Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok di Balik BYD, Perusahaan Mobil Listrik yang Lampaui Pertumbuhan Tesla

Sosok di balik perusahaan mobil listrik BYD yang penjualannya telah menyalip Tesla
Wang Chuanfu/reuters
Wang Chuanfu/reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan asal China, BYD, kini telah resmi menjadi penjual kendaraan listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, menggulingkan Tesla dari posisi teratasnya sejak memperkenalkan sedan mewah Model S pada 2012.

Pada awal tahun ini, BYD mengumumkan pengiriman pada kuartal keempat 2023 sekitar 526.000 kendaraan listrik, naik dari sekitar 432.000 unit yang dikirimkan pada kuartal ketiga 2023. 

Sementara itu, Tesla mengirimkan sekitar 435.000 unit pada kuartal ketiga, mengalahkan BYD. Namun Tesla tidak dapat mengimbanginya, dengan mengirimkan sekitar 485.000 unit pada kuartal keempat.  

BYD membuat kendaraan listrik baterai, atau BEV, serta hibrida plug-in. BYD menjual lebih banyak mobil daripada Tesla untuk pertama kalinya pada kuartal kedua 2022. BYD telah mengejar Tesla dan mendapatkan mahkota penjual BEV terbesar sejak saat itu.

BYD melakukannya karena menawarkan produknya dengan harga terjangkau. Kendaraannya rata-rata dijual dengan harga di bawah US$30.000. Kendaraan Tesla rata-rata masih berharga US$40.000, bahkan setelah semua pemotongan harga pada 2023.

Tesla mempertahankan posisi teratas sepanjang 2023. Tesla mengirimkan sekitar 1,8 juta BEV, sementara BYD mengirimkan sekitar 1,6 juta BEV. Secara keseluruhan, BYD mengirimkan lebih dari 3 juta mobil penumpang untuk pertama kalinya pada tahun lalu.

Sosok di Balik BYD

Di balik BYD Automotive ada nama Wang Chuanfu yang telah memimpin BYD menjadi perusahaan kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan. 

Melansir Fortune, Wang merupakan pria yang berasal dari sebuah di salah satu provinsi termiskin di China. Dia lahir pada 1966 dan sudah menjadi yatim piatu saat remaja. 

Kendati demikian, Wang berhasil meraih banyak prestasi sehingga bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Dia mempelajari kimia fisik metalurgi di Central South Industrial University, yang sekarang menjadi Central South University dan lulus pada 1987. 

Dia kemudian melanjutkan untuk mendapatkan gelar master pada 1990 dari Beijing Non-Ferrous Metal General Research Institute.

Wang mendirikan BYD sebagai perusahaan baterai isi ulang pada pertengahan 1990-an. Kini, selain menjadi yang terbesar di dunia, perusahaannya juga didukung oleh Berkshire Hathaway milik Warren Buffett yang memiliki sekitar 8 persen saham BYD, setelah pertama kali menginvestasikan US$230 juta untuk 10 persen saham pada 2008.

Adapun, mengutip Forbes, kekayaan Wang kini sudah mencapai US$q4,6 miliar dan berada di urutan 126 orang terkaya di dunia. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper