Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita 3 Bisnis UKM dengan Konsep Berkelanjutan

Berikut tiga jenis bisnis yang menerapkan bisnis berkelanjutan yang ada di Indonesia
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Juni 2022  |  14:16 WIB
Cerita 3 Bisnis UKM dengan Konsep Berkelanjutan
Plepah, salah satu bisnis ukm dengan konsep berkelanjutan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, bisnis berkelanjutan masih belum banyak digarap pengusaha.

Umumnya konsep bisnis berkelanjutan baru dilakoni oleh perusahaan besar, bukan perusahaan kecil.

Alasannya, karena dalam menjalankan bisnis model ini, ada biaya tertentu yang harus dikeluarkan untuk sustainability business model. Padahal, masing-masing bisnis bisa mengambil peranan sesuai dengan caranya sendiri.

Berikut tiga jenis bisnis yang menerapkan bisnis berkelanjutan yang masuk dalam wirausaha Diplomat Success Challenge (DSC):

1. PLÉPAH

PLÉPAH adalah bisnis yang mengolah limbah organik yaitu sampah pelepah pinang menjadi wadah/kontainer makanan dan piring pengganti styrofoam. Pelepah pinang yang tadinya dianggap sampah kini bertransformasi menjadi inovasi produk bernilai ekonomi tinggi.

Produk-produk PLÉPAH menggabungkan desain, teknologi, sosial dan lingkungan, menghasilkan inovasi desain kemasan bernilai tinggi. Kemasan siap pakai dari PLÉPAH juga lebih aman digunakan saat bersentuhan dengan makanan karena materialnya yang non-toxic dan diproses secara natural. Bahkan, sampah kemasan PLÉPAH juga bisa didaur ulang kembali.

Konsep keberlanjutan PLÉPAH  sendiri tidak hanya datang dari rantai pasok dan hasil akhir produk yang ramah lingkungan. Dalam mengoperasikan bisnisnya, PLÉPAH memiliki pendekatan human-centred dengan memberdayakan masyarakat sekitar dalam proses mikro manufaktur. Dengan melibatkan warga lokal, lebih utamanya peran perempuan yang berdaya dan bisa berkarya, PLÉPAH pun secara langsung memastikan bahwa bisnisnya dapat terus melaju.

“Untuk memastikan masa depan yang lebih baik, kami berusaha untuk melaksanakan bisnis yang bertanggung jawab di setiap rantai nilai produksi piring PLÉPAH,” ungkap Rengkuh Banyu Mahandaru, Founder PLÉPAH  Indonesia.

Peran masyarakat menjadi sangat penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan bisnis PLÉPAH

Atas inovasinya, PLÉPAH berhasil meraih penghargaan Good Design Indonesia 2021 dari ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia. Tidak hanya penghargaan, dari sisi bisnis, Rengkuh mengaku, saat ini mereka telah mendapatkan pesanan setidaknya 3 kontainer setiap bulannya untuk pasar Jepang dan Amerika Serikat.

2. Pijakbumi

Pijakbumi menjadi salah satu pionir brand sepatu lokal dengan konsep ramah lingkungan. Vania Audrey Pakpahan, Co-founder Pijakbumi yang juga mewakili brand ini dalam DSC 12 mengemukakan bahwa kesuksesan Pijakbumi saat ini adalah buah nyata dari konsistensi mengusung konsep eco-friendly dalam setiap inovasi produknya.

“Konsistensi adalah yang kita usung di sini. Artinya, desain yang orisinil dikawinkan dengan ‘keras kepala’ nya kami dalam menggunakan material ramah lingkungan. Tidak mudah, namun konsistensi ini mendapat tempat tersendiri di tengah persaingan produsen sepatu,” ungkap Vania. Saat ini, Pijakbumi menjadi brand sepatu yang cukup digandrungi, apalagi setelah dihantam pandemi selama 2 tahun ini semakin banyak orang yang peduli dengan lingkungan, terutama bagaimana caranya mengurangi emisi karbon.

3. Peek.Me Naturals

Berawal dari upayanya mencari produk aromaterapi yang aman bagi buah hatinya yang memiliki asma, Arlin menemukan banyak manfaat dari bermacam minyak atsiri. Banyak produk dengan manfaat dan nama yang unik yang telah dikembangkan.

Antara lain, “Love Potion Spray” yang membantu relaksasi, “Bye Bye Odor” sebagai deodoran alami untuk atasi bau badan, hingga produk inovatif “Smell it Back” yaitu inhaler untuk latihan penciuman bagi penyintas Covid-19 dengan keluhan anosmia. Berkat segudang inovasinya, Peek.Me Naturals pun masuk sebagai satu-satunya grand finalist dari Indonesia di ajang bergengsi Asia Social Innovation Awards pada tahun 2019 lalu. Bahkan, Arlin Chondro, Founder Peek.Me Naturals juga merupakan salah satu inisiator dari berdirinya Indonesia Wellness Institute.

Selain mengembangkan produk berbahan minyak atsiri, Arlin dan tim juga kerap membagikan banyak konten bermanfaat seputar gaya hidup sehat melalui media sosial dan blognya. “Dengan gaya hidup sehat yang didukung dengan manfaat holistik minyak atsiri, masyarakat akan merasakan hidup yang lebih sehat, tidak hanya secara fisik namun juga mental,” pungkas Arlin.

Sementara itu, program kompetisi sekaligus ekosistem wirausaha terbesar di Indonesia, Diplomat Success Challenge (DSC) yang merupakan inisiatif dari Wismilak Foundation akan segera membuka musimnya yang ke-13 bagi para entrepreneur muda Indonesia. Tercatat sampai dengan tahun 2021, sebanyak lebih dari 70 ribu ide bisnis telah didaftarkan sejak awal program DSC diperkenalkan pada tahun 2010. Lebih dari 400 entrepreneur telah dibina, dan lebih dari 19 miliar hibah modal usaha telah diberikan.

“Mencapai titik di tahun 13 ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Tidak hanya dari sisi penyelenggara, kami menyaksikan lahirnya banyak entrepreneur baru dan inovatif tiap tahunnya dari generasi ke generasi. Melihat antusiasme 18.233 pendaftar pada DSC 12 tahun lalu, kami berharap akan semakin banyak lagi bisnis yang lebih inovatif di tahun ini. Nantikan segera pembukaan DSC 2022,” tutur Edric Chandra, Program Initiator DSC.

Selain menawarkan hibah modal usaha senilai 2 miliar rupiah, DSC 2022 juga menawarkan banyak kesempatan berharga bagi wirausahawan muda untuk dapat berkembang. Antara lain pengalaman mendapatkan pendampingan penuh serta bergabung dan berkolaborasi dengan jejaring wirausaha Diplomat Entrepreneur Network (DEN) yang kini memiliki lebih dari 400 anggota.

Tahun ini bisnis yang memiliki strategi keberlanjutan dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan menjadi poin plus di program DSC. Menariknya, DSC 2022 berkesempatan kolaborasi dengan Global Reporting Initiatives (GRI), yaitu organisasi non-pemerintah yang mengembangkan dan menyebarluaskan Standar Pelaporan Keberlanjutan Penerimaan Global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm kredit ukm kementerian koperasi dan ukm berkelanjutan kukm
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top