Honda Kembangkan Kurikulum Teknis Motor ke Indonesia Timur

PT Astra Honda Motor memperluas kontribusinya di bidang pendidikan vokasi industri ke Indonesia Timur.
Nurudin Abdullah | 30 Januari 2018 20:51 WIB
Siswa SMK merakit sepeda motor. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Honda Motor memperluas kontribusinya di bidang pendidikan vokasi industri ke Indonesia bagian timur yang mengimplementasikan Kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda, yaitu di Ambon, Maluku.

Deputy Head of Corporate Communication Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, mengatakan implementasi kurikulum TBSM sebagai bagian dari upaya berkontribusi aktif dalam mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang otomotif.

“Program ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan pendidikan vokasi industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang dimulai di SMK Negeri 4 Ambon, Maluku,” ujarnya pada Selasa (30/1/2018).

Menurut, AHM berusaha terus memperluas pengembangan program link and match yang menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dan dunia industri di seluruh wilayah di Tanah Air.

Dengan penambahan satu SMK binaan di Kota Ambon, lanjutnya, kini AHM telah memiliki 29 SMK binaan di wilayah Indonesia Timur yang mengimplementasikan kurikulum TBSM Astra Honda.

“Secara keseluruhan, kini jumlah SMK binaan AHM di seluruh Indonesia tercatat 664 SMK yang tersebar di 31 provinsi di Tanah Air,” kata Muhib.

AHM memberikan donasi kepada SMK berupa sepeda motor Honda dan seperangkat special tools.

Muhib menjelaskan AHM bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2010 mengembangkan kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) Astra Honda.

Kurikulum tersebut dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan terhadap alumni SMK yang cerdas dan mampu berkontribusi signifikan terhadap kemajuan perekonomian masyarakat.

“AHM mulai memperluas fokus pembinaan generasi muda SMK tidak hanya ahli di bidang teknik otomotif sepeda motor, namun juga pandai berwirausaha,” ujarnya.

Tag : honda, sepeda motor
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top