Mendulang Omzet Bisnis Jurnal Kreatif Lewat Komunitas

Beragam karakter dibuat Opi mulai dari wanita berhijab hingga desain beragam ungkapan sehari-hari yang banyak digunakan.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  09:15 WIB
Mendulang Omzet Bisnis Jurnal Kreatif Lewat Komunitas
Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi penggemar creative journaling, jurnal atau catatan tidak hanya berfungsi sebagai catatan atau pengingat semata. Namun, sebagai media kreasi untuk menggambar, handlettering, hingga kolase.

Karena bersifat hasil kreasi, tidak ada batasan isi dari jurnal. Review film, catatan sehari-hari, foto momen-momen penting, hingga kutipan menarik bisa menjadi salah satu bagian dari creative journaling.

Membiasakan diri membuat catatan harian diyakini mampu membantu untuk menenangkan pikiran hingga mengenali diri sendiri atas apa yang telah dan akan dilakukan.

Guna mendukung hobi journaling tersebut, tentunya diperlukan 'alat perang', ibarat pelukis dengan kanvas dan kuasnya. Peralatan yang diperlukan untuk creative journaling tentunya adalah buku jurnal, lem untuk menempel memorabilia seperti tiket, foto, atau apapun yang dianggap berkesan, serta beragam alat tulis.

Dari peralatan tersebut, penikmat journaling sudah bisa berkreasi di atas buku jurnalnya. Komunitas penggemar creative journaling pun sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Komunitas ini kerap mengadakan pertemuan dan berbagi informasi terkait creative journaling mulai dari pernak pernik, jenis buku jurnal yang berkualitas, hingga sekadar duduk bersama dan melakukan kegiatan journaling.

Seiring dengan semakin banyaknya peminat yang ingin menekuni hobi ini, tidak heran mulai banyak bermunculan toko-toko online yang menyediakan beragam bentuk dan desain peralatan creative journaling. Selai itu juga ada komunitasnya, seperti Komunitas Planner Addict Indonesia.

Handmade

Berawal dari pertemuan Novi Khaesarani atau yang kerap disapa Opi dengan Komunitas Planner Addict Indonesia membawanya untuk memulai menjalankan usaha perlengkapan creative journaling.

“Susah dapat printilan yang handmade, kalau seperti produk-produk liar banyak. Tapi enggak ngena sama kondisi di Indonesia,” ujar Opi mengawali ceritanya.

Dari sanalah ide untuk membuat beragam stiker untuk mempercantik tampilan buku jurnal berasal. Beragam karakter dibuat Opi mulai dari wanita berhijab hingga desain beragam ungkapan sehari-hari yang banyak digunakan.

Menurutnya, dengan menggunakan beragam karakter dan juga istilah-istilah yang banyak dipakai sehari-hari membuat kegiatan journaling menjadi lebih menyenangkan. Desain-desain tersebut dikerjakan Opi bersama dengan suaminya yang juga bekerja sebagai seorang ilustrator.

“Kalau produk di @paforopi memang semua handmade. Saya buat sendiri karakternya, desain sendiri. Tapi untuk proses cetaknya masih masuk ke print shop. Tapi setelah itu semua proses cutting dan pengiriman ke pelanggan saya lakukan sendiri,” ujar wanita 39 tahun ini.

Lantaran berawal dari memenuhi kebutuhan kawan-kawan penggemar journaling dalam komunitas, Opi tidak mematok harga tinggi untuk setiap stiker set yang dibuatnya. Rentang harga dipatok mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000.

Biasanya, Opi menentukan harga berdasarkan ukuran stiker, jumlah stiker dalam satu set, hingga tingkat kesulitan dalam mendesain stiker tersebut.

Seiring dengan mulai maraknya creative journaling saat ini, Opi mengaku adanya peningkatan penjualan dari usahanya tersebut. Pasalnya, karakter dan desain baru terus dikeluarkan guna menjaga permintaan para pelanggan lama.

Repeat order cukup banyak karena desain-desain baru kan tetap ada. Selain itu [desain] yang lama juga masih tetap bisa dipesan. Siapa tahu kan ada yang masih ingin pakai desain lama untuk journaling,” ujarnya.

Membutuhkan banyak ide untuk menjalankan bisnisnya ini diakui Opi bukanlah sebagai kendala. Pasalnya, saat ini Opi menilai beragam hal bisa dijadikan ide untuk membuat desain stiker. Bahkan, tidak jarang ide berasal justru dari para pelanggannya yang secara khusus meminta desain tertentu.

“Enggak cuma soal desain, sampai ukuran pun kadang kita dapat masukan dari pelanggan. Bikin ukuran seperti apa bagusnya,” lanjutnya.

Opi melihat peluang masih banyaknya minat para penggemar journaling yang ingin mempercantik tampilan buku jurnalnya tetapi sering terkendala dengan kemampuan menggambar dan menulis indah.

Untuk itulah, Opi berusaha menyediakan alternatif lain untuk membantu menyalurkan hobi para penggemar creative journaling tersebut.

“Enggak semua orang kan bisa gambar dan hand lettering yang menulis indah itu. Nah mereka kan tetap butuh sesuatu untuk berkreasi dengan jurnalnya.”

Mulai banyaknya para penggemar creative journaling yang membuka bisnis serupa bagi Opi justru sebagai sebuah peluang. Pasalnya, masing-masing memiliki karakteristik sendiri.

Selain itu, produk yang ditawarkan pun mulai beragam yang dinilai semakin memudahkan para penggemar creative journaling untuk memilih dan melanjutkan kreasinya.

“Kalau di Paforopi memang identik dengan desain yang agak bold atau warna-warna terang. Selain itu kita punya banyak karakter yang dibuat sendiri yang tidak ada di toko,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top