Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deretan Taipan Pemilik Perusahaan Rokok Raksasa di Indonesia

Berikut daftar pengusaha rokok dengan kapitalisasi besar di Indonesia.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 12 November 2022  |  11:45 WIB
Deretan Taipan Pemilik Perusahaan Rokok Raksasa di Indonesia
Ilustrasi rokok
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Terdapat beberapa nama pengusaha yang memiliki perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Adapun, industri rokok dan tembakau sendiri telah menjadi salah satu penyumbang pemasukan negara terbesar saat ini.

Bahkan, ketika cukai rokok naik yang berdampak pada kenaikan harga rokok, para perokok masih rela menyisihkan uang mereka untuk produk tersebut.

Tak heran, dengan tingginya konsumen rokok di tanah air, membuat sejumlah pengusaha rokok tercatat mampu mendulang kapitalisasi pasar perusahaannya hingga miliaran dolar AS. Lantas, siapa saja daftar pengusaha rokok terbesar di Indonesia? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Deretan Pengusaha Perusahaan Rokok di Indonesia

1. Putera Sampoerna

Putera Sampoerna merupakan pengusaha dibalik suksesnya perusahaan rokok Sampoerna. Bahkan, per November ini nilai kapitalisasi pasar tersebut mencapai US$6,80 miliar. Berdasarkan laporan dari Forbes, Putera Sampoerna sendiri memiliki harta kekayaan mencapai US$1,8 miliar atau mencapai Rp27 triliun.

2. Robert Budi Hartono dan Michael Hartono

Kakak beradik ini merupakan pengusaha dari Grup Djarum dan pemilik Bank Central Asia (BCA) dan Djarum. Di mana, kekayaan keduanya mencapai US$ 42,6 miliar. Saat ini, Djarum memasarkan produk kreteknya hingga Amerika Serikat.

3. Susilo Wonowidjojo

Susilo Wonowidjojo merupakan pemilik perusahaan Gudang Garam. Bahkan, produknya kini telah menguasai sekitar 20 persen pasar rokok Indonesia. Adapun, puncak tertinggi Gudang Garam dalam memproduksi rokok, yakni pada tahun 2021 dengan jumlah 91 miliar batang. Melansir dari Forbes, Gudang Garam didirikan pada tahun 1958 oleh sang ayah.

Kakak laki-lakinya, Rachman Halim, mengambil alih seperempat abad kemudian, dan menjalankannya sampai kematiannya pada tahun 2008.

Susilo menjabat sebagai presiden direktur sejak 2009; adiknya Juni Setiawati adalah presiden komisaris. Gudang Garam berekspansi ke bidang infrastruktur termasuk pembangunan dan pembangunan jalan tol pada tahun 2019, serta sedang membangun Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur. Adapun kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai US$2,72 miliar. Sementara, kekayaan Susilo sendiri mencapai US$4,8 miliar atau sekitar Rp74 triliun.

4. Djonny Saksono

Djonny Saksono merupakan pemilik dari PT Indonesian Tobacco, yang usahanya berfokus pada pengolahan daun-daun tembakau menjadi produk jadi berupa tembakau linting atau dan dikemas dalam kemasan kantong dalam gramasi. Melansir dari situs resminya, Djonny merupakan lulusan Bachelor of Science of Finance yang diperoleh dari Marshall Business School, University of Southern California, Los Angeles, USA dan lulus pada tahun 1988.

5. Willy Walla

Willy Walla merupakan pengusaha dari Wismilak sebuah perusahaan rokok Indonesia yang didirikan pada tahun 1962 di Surabaya. Pada tahun 2012, Wismilak sukses melakukan penawaran umum perdana saham Perseroan kepada masyarakat dan menjadi Perusahaan Publik, PT Wismilak Inti Makmur Tbk.

Sebelum berkarir di Wismilak, Willy Walla menyelesaikan pendidikan di bidang Matematika pada Chelsea College, University of London (1972). Saat ini, perusahaan Wismilak telah dikendalikan oleh sang anak, yaitu Ronald Walla dengan jabatan Presiden Direktur.

6. William Lumentut

William merupakan pengusaha dari PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) yang juga merupakan anggota British American Tobacco Group. Perusahaan ini adalah produsen rokok di Indonesia.

Adapun, berdasarkan situs resminya, William Lumentut merupakan Sarjana Teknik. Dia mengawali karier mulai dari industri FMCG dan perawatan kesehatan dari tingkat lokal, regional hingga global di 3 benua berbeda, Asia, Eropa dan Afrika dan sempat menjadi Consumer & Market Research Manager hingga Modern Retail Sales Lead di Procter & Gamble. Dirinya pun sempat menjadi Direktur Pemasaran L'Orea.

Di luar pekerjaan, William mendedikasikan dirinya untuk berbagai kegiatan di bidang pendidikan sebagai dosen tamu di berbagai universitas ternama di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia dan IMPI International Business School, serta kegiatan volunteering untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok Harga Rokok perokok emiten rokok merokok
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top