Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mendiang Petr Kellner, Pendiri Home Credit yang Diakuisisi Senilai Rp3,4 Triliun di Indonesia

Mendiang Petr Kellner pendiri  perusahaan investasi PPF, induk usaha Home Credit yang sudah ada di Indonesia sejak 2013
Petr Kellner/ppfgroup
Petr Kellner/ppfgroup

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pemberi pinjaman biaya, Home Credit, telah resmi diakuisisi oleh sejumlah mitra yang berinvestasi di Indonesia. 

Berdasarkan keterangan resminya, Home Credit Indonesia baru saja merampungkan proses akuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dari Jepang, Bank of Ayudhya Public Company Limited (Krungsri), dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tblk. (ADMF). 

Aksi korporasi itu akhirnya rampung setelah 10 bulan sejak pengumuman awal akuisisi konsorsium MUFG terhadap Home Credit. 

Pada November 2022, grup tersebut mengumumkan kesepakatan bahwa Krungsri, Adira Finance (ADMF), dan investor lokal akan membeli masing-masing 75 persen, 10 persen, dan 15 persen atas saham Home Credit Indonesia. 

Kesepakatan pengambilalihan tersebut diselesaikan dengan perkiraan nilai akuisisi sebesar 209 juta euro atau sekitar Rp 3,4 triliun. 

Transaksi tersebut dilakukan dengan tujuan mendukung operasional bisnis Home Credit Indonesia agar dapat menyediakan akses pembiayaan secara berkelanjutan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia sekaligus mengembangkan Home Credit Indonesia berdasarkan keahlian yang dimiliki oleh Krungsri.

Di balik berdirinya Home Credit, ada nama mantan orang terkaya di Republik Ceko. Melansir Forbes, mendiang Petr Kellner merupakan pendiri Home Credit sebagai mantan orang terkaya di Republik Ceko dengan kekayaan US$17,5 miliar. 

Pria kelahiran tahun 1964 itu meninggal dunia pada usia 56 tahun dalam kecelakaan helikopter di Alaska dalam perjalanan unuk heli-ski pada Maret 2021. Dalam kecelakaan tersebut, Kellner meninggalkan seorang istri dan empat anaknya.

Dia memulai bisnisnya di dunia finansial dengan membangun perusaahaan dana investasi yang ingin dia gunakan untuk membeli saham pengendali di perusahaan asuransi terbesar di Ceko selama privatisasi.

Melansir PPF Group, Kellner lahir pada tahun 1964 di Česká Lípa, Cekoslowakia dan menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Liberec. 

Kellner merupakan seorang lulusan Universitas Ekonomi, Fakultas Ekonomi Industri Praha, pada tahun 1986.

Pada akhir 1980-an, dia sempat bekerja sebagai asisten produksi di Barrandov Studios, bahkan menjadi cameo dalam film Time of the Servants yang dirilis pada 1989.

Dia juga sempat bekerja di perusahaan Ceko Impromat, importir dan penjual mesin fotokopi Ricoh. Saat bekerja di perusahaan itu, dia bertemu Milan Maděryč dan Milan Vinkler.

Dia kemudian mendirikan perusahaan investasi PPF (First Privatization Fund) dengan Milan Vinkler, dan Pada 1992, dia mengubah nama perusahaan tersebut dari First Investment Fund dan sukses menggengam saham lebih dari 200 perusahaan dengan total nominal 5 miliar koruna atau setara dengan Rp3,35 triliun. 

PPF kemudian mendirikan Home Credit pada 1997 di Republik Ceko, sebagai penyedia pembiayaan konsumen internasional yang beroperasi di delapan negara. 

Home Credit memiliki misi memberikan pinjaman kepada orang-orang yang memiliki sedikit atau tanpa riwayat kredit. dengan persyaratan yang sederhana, mudah dan cepat.

Di Indonesia, Home Credit memulai operasinya pada 2013 setelah menjalin usaha patungan dengan mitra lokal, PT SL TRIO. Berdirinya Home Credit di Indonesia juga menandai usaha patungan pertama dalam sejarah Home Credit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper