Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tessa Wijaya, Pendiri Xendit yang Masuk 'Forbes Asia Power Bussinesswomen' 2021

Xendit sendiri merupakan perusahaan fintech Indonesia yang menawarkan kemudahan dalam pembayaran. Xendit akan membantu marketplace dalam menyederhanakan pembayaran, mengirimkan pembayaran dan pinjaman, mendeteksi penipuan dan lainnya.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  14:15 WIB
Tessa Wijaya - dailynation
Tessa Wijaya - dailynation

Bisnis.com, JAKARTA - Tessa Wijaya, merupakan Co-Founder dan COO Xendit yang masuk ke dalam daftar Forbes Asia Power Businesswomen 2021.

Xendit sendiri merupakan perusahaan fintech Indonesia yang menawarkan kemudahan dalam pembayaran. Xendit akan membantu marketplace dalam menyederhanakan pembayaran, mengirimkan pembayaran dan pinjaman, mendeteksi penipuan dan lainnya.

Selain itu, Xendit juga telah mengumpulkan sebesar US$150 juta dalam pendanaan terbarunya, yang dapat mendorong untuk menjadi unicorn.

Xendit juga akan memperluas lagi ke lebih banyak negara di Asia, dan mengatakan bahwa mereka melihat peningkatan lebih dari tiga kali dalam year-on-year (YoY) dalam total volume pembayaran (TPV) di seluruh Indonesia dan Filipina.

Salah satu sosok dari berdirinya Xendit sendiri adalah Tessa Wijaya. Tessa lahir di Sukabumi yang kemudian ke Jakarta, kemudian sempat bersekolah di Hongkong dan di Australia.

Dalam perkuliahannya, Tessa berkuliah di Amerika Serikat dan mengambil filsafat politik. Tessa juga mengambil filsafat politik kembali untuk S2 di Australia.

Kembali ke Indonesia, Tessa sempat bekerja di PT Tirta Cisadane. Selanjutnya, Tessa kemudian bekerja di Principia Management Group selama dua tahun yakni di tahun 2010, sebagai senior analyst.

Tahun 2012, Tessa kemudian bekerja di Fairways Investment Group selama 5 bulan sebagai Business Development Analyst. Selanjutnya Tessa bekerja di Mizuho Asia Partners.

Selanjutnya, kemudian Tessa bertemu dengan mahasiswa Berkeley yang menang dalam Y Combinator, dan bergabung di tahun 2016. Diketahui bahwa pada masa ini yakni di tahun 2015 hingga 2016, terdapat perusahaan fintech yang mulai bermunculan, menurut Tessa yang dilansir dari Youtube Gita Wirjawan (7/7/21).

Tessa yang melihat adanya potensi dalam bisnis tersebut, kemudian bergabung dimana pada saat itu baru beralih dari B2C ke B2B. Tessa memulai dengan memikirkan membantu dan menemukan sesuatu hal yang dapat mengejar ketertinggalan dalam pembayaran digital.

Tessa sendiri mengatakan bahwa dirinya datang, bergabung, memulai dan melakukan bersama-sama, namun dirinya memulai dengan mengembangkan produk.

Dimulai dari rumah kecil dengan delapan sampai sepuluh orang, Xendit kini telah melayani UMKM lokal hingga startup besar di Indonesia. Tiap bulannya, Xendit telah memproses jutaan transaksi dan didukung oleh beberapa VC terbesar di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

forbes tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top