Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Annisa Hendrato, Bangun Bisnis dari Kain Tenun Melalui Noesa

Dikarenakan terpikat dengan warna, alhasil mereka mencoba untuk lebih serius dan melakukan riset disana. Mereka kemudian mencoba untuk memahami pola pikir masyarakat setempat, dan mencoba untuk memahami makna tenun.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 09 Maret 2022  |  16:53 WIB
Annisa Hendrato, Bangun Bisnis dari Kain Tenun Melalui Noesa
Proses pembuatan sarung di sentra tenun ikat kelurahan Bandar Kidul, Kediri, Jatim (14/8/2010). - Antara/Arief Priyono
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Annisa Hendrato bersama dengan Cendy membangun bisnis dari kain tenun ikat untuk memperkenalkan pada anak muda.

Setelah selesai menyelesaikan kuliah dan menunggu diwisuda, keduanya kemudian melakukan jalan-jalan ke Desa Watublapi, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Mereka berada di sana hampir selama dua bulan.

Melihat dari kainnya yang berbeda dari apa yang selama ini dilihat di Jakarta, keduanya terpikat dengan warna alami yang digunakan di dalam kain tersebut.

“Background kami adalah Desain Komunikasi Visual (DKV). Pengetahuan tentang tenun sudah ‘dijejel’ sewaktu kuliah. Namun kalau melihat berdasarkan di buku, itu jarang di Jakarta” Ucap Annisa.

Dikarenakan terpikat dengan warna, alhasil mereka mencoba untuk lebih serius dan melakukan riset disana. Mereka kemudian mencoba untuk memahami pola pikir masyarakat setempat, dan mencoba untuk memahami makna tenun.

Selain itu, riset tersebut juga dilakukan untuk mengetahui keuntungan yang cocok bagi kedua belah pihak.

Dalam membahas tantangan, setiap daerah di Flores memiliki penafsiran yang berbeda dalam sebuah kain.

“Untuk di Momere, dari atas sampai bahwa memiliki simbol masing-masing” Jelasnya.

Dikarenakan para penenun menuangkan cerita lewat kain, kemudian Annisa dan Cendy tidak ingin merusak cerita yang dibuat. Mereka kemudian mencoba untuk menarik motif secara satu-satu, yang kemudian dibuat kembali desainnya.

Kemudian untuk meminimalisir limbah, sampel benang dari sisa tenun yang berbentuk bola juga dimanfaatkan kembali oleh Noesa, untuk membuat produk seperti tali kacamata.

Tips Bisnis oleh Annisa

Annisa sendiri menyarankan untuk tetap fokus, terutama di masa kini distraksi memang cenderung cukup banyak.

Dalam membangun bisnis dan melihat kondisi kini yang kurang pasti, Annisa kemudian menyarankan untuk selalu mengingat kembali tujuan awal dalam membangun bisnis.

Hal ini lantaran dalam membangun bisnis, tentu akan menemui berbagai kesulitan. Contohnya sesekali apa yang direncanakan atau dijalankan tidak selalu lancar.

Kemudian, pastikan Anda juga memperhatikan tren yang dapat berfungsi untuk di masyarakat, terutama untuk di masa kini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis tenun
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top