Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

10 Perusahaan Rokok Terbesar di Dunia, Ada Gudang Garam dari Indonesia

Gudang Garam dan Sampoerna Tbk masuk dalam jajaran 10 perusahaan rokok terbesar di dunia lho.
Gudang Garam/skyscrapercity.com
Gudang Garam/skyscrapercity.com

Bisnis.com, JAKARTA - Daftar perusahaan rokok terbesar di dunia terus mengalami pertumbuhan. Bahkan, sejumlah perusahaan rokok terbesar di dunia mampu mendulang kapitalisasi pasar hingga miliaran dolar AS.

Meski, banyak pakar menggambarkan industri tembakau sebagai salah satu yang paling sulit diprediksi. Salah satunya soal efek kesehatan negatif yang terkait produk tersebut. Namun di sisi lain, banyak perusahaan tembakau yang menjangkau pelanggan baru dengan mengembangkan produk alternatif seperti rokok kretek dan rokok mentol.

Dari sekian banyak produk rokok yang beredar, beberapa di antaranya diproduksi dari perusahaan rokok terbesar di dunia, di mana beberapa di antaranya berasal dari Indonesia. Lantas, perusahaan rokok apa saja? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Philip Morris International Inc

Philip Morris adalah perusahaan manufaktur rokok dan tembakau multinasional yang beroperasi di lebih dari 180 negara di seluruh dunia. Perusahaan tembakau terkemuka ini didirikan pada tahun 1837 dan berkantor pusat di New York.

Melansir dari Zippia, produk terlaris Philip Morris adalah merek rokok Marlboro yang terkenal secara internasional, yang menyumbang 80% dari seluruh penjualan global perusahaan setiap tahun. Mereka juga memiliki banyak merek rokok bernilai miliaran dolar lainnya seperti LM, ST Dupont Paris, dan Longbeach.

Selain tembakau habis pakai, Selain tembakau habis pakai, Phillip Morris juga memproduksi IQOS, sebuah alat pemanas tembakau tanpa asap. Adapun, berdasarkan Companies Market Cap pada Jumat (11/11/2022), kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai US$144,55 miliar.

2. Altria Group

Altria Group adalah salah satu produsen rokok, tembakau, dan produk nikotin terbesar di dunia yang berlokasi di Richmond, Virginia, Amerika. Altria dibentuk melalui merger pada tahun 1985 antara berbagai anak perusahaan Philip Morris Companies yang memisahkan diri sebagai organisasi independen mereka sendiri.

Bahkan, Reuters menyebutkan bahwa Altria telah setuju untuk membayar $ 2,7 miliar untuk hak eksklusif untuk menjual produk tembakau IQOS milik Phillip Moris untuk dipasarkan di Amerika Serikat. Adapun, nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai US$79,24 miliar.

3. British American Tobacco

BAT berasal dari Inggris Raya ini telah berhasil mengoperasikan dan menjual produknya di lebih dari 180 negara. Perusahaan ini memiliki banyak merek rokok populer seperti Kent, Lucky Strike, dan Dunhill. British American Tobacco mensponsori banyak organisasi untuk menjaga agar merek mereka tetap relevan di kalangan konsumen. Khususnya, perusahaan mensponsori London Symphony Orchestra dan Piala Dunia Kriket.

Bahkan, diketahui BAT turut mengadakan perjanjian dengan McLaren sebagai mitra utama dalam kejuaraan dunia FIA F1 2022. Untuk nilai kapitalisasi pasar saat ini mencapai US$86,99 miliar.

4. ITC Limited

ITC Limited menjual sekitar 81% rokoknya di India. Sisanya 19% dijual terutama di negara-negara Arab di Teluk Persia. Perusahaan ini memiliki banyak merek terkenal seperti Gold Flake Premium Lights, India Kings, dan Capstan. Adapun, kapitalisasi pasar perusahaan tersebut mencapai US$54,77 miliar.

5. Japan Tobacco Inc

Japan Tobacco Inc. telah menjadi pemasok produk rokok ke berbagai negara di dunia. Beberapa produk rokok yang terkenal dari Japan Tobacco, antara lain Winston, Camel, dan Benson Hedges. Nilai kapitalisasi perusahaan ini mencapai US$34,83 miliar

6. Imperial Brands

Imperial Brands adalah perusahaan rokok multinasional asal Britania Raya ini berhasil menjual produknya di lebih dari 160 negara di seluruh dunia. Selain Rizla, kertas linting paling populer di dunia. Beberapa merek terkenal lainnya yaitu Davidoff, Gauloises Blondes, dan Montecristo. Saat ini, kapitalisasi pasar perusahaan sebesar US$23,20 miliar.

7. Swedish Match

Swedish Match adalah perusahaan tembakau multinasional Swedia yang berkantor pusat di Stockholm. Beberapa produk terkenalnya antara lain General, Longhorn, Redman, dan Zyn. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini sebesar US$16,67 miliar

8. KT&G Corporation

Selanjutnya, perusahaan rokok terbesar di dunia ialah berasal dari Korea Selatan. KTG menguasai lebih dari 60% pasar rokok di negara itu dan sisanya menjual produknya secara internasional, yang didominasi oleh pasar Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Merek rokok KTG yang paling laris dan paling mapan adalah Esse, Carnival, Pine Prime, dan Bohem. Di mana, kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai US$8,37 miliar.

9. PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Salah satu perusahaan tembakau Indonesia yang satu ini telah menguasai lebih dari 30 persen pasar rokok Indonesia lebih dari satu dekade lamanya. Saat ini, Sampoerna telah berafiliasi dengan Philip Morris dan mengkhususkan diri pada rokok kretek (cengkeh) buatan mesin terutama melalui merek Sampoerna A yang didirikan pada 1989. Adapun, per November ini nilai kapitalisasi pasar tersebut mencapai US$6,80 miliar.

10. PT Gudang Garam Tbk

Terakhir, ialah perusahaan asal Indonesia, yaitu Gudang Garam. Di mana, produk ini telah menguasai sekitar 20% pasar rokok Indonesia dan memiliki beberapa produk rokok tradisional dan kretek yang masih eksis hingga saat ini. Perusahaan ini didukung oleh SDM yang mencapai lebih dari 14 ribu orang. Adapun kapitalisasi pasar perusahaan ini mencapai US$2,72 miliar


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper