Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Cara Retail dan Industri F&B Kembali Bangkit Usai Pandemi

Setelah pandemi berakhir dan ekonomi kembali dibuka, masyarakat pasti akan kembali lagi berbelanja secara offline dan menikmati makanan di restoran.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 Februari 2021  |  19:58 WIB
Konsumen memilih sayuran di salah satu super market di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Konsumen memilih sayuran di salah satu super market di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 telah berjalan satu tahun sejak kasus pertama masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Sepanjang satu tahun terakhir ini memang telah terjadi berbagai perubahan kebiasaan masyarakat, termasuk dalam hal berbelanja.

Imbasnya, sektor ritel dan restoran yang selama ini sangat ditopang oleh penjualan secara offline, cukup terdampak. Apalagi banyak masyarakat yang mulai beralih ke digital sehingga penjualan secara online disebut meningkat cukup signifikan.

Yongky Susilo - Retail & Consumer Strategist, Former Executive Director The Nielsen mengatakan bahwa meski ada kenaikan yang cukup besar di bisnis online tetapi share online hanya sekitar 4 persen yang artinya masih kalah jauh dibandingkan dengan offline yang mencapai lebih dari 90 persen.

Menurutnya, consumer behavior di Indonesia masih sulit untuk berubah meskipun Covid-19 telah berjalan setahun terakhir. Yongky pun tidak sepakat dengan adanya new normal sebab setelah pandemi usai kondisi akan kembali normal seperti sedia kala, hanya saja memang masyarakat akan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer.

“Setelah pandemi berakhir dan ekonomi kembali dibuka, masyarakat pasti akan kembali lagi berbelanja secara offline, menikmati makanan di restoran, bisnis travel akan naik lagi, anak-anak akan kembali lagi ke sekolah, pekerja pun tetap kembali lagi ke kantor karena kebiasaan masyarakat sulit untuk berubah sepenuhnya,” ujar Yongky dalam Indonesia Retail dan F&B Outlook 2021 yang diselenggarakan ASENSI, Sabtu (27/2/2021).

Sebab, bagaimanapun ketika perekonomian masyarakat mulai membaik mereka banyak yang lebih mencari pengalaman dan kembali melakukan interaksi sosial seperti sedia kala.

Dia pun memperkirakan beberapa aktivitas yang selama ini banyak dilakukan secara online akibat pandemi virus corona (Covid-19), akan kembali turun.

Misalnya saja resto delivery yang saat ini sangat tinggi termasuk bisnis frozen food, diperkirakan akan kembali turun atau pertumbuhannya tidak secepat seperti saat ini. Begitu pula dengan online education juga diperkirakan pertumbuhannya akan melambat pasca pandemi.

“Memang nanti akan ada kondisi transisis ketika vaksin masih berjalan tetapi setelahnya dan ketika perekonomian kembali membaik maka semua akan kembali normal,” tuturnya.

Namun, yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang bergerak di bidang retail maupun restoran atau beberapa sektor lainnya yang mengandalkan penjualan secara offline, perlu untuk mengadaptasi teknologi digital.

“Bukan berarti hanya sekedar masuk ke e-commerce, tetapi bagaimana industri retail dan restoran tersebut dapat beradaptasi dengan digital atau mendigitalisasi toko atau gerai fisiknya,” ujar Yongki.

Misalnya ketika orang pergi makan ke restoran, mereka duduk dan diberi barcode kemudian discan dan memilih menu dari sana. Begitupun dengan pembayaran menggunakan barcode digital yang tersedia di meja sehingga konsumen tidak perlu ngantri memesan atau ngantri membayar.

“Setiap gerai retail maupun restoran itu tidak lagi bisa menggunakan cara-cara lama tetapi harus berinovasi dengan mengembangkan sistem omnichannel yang menggabungkan antara pengalaman secara offline dan kemudahan secara online, sifatnya pun harus lebih personal langsung ke konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, Susanty Wijdaya, CEO Bakmi Naga Resto menuturkan adanya optimisme bahwa industri food and beverage di Indonesia akan kembali normal terutama dengan adanya vaksinasi yang saat ini masih terus berlangsung.

“Kami berharap dengan adanya vaksinasi ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ke arah positif di kuartal kedua. Apalagi dengan optimisme bahwa masyarakat akan kembali makan di restoran, ini membuat kami semakin bersemangat,” ujar Susanty yang juga Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel nielsen bisnis retail Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top