Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KERAJINAN TANGAN: Aneka Laba Boneka Unik

Pamor boneka tak pernah pudar. Sedari dulu, benda satu ini memang sangat digandrungi. Penggemarnya tak terbatas pada anak kecil saja, tetapi juga orang dewasa.
Marsya Nabila
Marsya Nabila - Bisnis.com 03 April 2016  |  19:25 WIB
Uang muka tersebut bisa digunakan untuk memproduksi boneka yang dipesan konsumen. - Bisnis.com
Uang muka tersebut bisa digunakan untuk memproduksi boneka yang dipesan konsumen. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pamor boneka tak pernah pudar. Sedari dulu, benda satu ini memang sangat digandrungi. Penggemarnya tak terbatas pada anak kecil saja, tetapi juga orang dewasa. Begitu pula dengan fungsinya yang juga semakin meluas.

Pasar yang semakin besar dan fungsi yang semakin meluas ini tentu saja membuka peluang bagi pelaku usaha yang bermain di sektor tersebut. Namun, sadar akan kompetisi pasar yang semakin ketat, apalagi di tengah massalnya produk boneka buatan pabrik besar dengan kualitas yang sudah dikenal, sejumlah pelaku usaha pun tak kehabisan ide untuk menyerbu pasar.

Lewat ide dan kreativitas tangan, mereka mampu menghasilkan boneka unik yang tetap bisa diterima pasar. Umumnya, para pelaku usaha ini menyasar para pencinta boneka yang gemar mengoleksi aneka boneka. Selain itu, mereka juga menyasar pasar boneka sebagai suvenir atau buah tangan dalam berbagai acara.

Berbagai varian baru boneka ini nyatanya bisa diterima pasar dengan antusias. Para pencinta boneka rela berburu berbagai boneka unik tersebut untuk ditambahkan dalam koleksi mereka. Begitupula dengan para pemburu kado yang berniat memberikan hadiah unik bagi orang-orang terdekatnya. Berbagai boneka unik ini umumnya diproduksi ala bisnis rumahan.

Bahan dasar produksi juga terhitung cukup sederhana, sebut saja kain flanel, busa sebagai pengisi badan boneka, dan jarum jahit. Seluruh proses produksi sepenuhnya dilakukan dengan tangan. Alhasil, karya yang dihasilkan bisa dibilang unik karena tidak diproduksi secara massal.

Mengingat barang yang dihasilkan bersifat eksklusif, rata-rata pelaku usaha memberlakukan sistem penjualan secara pre-order. Desainnya pun sesuai dengan permintaan konsumen. Umumnya, masa waktu pemesanan yang ditawarkan pelaku usaha tidak lebih dari seminggu. Bagi konsumen, model penjualan tersebut tentu sangat menguntungkan karena konsumen dapat memperoleh barang sesuai dengan keinginannya.

Apabila desain awal tidak sesuai, mereka pun bisa mengajukankomplain. Di sisi lain, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen, yaknimenjaga agar proses produksi tidak terlalu memakan waktu dan barang yang dihasilkan sesuai dengan keinginan konsumen, demi terjadinya pemesanan kembali (repeat order).

Keuntungan lain, pelaku usaha pun dapat menekan ongkos produksi karena biasanya konsumen telah membayar sejumlah uang pada saat memesan boneka yang diinginkan. Uang muka tersebut bisa digunakan untuk memproduksi boneka yang dipesan konsumen. ()

1 dari 4 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerajinan tangan usaha boneka
Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (3/4/2016)
Editor : Fatkhul Maskur
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top