Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Sour Sally Group Bertumbuh Lewat Waralaba

Berdasarkan data dari International Franchise Attractiveness dari University of New Hampshire Amerika Serikat yang dikutip Litbang Kompas, dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa, Indonesia mempunyai daya tarik potensi pasar peringkat kelima dunia dari total 131 negara.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  08:00 WIB
Sour Sally
Sour Sally

Bisnis.com, JAKARTA -- Setiap pengusaha pasti ingin bisnis yang dijalankannya dapat berkembag pesat. Banyak cara yang dapat dilakukan agar usaha tersebut terus bertumbuh secara sigifikan, salah satunya dengan menawarkan peluang bisnis melalui sistem waralaba atau kemitraan.

Berdasarkan data dari International Franchise Attractiveness dari University of New Hampshire Amerika Serikat yang dikutip Litbang Kompas, dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa, Indonesia mempunyai daya tarik potensi pasar peringkat kelima dunia dari total 131 negara.

Indonesia juga berada di peringkat sepertiga teratas daya tarik waralaba atau franchise yang menjadikan peluang bisnis ini cukup menjanjikan untuk mendulang keuntungan. Tak heran bila saat ini jumlah waralaba di Indonesia terus berkembang.

Berdasarkan sensus ekonomi BPS (2016) jumlah waralaba dan usaha potesial waralaba di Indonesia tercatat mencapai lebih dari 81ribu usaha dan diperkirakan akan terus bertumbuh. Sebagian besar memang masih terseba di Pulau Jawa yakni sebesar 69,7% dengan tertinggi di Jawa Barat 19.118, Jawa Timur 12.660, dan DKI Jakarta 9.233.

Salah satu pemain yang sudah lebih dari 7 tahun berkecimpung dalam bisnis franchise adalah Donny Pramono le, CEO dan Founder Sour Sally Group. Menurutnya, bisnis franchise merupakan salah satu pilihan yang memiliki peluang cukup besar.

“Selain dapat membantu ekspansi bisnis, franchise juga dapat membantu untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan waktu yang relatif singkat. Ke depan pun, bisnis franchise ini akan masih terus memberi peluang,” tuturnya.

Namun, sambungnya untuk dapat terus berkembang dan memperluas jangkauan bisnis, pemilik usaha harus terus melakukan inovasi pada produk dan layanan yang sesuai dengan trend yang ada dan kebutuhan konsumen. Melalui bisnis franchise, pemilik usaha dapat membangun jaringan bisnis dengan waktu yang relatif singkat namun dengan modal, risiko dan investasi SDM yang minim.

Sour Sally sendiri awalnya didirikan pada tahun 2008. Bermula dari kegemarannya menikmati frozen yogurt saat dirinya tengah menempuh pendidikan di Los Angles (LA), Amerika Serikat. Ketika itu dirinya bisa 3 hingga 5 kali dalam seminggu menikmati frozen yogurt di salah satu cafe favoritnya.

Hingga akhirnya, ketika lulus kuliah dan kembali ke Indonesia dia terpikir untuk memulai bisnis frozen yogurt. Donny yang kala itu masih berusia 26 tahun ini pun mencoba untuk mengkreasikan sendiri yogurt dengan cita rasa khas serta modifikasi rasa sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Ternyata Sour Sally langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia. Apalagi ketika itu belum ada frozen yogurt di Indonesia sehingga bisa dikatakan bahwa Sour Sally menjadi pionir bisnis frozen yogurt di Tanah Air.

Namun, dalam menjalankan bisnis tentu ada jatuh bangun. Pernah di tahun 2012, saat itu Sour Sally seperti mencapai titik jenuh dan ditinggalkan oleh customer nya sehingga membuat usaha yang telah dijalankan selama 4 tahun sempat terjatuh.

“Saat itu saya mengalami krisis internal bahwa produk ini ngga relevan dengan market akhirnya kita melakukan revitalisasi bisnis dan melakukan berbagai inovasi,” tuturnya.

Salah satu inovasi bisnis yang dikembangkan olehnya adalah dengan membuat bisnis franchise atau waralaba Sour Sally pada 2013 lalu. Dalam menjalankan bisnis franchise, Donny menggandeng mitra sebagai Master Franchisor yang memperkuat perkembangan brand dari Sour Sally itu sendiri.

Perlahan tapi pasti, bisnis Sour Sally terus berkembang hingga membentuk Sour Sally Group yang membawahi berbagai brand besar lainnya di samping Sour Sally yaitu Gulu-Gulu Cheese Tea, Coffee Shop Fika Kafi, dan brand masakan rumahan Wowteg dengan jumlah gerai keseluruhan mencapai lebih dari 250 outlet di seluruh Indonesia.

Ke depan, Sour Sally Gorup berencana membuka 500 toko yang berfokus pada model bisnis QRS (ritel servis cepat) dengan mempekerjakan lebih dari 1000 karyawan.

Tak hanya sukses mengembangkan bisnis waralaba, Donny juga meluncurkan Selera Kapital sebagai anak perusahaan dari Sour Sally Group yang fokus membantu pengembangan bisnis brand dan produk F&B lokal sehingga dapat lebih scale up dan lebih besar lagi. Selera Kapital membantu mulai dari segi pendanaan, management bisnis, management keuangan, dan berbagai hal lainnya.

Saat ini, Selera Kapital telah mendanai sejumlah startup kuliner lokal antara lain Yummy Cloud Kitchen, startup penyedia solusi katering dan restoran berbasis teknologi; Wahyoo, startup yang bertujuan mengembangkan warung-warung makan tradisional; dan Ayam Geprek Kekinian Pusaka Abadi. Selain itu juga perusahaan PR Dialogue PR Agency.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waralaba franchise tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top