi banyak orang dalam banyak hal, termasuk dalam merintis usaha dari bawah hingga menjadi sukses.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan bersama dengan mendiang sang suami, almarhumah memulai usaha dari bawah hingga akhirnya sukses.

Dalam membangun usaha bersama dengan sang suami, keduanya mengajarkan tentang semangat bekerja meskipun dengan modal yang pas-pasan. Saat mendirikan usaha, almarhumah dan mendiang suaminya membeli membeli mesin cetak manual seharga Rp3.800.

Saat menjalani usaha bersama dengan mendiang suami, wanita yang lahir di Solo pada 8 Juli 1934 tersebut bahkan tidak segan turun tangan untuk menjemput pesanan dan menagih biaya cetak kepada konsumen.

juliah sukamdani sahid meninggal dunia

Tidak hanya itu, berusaha dari rumahnya sendiri di jalan Sudirman yang kini menjadi hotel Grand Sahid Jaya, dia rela naik dan turun angkutan umum dalam memenuhi kebutuhan untuk usahanya pada waktu itu, yakni membeli kertas.

“Dari beliau kita belajar ketelatenan, keuletan, dan pantang menyerah,” katanya.

Almarhumah bersama dengan mendiang suami dengan ketelatenan, keuletan, dan semangat pantang menyerahnya mengumpulkan modal yang sedikit menjadi banyak, dan usaha percetakan tersebut menjadi cikal bakal bagi bisnis Sahid Group yang kini berada di banyak sektor seperti perhotelan, pariwisata, pendidikan, dan sebagainya.

Bagi Abdul Latief, mantan menteri pada pemerintahan Soeharto, almarhumah adalah seorang ibu yang memiliki kehidupan tradisi dan modern secara bersamaan.

Tradisi dalam arti perannya sebagai seorang istri yang mendampingi mendiang Sukamdani, dan mendidik putra – putrinya hingga berhasil. Modern dalam artian almarhumah mendampingi mendiang suami dalam berusaha, mengembangkan Sahid Group.

Tidak hanya itu, Raden Kanjeng Ayu Hj. Juliah juga merupakan sosok yang ikut berperan aktif dalam membangun negara dengan selalu mendukung dan melestarikan pariwisata dan budaya – budaya Indonesia.

Kontribusi almarhumah terhadap negara membuat Abdul Latief menilai almarhumah sebagai pejuang dan pahlawan pariwisata Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal sukamdani juliah sukamdani
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top