Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal Perusahaan Keluarga Copan, Miliarder yang Sukses Berkat Alat Tes Covid

Copan, kini memiliki kapasitas produksi sebesar sebanyak 1 miliar pertahun. Diketahui bahwa laba bersih yang diperoleh hampir sebanyak lima kali lipat di tahun 2020 yakni menjadi US$79 juta, dengan pendapatan sebesar US$372. Angka ini melebihi dari tahun 2021, dengan penjualan yang tumbuh menjadi US$445 juta.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  12:02 WIB
Mengenal Perusahaan Keluarga Copan, Miliarder yang Sukses Berkat Alat Tes Covid
Daniele Triva

Bisnis.com, JAKARTA – Produk yang diciptakan oleh Copan, merupakan elemen kunci dalam ratusa juta PCR Tes Covid-19 yang dilakukan di seluruh dunia.

Copan, kini memiliki kapasitas produksi sebesar sebanyak 1 miliar pertahun. Diketahui bahwa laba bersih yang diperoleh hampir sebanyak lima kali lipat di tahun 2020 yakni menjadi US$79 juta, dengan pendapatan sebesar US$372. Angka ini melebihi dari tahun 2021, dengan penjualan yang tumbuh menjadi US$445 juta.

Diketahui dari 84 persen penuh penjualan Copan berasal dari swab berkelompok, yang digunakan dalam satu miliar tes molekuler sejak awal pandemi. Angka ini sendiri tidak termasuk penyeka untuk tes cepat atau peralatan di rumah, yang merupakan Sebagian kecil dari bisnis Copan.

Dengan keberhasilan ini, maka mengangkat Trivia yang memegang sebesar 48 persen saham di Copan dan masuk ke dalam jajaran miliarder dengan nilai sebesar US$1,2 miliar. Diketahui bahwa lima anggota keluarga lainnya juga memiliki sisah perusahaan yang menuurt Forbes sebesar US1,3 miliar.

Diketahui bahwa selain tes medis, perusahaan juga membuat swab khusus yang digunakan dalam mengumpulkan DNA forensik dari TKP. Dengan microswab Copan dengan Gendarmerie yang dikembangkan bersama, maka memungkinkan pihak berwenang untuk menganalisis DNA dan cairan tubuh apapun ataupun sidik jari, dalam waktu kurang dari dua jam.

Kemudian untuk Swab, Copan juga menawarkan produk berteknologi tinggi, yakni sengan serangkaian mesin dan perangkat lunak untuk mengotomatiskan banyak pemrosesan laboratorium, mulai dari tes urin rutin hingga infeksi bakteri kompleks. Selain itu, otomatisasi lab dengan pendapatan US$5 miliar per tahun, berpotensi menjadi pasar yang jauh lebih besar daripada swab.

Sebelum itu, Copan didirikan di kota Mantua, Italia utara pada tahun 1979 oleh ayah Triva, Giorgio Triva. Copan awalnya hanya didistribusikan produk lab buatan lain, seperti tabung reaksi. Pada tahun 1982, perusahaan mulai membuat penyeka dan kemudian terus berkembang.

Daniele Triva mengambil alih setelah kematian ayahnya pada tahun 2000. Nasib Copan kemudian berbuah ketika memelopori penyeka yang telah berada di mana-mana pada tahun 2003. Terinsiprasi melihat dari mantel musim dingin, dirinya menantang teknisinya untuk merancang swab dengan serat perekat yang dapat bertindak seperti spons dan melepaskan lebih banyak bahan sampel daripada Q-tip biasa.

Hasil yang mereka lakukan kemudian menghasilkan revolusi diagnostik. Selama Dekade berikutnya, perusahaan kemudian memperluas pabriknya. Pada tahun 2014, Daniele kemudian meninggal oada usia 54 tahun setelah tujuh bulan berjuang melawan kanker.

Kini, inovasi terbaru dari Copan, adalah mesin yang memangkas waktu diagnosis hingga 80 persen untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri resisten antibiotik. Kecerdasan buatan bawaan membantu menjaga sistem tetap berjalan dengan lancar. Tes dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat jam, dan sampel negatif secara otomatis dikirim ke tempat sampah.

Strategi tersebut kemudian berhasil, yakni Copan WASP, divisi otomatisasi perusahaan, mencatat pendapatan US$54 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, naik sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui pendapatannya untuk semua tahun 2020. Kini, sekarang telah membuat sepertlima dari keseluruhan penjualan.

“[Daniele] menaburkan budaya kewirausahaan,” Ujarnya “bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh perusahaan.” Ucap Trivia yang memuji timnya, yang dilansir dari Forbes (6/02/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daftar miliarder Tes PCR
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top