Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelaku UMKM Ini Sukses Berbisnis via TikTok, Intip Strateginya

Pelaku UMKM kini sudah mulai terbiasa menggunakan Tiktok untuk membuat konten bisnis dan berjualan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  14:39 WIB
Pelaku UMKM Ini Sukses Berbisnis via TikTok, Intip Strateginya
Pelaku UMKM kini sudah terbiasa berjualan melalui Tiktok - Bloomberg/Brent Lewin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perkembangan digitalisasi membuat makin banyak masyarakat yang terbiasa mencari produk hingga berbelanja melalui platform digital. Kondisi ini harus dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk ikut terjun dan berkecimpung di dunia digital.

Meski sudah banyak platform digital dan e-commerce yang bisa dimanfaatkan untuk lebih memperluas pasar dan mendongkrak pertumbuhan bisnis, nyatanya masih banyak pelaku usaha yang ragu dan takut masuk ke digital karena terbiasa berjualan secara offline dan konvensional.

Hal ini pula diakui oleh Arbert, Owner Bio Herbal yang awalnya kurang familiar dengan platform digital tiktok. Namun karena kondisi perekonomian saat itu masih lesu akibat pandemi, dia pun mulai memberanikan diri masuk ke Tiktok.

 “Masuk ke digital dan menggunakan tiktok tidak sesusah yang dibayangkan, kita pun nggak perlu menggunakan alat yang canggih. Mulai saja dengan hp seadanya dan dengan membuat konten yang sederhana,” ujarnya.

Apalagi tiktok benar-benar memberikan banyak dukungan kepada para pelaku UMKM seperti program pelatihan #MajuBarengTikTok yang mengajarkan para umkm menggunakan platform digital TikTok untuk mengembangkan bisnis.

Jika tidak bisa membuat konten yang pas, maka pelaku usaha bisa menjalin kerja sama dengan para konten kreator sesuai dengan target market kita, yang juga telah disediakan oleh Tiktok di dalam marketplace.

“Saya nggak jago bikin konten maka saya banyak mengandalkan teman-teman kreator ini. Karena dulu terbiasa hard selling dan sekarang di dunia pemasaran kita butuh para konten kreator yang membantu membuat penjualan dalam bentuk storytelling,”jelasnya.

Diakui olehnya setelah bergabung sekitar satu tahun dalam platform tiktok, saat ini penjualannya bertumbuh pesat dan signifikan hingga 300 persen. Begitu pula dengan timnya yangberawal hanya dari 10 orang, sekarang sudah mencapai 40 orang.

Senada disampaikan oleh Regi, Owner dari Oktaviana Tas Grosir yang mengaku sama sekali tidak memiliki pengetahuan berjualan di tiktok. Namun, secara perlahan dia mulai mempelajari cara memanfaatkan fitur yang ada dengan membuat konten untuk produknya.

“Dari konten itu mulai populer dan mendapatkan banyak penjualan. Kemudian, saya dihubungi oleh tim dari tiktok dan diarahkan cara membuat konten yang menarik, diajarkan cara live streaming, cara membuat iklan serta berbagai masukan lainnya,” ujar Regi.

Dengan berbagai pelatian dan strategi pemasaran yang diterapkan, mendorong bisnisnya terus berkembang. Bahkan meski belum satu tahun masuk ke Tiktok, konsumennya terus melonjak, apalagi dengan terintegrasinya TikTok Shop ke dalam ekosistem TikTok.

“Pengaruh strategi pemasaran kami di platform ini bisa terasa langsung dengan banyaknya jumlah pesanan yang datang dari pengguna TikTok setiap harinya. Berkat pertumbuhan ini, kami bisa membuka tiga gudang tambahan serta memberikan lapangan kerja kepada lebih banyak orang untuk membantu kegiatan operasional kami,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur umkm TikTok
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top