Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tip Bertahan Industri Fesyen Saat Pandemi dari Nonita Respati

Roda bisnis di masa pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha. Sejumlah label fasyen juga turut merasakan imbasnya.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:52 WIB
Nonita Respati. Label fesyen yang tetap mempertahankan keinginannya akan memicu pertanyaan bagi masyarakat.  - Bisnis.com
Nonita Respati. Label fesyen yang tetap mempertahankan keinginannya akan memicu pertanyaan bagi masyarakat. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Roda bisnis di masa pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha. Sejumlah label fasyen juga turut merasakan imbasnya.

Hal tersebut turut dirasakan oleh Nonita Respati, desainer fesyen sekaligus Direktur Kreatif dari label Purana. Ia mengatakan, untuk saat ini pasar fesyen lebih mengedepankan konsumsi barang sesuai kebutuhan.

“Saat kondisi sulit seperti ini pasti daya beli menurun. Mereka saving money buat hal-hal penting karena belum bisa diprediksi kapan pandemi ini akan berakhir. Dari koleksi sebelumnya, jadi banyak belajar kalau saat ini item fesyen yang dibutuhkan ialah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Nonita pada Bisnis, Rabu (3/3/21).

Fesyen yang dimaksud Nonita ialah yang bisa beriringan dengan keadaan masyarakat saat ini, dimana lebih banyak beraktivitas di rumah.

Sebelum pandemi, pasar diakunya bisa didikte sesuai dengan keinginan desainer. Namun saat ini desainer atau label fasyen yang harus sensitif mengikuti kebutuhan pasar.

Label fesyen yang tetap mempertahankan keinginannya akan memicu pertanyaan bagi masyarakat. Hal tersebut membuat label tersebut berpotensi ditinggalkan. Kemudian, harus berani keluar dari sesuatu yang sudah penuh di pasar.

“Kalau mengikuti keinginan desainer, masyarakat akan bertanya-tanya sendiri, akan dipakai ke mana busana tersebut. Pasalnya saat ini aktivitas lebih banyak di rumah," ujarnya.

Kemudian, harus inovatif. Jangan membuat sesuatu yang sudah penuh di pasar. Misalnya saat ini sudah banyak sekali label yang mengeluarkan koleksi pijama, pasar sudah penuh dan sesak. Jadi harus keluar dari sesuatu yang penuh tersebut.

"Itu kunci utamanya untuk bertahan di situasi ini,” tutup Nonita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fesyen desainer lokal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top