Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

4 Alasan Utama Bisnis Skala Kecil Gagal dan Bangkrut

Pemilik bisnis sering gagal untuk mempersiapkan kebutuhan, baik dalam modal, jangkauan prospek dan proyeksi rasio konversi yang akurat. Memiliki proyeksi realistis dalam hal jangkauan target audiens dan rasio konversi penjualan sangat penting untuk keberhasilan kampanye pemasaran.
Bisnis UKM
Bisnis UKM

Bisnis.com, JAKARTA - Menjalankan bisnis tentu merupakan usaha yang perlu dilakukan dengan kerja keras dan berisiko.

Pemilik bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko, terutama pada saat memberikan produk atau layanan ke konsumen atau pasar, pada titik harga yang memenuhi tingkat permintaan konsumen.

Menurut Small Business Administration (SBA), sebanyak 20 persen usaha kecil gagal di tahun pertama, 50 persen bangkrut setelah lima tahun, dan hanya 33 persen yang mencapai 10 tahun atau lebih.

Untuk melindungi bisnis dari kegagalan, maka pemilik bisnis perlu memahamu apa yang dapat menyebabkan kegagalan tersebut. Selain itu, pemilik bisnis juga harus mengetahui bagaimana mengelola sebuah hambatan yang mungkin saja tidak bisa dihindarkan sama sekali.

Bagi Anda yang baru memulai bisnis atau sedang menjalankan bisnis, berikut 4 alasan umum mengapa bisnis kecil menjadi gagal yang dilansir dari Investopedia pada hari Rabu (31/03/21).

1. Permasalahan pembayaran

Alasan utama mengapa usaha kecil gagal adalah kurangnya dana atau modal kerja. Hal ini termasuk dengan biaya operasional, mendanai pengganjian, dan biaya lainnya yang tidak selaras dengan pendapatan yang dihasilkan.

Sedangkan, alasan kedua dikarenakan pemilik bisnis yang meleset dari penetapan harga produk dan layanan. Mungkin untuk mengalahkan persaingan, pemiliki bisnis menetapkan harga yang lebih rendah dari penawaran serupa, namun berakibat terlalu rendah untuk jangka waktu yang lama, sehingga tidak menutup uang yang keluar.

Untuk perusahaan kecil terutama dalam fase startup, hanya mendapatkan sumber dana dari pemodal ventura, investor dan pinjaman bank konvensional. Tanpa masuknya dana dari proyek-proyek besar, maka perusahaan kecil terpaksa harus menutup bisnisnya.

Maka untuk melewati permaslahan ini, para usaha kecil perlu menetapkan anggaran yang realistis dalam operasi perusahaan dan bersedia menyediakan modal dari diri mereka sendiri. Lalu ketika sudah mendapatkan pendanaan, pemilik bisnis seharusnya sudah memiliki berbagai sumber yang dapat mereka manfaatkan untuk modal.

2. Manajemen yang tidak memadai

Alasan ini dikarenakan kurangnya ketajaman bisnis, terutama di pihak tim manajemen atau pemilik bisnis. Meskipun pemilik memiliki keterampilan yang diperlukan, seringkali mereka tidak memiliki atribut manajer yang kuat dan tidak memiliki waktu untuk mengawasi karyawan lain dengan baik.

Pemilik bisnis yang cerdas dapat mengalihdayakan aktivitas yang tidak mereka lakukan dengan baik atau hanya memiliki waktu yang sedikit, menjadii berhasil. Tim manajemen yang kuat adalah salah satu tambahan pertama yang dibutuhkan bisnis kecil untuk melanjutkan operasi dengan baik di masa depan.

3. Perencanaan bisnis yang tidak efektif

Usaha kecil sering mengabaikan pentingnya perencanaan bisnis yang efektif. Minimal rencana tersebut mencakup deskripsi bisnis yang jelas, kebutuhan bagi karyawan dan manajemen saat ini dan di masa depan, peluang dan ancaman pasar yang lebih luas, kebutuhan modal, inisiatif pemasaran dan analisis pesaing.

Pengusaha harus memiliki pemahaman ang kuat mengenai industri dan persaingan mereka, sebelum memulai sebuah perusahaan. Model bisnis dan infrastruktur spesifik perusahaan harus ditetapkan jauh sebelum produk atau layanan ditawarkan kepada pelanggan dan aliran pendapatan yang potensial dan realistis harus diproyeksikan jauh sebelumnya.

4. Kesalahan pemasaran

Pemilik bisnis sering gagal untuk mempersiapkan kebutuhan, baik dalam modal, jangkauan prospek dan proyeksi rasio konversi yang akurat. Memiliki proyeksi realistis dalam hal jangkauan target audiens dan rasio konversi penjualan sangat penting untuk keberhasilan kampanye pemasaran.

Perlu diingat bahwa pemasaran merupakan aspek penting dari setiap bisnis tahap awal. Penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa mereka telah menetapkan anggaran yang realistis untuk kebutuhan saat ini dan masa depan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper