Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kerajinan Tangan Aluminium Bali Laris Manis di Eropa

Kolaborasi bisnis aluminium menjadi hal yang penting bagi Ni Nyoman untuk menciptakan kepuasan pelanggan.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 13 September 2022  |  18:57 WIB
Kerajinan Tangan Aluminium Bali Laris Manis  di Eropa
Kerajinan tangan aluminium
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bali memiliki keindahan alam, budaya, tradisi dan hasil industri kerajinan tangan (handicraft) yang beraneka ragam. 

Salah satu pengusaha kerajinan tangan berbahan baku alumunium di Denpasar, Bali adalah Ni Nyoman Santi Astiti. Ada sekitar 10 jenis barang mampu dibuat sesuai pesanan maupun kreasi sendiri.

Beberapa contoh kerajinan tangan yang dihasilkan, mulai dari alat sembah yang seperti Bokor dan Banten hingga pernak-pernik seperti tempat tissue, tempat permen hingga celengan. 

Tidak heran apabila bentuk hiasan dan fungsi inilah yang menjadi daya tarik pasar lokal, hingga bisa menembus pasar Eropa. Sebab, produknya tak hanya menghasilkan karya-karya unik, tapi juga multi fungsi, di mana produk yang dihasilkan punya manfaat, buka hanya sekedar sebagai pajangan belaka dari setiap karya yang dilahirkan.

Pemilik Bali Anugrah Aluminium Handicraft ini mengaku ratusan hingga ribuan jenis karya sudah dihasilkan selama ini, berbagai ukuran yang diminta oleh para customer juga mampu dia kabulkan yang sesuai dengan permintaan.

“Kita bisa produksi 50-100 perhari. Sedangkan yang besar bisa 50 barang per hari. Jadi, kalau perbulan tinggal kita kalikan saja, artinya sampai ribuan ya,” ujar Ni Nyoman Santi Astiti pada Bisnis.com, Senin (12/9/2022).

Memulai Usaha Bermodalkan Potensi Diri

Ni Nyoman Santi Astiti mengaku, bisnisnya ini dimulai sejak tahun 2005 yang berawal dari ketidaksengajaan atas tangan terampil sang suami.

“Suami saya punya potensi yang dihasilkan dari keahlian turun temurun keluarganya dalam membuat kerajinan, tapi memang sempat nggak coba dia teruskan. Lalu, beberapa kawan minta suami saya membuat kerajinan dari aluminium lagi, karena bahannya relatif lebih ringan dan tidak mudah karat, dicobalah sama suami saya. Karena bakat, produk yang dihasilkan pun nampak bagus. Awal, kita dipercaya mengerjakan alat sembahyang, seperti Bokor,” jelasnya. 

Sebagai informasi, Bokor sendiri salah satu fasilitas “upakara” (media) yang dimanfaatkan oleh semua umat Hindu di Bali yang rata rata terbuat dari aluminium.

Produk bokor alumunium di Menyali mampu menyediakan arena lapang kerja baru bagi masyarakat desa yang mayoritas kehidupan mereka diisi bersama aktivitas pertanian dan perkebunan. Kategori dan ukuran masing-masing kerajinan bokor aluminium ini tidak sama dari yang paling mungil sampai yang paling besar, faktor ini disesuaikan dengan pihak yang memesan.

Motif dari masing-masing kerajinan bokor alumunium pun tidak sama, karenanya makin menambah keindahan kerajinan aluminium ini. Proses pengerjaan dan pemberian motif dari kerajinan bokor alumunium ini tidak memanfaatkan cetakan tapi dibuat secara tradisional menggunakan tangan.

Wujud motif yang dipahat terhadap aluminium ini pada umumnya menggunakan perangkat sederhana seperti palu, paku dan alat-alat yang lain.

Mulai dari alat sembahyang tersebut, kini bisnisnya telah menginjak usia 17 tahun. Saat ini, Bali Anugrah tidak hanya melayani alat upacara adat saja, tapi telah berkembang dalam membuat alat perlengkapan sehari-hari yang digunakan di rumah ataupun juga di hotel dan restaurant berupa tempat sampah, tempat tissu, bingkai foto dan masih banyak lagi. 

“Untuk pelanggan, kita banyak menerima pesanan dari hotel daerah Canggu, Nusa Dua, perusahaan pribadi hingga beberapa event yang memerlukan kotak souvenir, kita sediakan. Produk kita juga sudah ke luar pulau Bali, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur,” jelasnya. 

Bersama 4 orang pekerjanya, kini Ni Nyoman Santi Astiti saling bahu-membahu dalam menghasilkan pesanan yang terus merambah ke negara lain, seperti Australia dan Inggris.

“Biasanya mereka memesan tempat kue dan beberapa kotak perhiasan. Alasan mengapa kerajinan aluminium ini laris di pasaran Eropa, karena pengirimannya ini terbilang mudah dan murah, tidak sesulit mengurus dokumen pengiriman untuk bahan dasar besi, ini membuat mereka lebih merasa praktis untuk membeli produk aluminium” ungkapnya. 

Meski, produknya telah menjangkau pasar luar negeri. Tapi, harga yang ditawarkan tetap relatif murah, mulai dari Rp3.000 sampai Rp300.000, mengingat proses pembuatan masih dengan cara manual. Ini menjadi suatu strategi dari Ni Nyoman Santi Astiti dalam merespons persaingan dunia usaha, di mana sebagai pelaku usaha harus menerima persaiangan secara sehat.

Bagi dia, dengan memiliki banyak pengalaman kerja bersama banyak pihak, sudah menjadi suatu keuntungan yang sangat besar. Adanya repeat order juga menjadi suatu indikasi bahwa produknya diterima oleh pasar dan dia makin tertarik untuk terus mengembangkan bisnis ini, dari segi desain yang terus diupdate guna memanjakan setiap pandangan mata konsumen. 

Kolaborasi Bisnis Jadi Strategi Hasilkan Inovasi dan Perluasan Pasar

Berkat kejeliannya dalam membaca peluang serta kebutuhan yang diminati pasar, tak heran apabila bisnis Bali Anugrah selalu banjir orderan. 

Menurut Ni Nyoman Santi Astiti, untuk memasarkan produk usaha supaya lancar, tentu harus memiliki cara tersendiri dalam proses penjualan. Selain harus cermat dalam menentukan harga.

Hal lainnya yang harus diketahui adalah soal kualitas. Produk bisnis memang selalu menajdi tumpuan sebelum closing. Maka Ni Nyoman selalu menyesuaikan kualitas yang benar-benar bagus. Prinsip ada harga ada kualitas, selalu dia terapkan dalam bisnisnya agar meminimalisir kekecewaan pelanggan. 

Tak hanya itu, melakukan kolaborasi juga menjadi hal yang penting bagi Ni Nyoman untuk menciptakan kepuasan pelanggan. “Biasa, pelanggan itu butuh waktu cepat. Padahal, kerajinan itu kan butuh jarak waktu yang lumayan lama ya. Jadinya, kita harus pintar-pintar me-manage sumber daya manusia, Saya biasanya ikut memberdayakan usaha sekitar untuk membantu saya dalam menyelesaikan pesanan,” jelasnya.

Bahkan, terkadang dengan seringnya berkolaborasi dengan usaha sekitar, dia merasa makin punya peluang untuk memperluas target pasarnya.

“Tiap usaha apalagi kerajinan tangan itu, punya sesuatu yang jadi keunikannya. Sehingga, untuk saat ini saya selalu memberikan opsi kepada calon customer banyak contoh produk, agar mereka bisa memilih secara leluasa. Misal produk saya keunikannya ini dan produk usaha-usaha lainnya seperti ini, tinggal pilih dan cara ini terbukti efektif,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aluminium kerajinan tangan bali
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top