PELUANG BISNIS: Garasi Rumah Jadi Bengkel Cuci Sepatu

Makin tingginya permintaan, menjadi salah satu pemicu terus bertumbuhnya layanan jasa mencuci sepatu. Termasuk bisnis yang dilakukan Johanes Imanuel.
Linda Teti Silitonga | 14 Januari 2018 14:46 WIB
Berbisnis cuci sepatu. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Makin tingginya permintaan, menjadi salah satu pemicu terus bertumbuhnya layanan jasa mencuci sepatu. Termasuk bisnis yang dilakukan Johanes Imanuel.

Pria usia 34 tahun itu memang masih terbilang sebagai pemain baru dalam bisnis laundry sepatu. Usahanya baru  dijalankan selama enam bulan.

“Untuk saat ini, hanya menerima cuci sepatu dan belum ke barang lainnya,” kata Johanes yang membuka penatu sepatu dengan merek Schoon Shoe Laundry.

Mengingat masih terbatasnya modal, Johanes memilih garasi rumah sebagai tempat usaha jasa cuci sepatunya.

“Dirumah pun bisnis ini bisa dijalankan, [karena] tidak dibutuhkan tempat atau ruangan khusus untuk mencuci sepatu,” kata Johanes.

Tentunya , ujar dia, semua harus juga didukung dengan  promosi yang tepat.

Johanes menggencarkan layanan jasa mencuci sepatu dengan cara pemasaran konvesional, online, dan informasi dari mulut ke mulut.

Pemasaran konvesional dilakukan dengan memasang spanduk, menyebarkan brosur ke perumahan sekitar lokasi bisnisnya.

Pemasaran online dilakukan dengan cara membuat akun sosial media Schoon Shoe Laundry. Johanes juga disokong keluarga, teman untuk membagikan informasi mengenai Schoon Shoe Laundry di akun sosial media mereka. “Mereka buzzer yang efektif dan tidak membutuhkan biaya.”

Johanes juga menerima jasa mencuci sepatu dari pelanggan yang lokasinya jauh, yaitu dengan cara menjemput ke lokasi dan mengantarkannya.

Dia mengemukakan cara jemput dan antar kembali, juga sekaligus bisa menjadi cara untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan karena bisa menanyakannya langsung ke konsumen.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen, Johanes memberikan servis mencuci sepatu sebersih mungkin, dan selalu berusaha tepat waktu dalam penyelesaiannya.

Hal lainnya yang dia lakukan berkata jujur jika memang ada bagian dari sepatu yang tidak bisa bersih sempurna, karena kotor yang dibiarkan terlalu lama jika dipaksakan dicuci justru akan merusak material sepatu.

“Lebih baik jujur jika ada kotor yang tidak bisa dipaksakan dibersihkan, dibandingkan bersih tapi merusak material sepatu,” kata Johanes.

Dalam sebulan, Schoon Shoe Laundry mendapatkan order 15 hingga 30 pasang sepatu dengan servis pekerjaan yang berbeda, seperti mencuci dan mengecat.

Dikemukakannya, yang paling banyak yang dicuci adalah jenis sepatu sneaker berbahan kanvas. Mengingat sepatu jenis dikenakan sehari–hari.

Biaya untuk mencuci sepasang Rp25.000 untuk sepatu anak, dan Rp.50.000 untuk sepatu orang dewasa.

“Biaya tersebut masih terjangkau walaupun mungkin sepatu yang dicuci pelanggan harganya tidak terlalu mahal, karena pelanggan ingin sepatunya bersih kembali. Jika mereka mencuci sendiri tidak terlalu bersih,” kata Johanes.

Johanes sendiri tertarik menjalankan bisnis laundry sepatu setelah mendapat informasi saat mendapatkan informasi dari sopir transportasi online adanya peluang membuka usaha jasa mencuci sepatu.

Setelah mencari tahu mengenai bisnis penatu sepatu dan juga cara membersihkan alas kaki, Johanes mulai membeli peralatan yang dibutuhkan dan mempraktikkannya.

Johanes yang pernah kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta jurusan broadcasting, memutuskan untuk membuka usaha penatu sepatu di samping menjadi independent marketing properti.

“Dilihat dari latar belakang pendidikan dan riwayat karier memang tidak berkaitan dengan bisnis laundry sepatu, tapi saya melihat peluang bisnis ini bagus untuk dijalani dengan modal yang tidak terlalu besar. Tergantung kita mau membuat laundry sepatunya seperti apa,” kata Johanes.

Alasan lainnya menjalankan usaha mencuci sepatu, mengingat  penghasilan menjadi marketing properti tidak tetap, dan tidak ada pemasukan yang reguler. “Jadi saya harus menjalankan usaha yang bisa menghasilkan uang harian atau bulanan.”

Dengan kondisi bisnisnya saat ini yang masih di garasi rumah, Johanes mengatakan tidak gentar menghadapi pesaing yang telah lebih dulu merintis usaha ini dan telah memiliki banyak gerai.

Strategi menghadapi pesaing, ujarnya, dengan mencari tahu plus dan minus kompetitor, lalu menerapkan kelebihan pesaing kepada pelanggan.

Dia mengemukakan perkiraan modal yang harus disediakan adalah Rp3 juta hingga Rp 5 juta, di luar sewa kios.

Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan cuci sepatu, sabun sepatu, kantong sepatu, bon, stiker atau memproduksi peralatan promosi  atau pemasaran lainnya. 

“Target usaha satu tahun kedepan adalah mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan lebih banyak mendapatkan pelanggan baru. Meningkatkan cara promosi lainnya dengan menggunakan promosi berbayar atau mungkin bisa membuka gerai,” kata Johanes. (Linda T. Silitonga)

Perhitungan bisnis

Modal                                             Besaran (Rp)

Beli peralatan*                               1 juta – 1,5 juta

Beli bahan pembersih**                 0,5 juta- 1 juta

Prospek Laba/sepasang sepatu       25.000

 

*Diperkirakan bertahan setahun

**Sabun, cairan pembersih, cat sepatu. Sabun bisa habis kurang lebih untuk 50 - 70 pasang sepatu..

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top