Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olahan Pisang Bukit Gajah yang Kini Jadi Sumber Penghasilan

Usaha pisang sale yang menjadi andalan Desa Bukit Gajah ini dimulai karena banyaknya pisang yang dijual di pinggir jalan, tetapi harga jualnya rendah dan kurang menguntungkan warga.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 21 Maret 2022  |  20:44 WIB
Olahan Pisang Bukit Gaja
Olahan Pisang Bukit Gaja

Bisnis.com, PEKANBARU - Pisang sudah menjadi buah yang akrab bagi warga desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Riau.

Banyak tanaman pisang yang tumbuh di pinggiran jalan, sehingga apabila buahnya dijual kurang bernilai ekonomis bagi masyarakat setempat.

Kepala Desa Bukit Gajah, Taryam mengakui salah satu aparatur perangkat desa itu melirik potensi pisang yang ada, dengan mengolahnya dengan digoreng menjadi pisang sale sejak 4 tahun lalu.

"Saat ini pisang sale kami sudah masuk produk unggulan kawasan pedesaan atau Prukades yang didukung Bank BRI, sehingga menjadi ciri khas daerah kami sejak 4 tahun terakhir," ujarnya Senin (21/3/2022).

Dia menguraikan usaha pisang sale yang menjadi andalan Desa Bukit Gajah ini dimulai karena banyaknya pisang yang dijual di pinggir jalan, tetapi harga jualnya rendah dan kurang menguntungkan warga.

Lalu dengan inisiatif salah seorang perangkat desa, pisang awak yang banyak tumbuh di desa itu mulai diolah menjadi pisang sale, dan kemudian dipasarkan kepada masyarakat sekitar dan dititipkan di sejumlah swalayan.

Seiring meningkatnya penjualan membuat kebutuhan pisang sebagai bahan baku bertambah. Lalu desa mulai membantu pengembangan usaha pisang sale ini dengan mendorong masyarakat untuk menanam pohon pisang di rumah masing-masing, bersamaan dengan tanaman obat keluarga (toga).

Tidak hanya itu, bahkan di kantor desa juga pihaknya menanam sekitar 150 pohon pisang secara rutin, sehingga kebutuhan bahan baku usaha pisang sale yang diberi merek Sumber Rasa itu juga terbantu. Dimana setiap bulannya bisa menghabiskan bahan baku pisang mencapai 200 kilogram untuk sekali jalan produksi, dan biasanya habis dalam dua pekan.

Berkat kerja keras dari semua pihak yang mengelola usaha pisang sale ini, Desa Bukit Gajah berhasil menjadi utusan Riau pada ajang BRIlian Preneur 2021 dan berangkat ke ibu kota Jakarta untuk seleksi terbaik nasional, dan berhasil berada di posisi 16 besar dari total 1.092 desa yang berpartisipasi tahun lalu.

Dia mengakui perkembangan pisang sale Sumber Rasa telah mendapatkan dukungan BRI dari berbagai bidang, yaitu tidak hanya pinjaman modal tetapi juga pelatihan, pendampingan, sampai kepada penghargaan kepada desa lewat BRIlian Preneur.

"Kami harap kedepan usaha ini akan terus berkembang dan bisa melakukan pengolahan dengan alat-alat modern, dimana memang sampai saat ini pengolahan masih tradisional oleh warga desa. Kami juga berterima kasih kepada BRI atas dukungannya selama ini," ujarnya.

Kedepan pihaknya berharap agar Bank BRI bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Desa Bukit Gajah, dan nominal pinjaman yang disalurkan bisa terus bertambah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pisang kebun pisang kulitpisang kulit pisang pisang abaka
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top