Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Cloud Kitchen Makin Marak, Ini 5 Keunggulannya!

Simak keunggulan bisnis could kitchen yang makin marak di kalangan pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 November 2021  |  20:10 WIB
Ilustrasi cloud kitchen - Freepik
Ilustrasi cloud kitchen - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan layanan pesan antar makanan online di masa pandemi Covid-19 ikut mendongkrak tren bisnis kuliner berbasis cloud kitchenSimak keunggulannya! 

Dalam konsep bisnis cloud kitchen, restoran atau usaha kuliner tersebut tidak menyediakan layanan makan di tempat atau dine in. Sebab seluruh menu makanan yang ada di dalamnya hanya dijual atau diantarkan secara online baik oleh restoran itu sendiri maupun bekerjasama dengan perusahaan agregator seperti GoFood, GrabFood, maupun ShopeeFood.

Model bisnis cloud kitchen ini juga tidak hanya berlaku bagi pelaku usaha kuliner yang baru memulai, tetapi juga dapat diterapkan pada restoran konvensional maupun bisnis kuliner mandiri yang sudah berjalan.

Ini sejalan dengan laporan berjudul ‘Food for thought: evolution of food services postCovid-19 in Asia’ dari Kearney yang menyebutkan bahwa para pelaku industri kuliner harus cepat beradaptasi dengan model bisnis berbasis teknologi yang inovatif di masa pandemi ini salah satunya melalui cloud kitchen.

Shirley Santoso, Partner di Kearney mengatakan potensi bisnis cloud kitchen ini bertumbuh sejalan dengan meningkatnya pengiriman makanan online di Asia yang tumbuh 30 persen pada 2020.

“Restoran berantai perlu beralih ke model hybrid network atau jaringan hybrid yang menggabungkan toko fisik yang lebih kecil, cloud-kitchen, dan outlet khusus untuk takeaway,” ujarnya.

Kehadiran restoran flagship ini, sambungnya, akan tetap relevan untuk membangun brand, tetapi ukuran akan lebih kecil 15 persen karena berkurangnya pelanggan yang makan di tempat. Adapun, 30 persen portofolio perusahaan dapat dialokasikan untuk cloud kitchen sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi.

Sementara itu, untuk bisnis layanan makanan mandiri yang lebih kecil, mungkin perlu menutup toko fisik untuk kemudian beralih sepenuhnya ke cloud kitchen.

Pasalnya, berdasarkan survei online yang dilakukan terhadap lebih dari 900 perwakilan konsumen di Indonesia, 34 persen diantaranya beralih memesan makanan via delivery atau take out.

Keunggulan Cloud Kitchen

Bisnis cloud kitchen yang saat ini tengah booming dan mulai banyak diminati pelaku usaha kuliner ini tentu saja memiliki sejumlah keunggulan.

Sarita Sutedja, GM Corporate Communication Foodiz menyebutkan sejumlah keunggulan yang membuat model bisnis cloud kitchen ini lebih menarik dan membuat banyak pelaku usaha beralih ke bisnis ini.

1. Tak Perlu Modal Besar

Tipe bisnis ini memiliki karakteristik rendah modal sehingga sangat cocok dijalankan oleh para pelaku usaha yang baru memulai dan tidak memiliki banyak modal. Sebab, pelaku usaha tidak perlu menyewa tempat bahkan bisa dimulai hanya dari rumah.

Jika pun harus menyewa tempat sebagai dapur atau kitchen maka biayanya akan lebih rendah karena tidak perlu terlalu luas dan tidak harus di tempat yang strategis.

“Untuk memulai sebagai tempat produksi, maka lokasinya bisa dimana saja dan bahkan bisa dimulai dari dapur atau garasi rumah sendiri,” ujarnya.

2. Biaya Operasional Rendah

Biaya operasional cloud kitchen cenderung lebih rendah dibandingkan dengan konsep bisnis restoran konvensional yang ada tempat duduk karena tidak membutuhkan banyak SDM atau menyewa tempat yang mahal

3. Mudah Ekspansi 

engan konsep bisnis cloud kitchen yang hanya berupa dapur maka pelaku usaha bisa mengembangkannya ke banyak lokasi dengan hanya menyewa tempat yang tidak besar atau bergabung di cloud kitchen dari perusahaan agregator seperti Grab Kitchen.

“Karena berbentuk cloud kitchen maka konsumen tidak datang ke tempat sehingga tidak perlu tempat yang besar atau lokasi strategis. Untuk ekspansi akan lebih mudah karena hanya perlu setup dapur saja dan lokasi bisa dimana saja,” tuturnya.

4. Potensi Investasi   

Bisnis cloud kitchen saat ini memiliki potensi untuk mendapatkan investasi hingga miliaran rupiah oleh investor jika pelaku usaha benar-benar serius membangun brand nya. Ini dibuktikan oleh dua brand kuliner cloud kitchen, yakni Yummy Kitchen dan Hangry.

Menurutnya, salah satu yang membuat investor menyukai konsep bisnis ini karena modal kerja yang dibutuhkan cenderung kecil dan bisa dengan cepat ekspansi ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia.

“Investor bisa saja masuk sejak awal bisnis akan kembangkankan atau setelah usaha berjalan dan melihat potensi bisnisnya yang lebih cepat berkembang,” ujarnya.

5. Marketing dan Branding

Namun, tentu saja sebagai bisnis yang mengandalkan penjualan secara online melalui layanan pesan  antar makanan, maka pelaku usaha harus memiliki keahlian yang kuat di bidang marketing dan branding. Sebab, karena pelanggan tidak datang langsung ke lokasi maka satu-satunya cara pelaku usaha berkomunikasi dengan pelanggan ialah melalui visual.

Cloud kitchen sangat mengandalkan delivery online maka pelaku usaha harus memiliki ilmu di bidang marketing dan branding karena mereka ‘bertempur’ nya di sosmed dan online delivery,” katanya

Selain harus memiliki cita rasa menu yang lezat, pelaku usaha juga perlu membuat visual produk yang menarik, termasuk packaging yang unik sehingga membuat konsumen tertarik membuatkan konten video review atau unboxing yang di-share melalui medsos masing-masing sekaligus membantu proses marketing secara gratis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneurship bisnis kuliner Cloud kitchen
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top