Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Percakapan Pembawa Hoki Berlimpah

Tak sulit mengenali pembentuk jaringan yang hanya termotivasi oleh kepentingan pribadi. Mereka tampak palsu, bahkan manipulatif.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  19:13 WIB
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Antara
Duta Besar Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sekalipun Anda bukan termasuk orang yang suka bergaul, jika menarik napas dalam-dalam, menyelami orang lain dan mengajukan pertanyaan ramah maka sembilan dari 10 kesempatan yang Anda miliki berpeluang menjadi sebuah percakapan yang menyenangkan.

Bukankah sebagian besar orang senang berbicara mengenai diri mereka sendiri dan memanfaatkan kesempatan untuk melakukannya? Sistem referensi kartu nama sering membantu.

Di era serba teknologi saat ini, terasa lebih mudah lagi karena tinggal bertukar nomor whatsapp yang aktif. Beres sudah, tinggal ditindaklanjuti saja.

Ada resep mudah yang ampuh. Pembentuk jaringan yang benar-benar hebat adalah mereka yang membangunnya sepanjang waktu di saat berbicara dengan orang lain dan mendengarkan cerita mereka.

Tak sulit mengenali pembentuk jaringan yang hanya termotivasi oleh kepentingan pribadi. Mereka tampak palsu, bahkan manipulatif. Mereka adalah orang-orang yang hobinya suka nyelonong begitu saja ke dalam ruangan begitu sudah berjabat tangan dengan orang lain.

Pastikan orang lain tidak mendapat kesan seperti itu dari Anda dengan benar-benar hadir dalam setiap percakapan dan dengan memperhatikan ketertarikan yang berhak mereka dapatkan.

Terlebih lagi, bila Anda mengenal seseorang lebih dari sekadar hal-hal menyenangkan mengenai dirinya secara umum maka akan lebih mudah lagi untuk mengingatnya.

Coba ingat-ingat lagi, apakah Anda—apapun kesibukan dan profesi yang sedang dijalani saat ini—pernah mengalami interaksi semacam itu dengan seseorang? Bisa jadi demikian tetapi mungkin luput menyadarinya.

Ya, mengenal orang lain adalah satu satu resep kuno yang tampaknya tidak pernah ketinggalan zaman untuk membentuk jaringan (network). Ada satu lagi pijakan yang tidak boleh ditinggalkan: Mulailah dengan menikmati pembicaraan.

Dalam sejumlah budaya, pembentukan jaringan adalah sebuah gaya hidup.

Di Asia misalnya, kartu nama saling ditukarkan segera setelah Anda bertemu seseorang. Anda menetapkan siapa dan apa jabatan Anda berdua dan mencari tahu apakah Anda berdua memiliki hubungan. Sudah umum dikenal bahwa jaringan hubungan membentuk reputasi seseorang.

Di sisi lain, dalam budaya Barat orang terlihat lebih berhati-hati, khawatir terlalu memaksakan diri terhadap orang lain. Bisa juga khawatir upaya ‘pembentukan jaringan’ mereka tampak terlalu jelas.

Hal ini dapat membuat mereka terlihat ragu-ragu dan tegang kecuali jika bersama orang yang sudah dikenal. Alhasil, biar segala sesuatunya  berjalan mulus sesuai rencana, pola pikir terbaik dalam pembentukan jaringan adalah ‘tertarik pada orang lain dan gagasannya’.

Selanjutnya tinggal ‘menghubungkannya dengan orang lain yang sudah Anda kenal’.

Pembentukan jaringan menjadi otomatis jika menyangkut ketertarikan pribadi. Dalam hal ini ada trik yang bisa dimainkan, yaitu fokus pada kebutuhan orang lain dan mengesampingkan tujuan Anda sendiri.

Anda mempunyai trik lain yang lebih ampuh di Tahun Macan Air ini?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kiat Sukses
Editor : Inria Zulfikar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top