DUNIA ANAK: Makin banyak bayi dengan kepala asimetri?

JAKARTA:  Bayi dengan bentuk kepala asimetri, seperti bagian pipih di tengkorak belakang, kian meningkat di Amerika Serikat sejak kampanye tidur telentang digagas untuk pada 1994 untuk mencegah sindrom kematian mendadak bayi.
News Editor | 28 April 2012 04:41 WIB

JAKARTA:  Bayi dengan bentuk kepala asimetri, seperti bagian pipih di tengkorak belakang, kian meningkat di Amerika Serikat sejak kampanye tidur telentang digagas untuk pada 1994 untuk mencegah sindrom kematian mendadak bayi.

 

"Tidak ada keraguan bahwa kita semua di sebagai negara mulai menempatkan bayi untuk tidur telentang, kejadian [sindrom kematian bayi mendadak] menurun secara signifikan," ujar Sherilyn Driscoll, direktur kedokteran rehabilitasi pediatrik di Mayo Clinic di Rochester dikutip HealthDay.

 

Namun, secara bersamaan, kejadian posisi plagiocephaly, atau kepala-bentuk asimetri disebabkan oleh posisi tidur bayi juga meningkat.Driscoll mengatakan bentuk kepala asimetri umumnya mudah diobati tettapi waktu menjadi hal yang sangat penting. Pengobatan harus dilakukan sementara tengkorak masih terus berkembang dan sebelum tulang tengkorak telah menyatu dan bintik-bintik lembut telah ditutup.Kepala-bentuk asimetri harus ditangani secepat itu diperhatikan. Salah satu metode, yang disebut reposisi, melibatkan waktu diawasi perut untuk bayi saat mereka terjaga atau menunjukkan kepada mereka mainan dan mendorong mereka untuk beralih ke sisi, kata Driscoll.Jika pendekatan ini tidak berhasil, helmeting terapi dapat membantu tulang tengkorak tumbuh dalam arah yang benar. Helm tidak menekan pada atau membentuk kembali tengkorak bayi, Driscoll mengatakan dalam rilis.

 

Helmeting terapi paling efektif jika dimulai pada 4 bulan sampai 6 bulan. Pada saat bayi mencapai satu tahun, hanya koreksi minimal bentuk kepala dapat dicapai.Orang tua yang melihat kepala-bentuk asimetri pada bayi berusia kurang dari 4 bulan bisa bertemu dengan spesialis untuk membahas cara-cara untuk memposisikan bayi - di kursi mobil misalnya - dan strategi untuk mendorong bayi untuk memutar kepalanya ke arah samping yang kurang rata, Driscoll mengatakan.Dia juga menekankan bahwa bayi dengan bentuk kepala asimetri kebutuhan untuk dilihat oleh seorang spesialis yang dapat menentukan apakah bentuk ini disebabkan posisi tidur bayi atau sebab-sebab lainnya."Ada yang kurang umum beberapa kondisi perhatian yang lebih besar, seperti craniosyntosis, yang dapat menyebabkan kepala-bentuk asimetri, dan mereka harus dikesampingkan dulu," kata Driscoll. (arh)

 

+  JANGAN TINGGALKAN ARTIKEL LAINNYA:

 

> Perkembangan Harga EMAS ANTAM

> Indonesian IDOL Pekan Ini: Rosa Selamat, SANDY Pulang

> Yahoo! dan FACEBOOK berseteru kian PANAS

> Yang UNIK: Bagaimana Bisa Hamil Kembar 9?

> Laba BRI gila: Rp4,2 Triliun, Tiga Bulan Saja

> Bang YOS pun Ngeluh kok TRANS JAKARTA Memburuk

Sumber : Aprika R. Hernanda

Tag :
Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top