8 Tips Membuat Nama Perusahaan Agar Mudah Diingat

Karena itu, nama sebuah perusahaan sangatlah penting. Seperti halnya nama pada orang, maka nama pada perusahaan juga sebagai jati diri dan pengenalan pada lingkungan sekitar.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  12:26 WIB
8 Tips Membuat Nama Perusahaan Agar Mudah Diingat
UU Perseroan Terbatas. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Nama perusahaan adalah identitas diri dari bisnis yang dilakoni. Ini juga sebagai brand yang akan melekat selama bisnis terus berjalan.

Karena itu, nama sebuah perusahaan sangatlah penting. Seperti halnya nama pada orang, maka nama pada perusahaan juga sebagai jati diri dan pengenalan pada lingkungan sekitar.

Memilih nama perusahaan itu cukup tricky. Karena Anda harus memilih nama yang catchy dan mudah diingat. Tujuannya, agar klien atau masyarakat bisa dengan mudah mencari nama perusaaan ketika membutuhkan jasa atau produk yang disediakan perusahaan Anda.

Berikut tips membuat nama perusahaan agar mudah diingat seperti dilansir dari enterpreneur.com :

1. Familiar

Nama yang familiar memainkan peran yang lebih besar dalam kemampuan mengingat nama merek daripada fitur linguistik dari nama tersebut.

2. Pengulangan

Pengulangan adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat nama perusahaan menjadi lebih dikenal. Misalnya, AT&T adalah salah satu pembelanja terbesar untuk iklan, tahun demi tahun, memakai nama yang mengulang dari brand merknya.

3. Berima

Nama yang berima membantu dalam ingatan. Sementara sajak umum dalam banyak format, teknik ini sangat umum dengan merek yang berkaitan langsung dengan konsumen.

4. Ejaan yang tidak biasa

Penelitian mengatakan ejaan yang tidak biasa dapat membuat nama lebih berkesan.  Ejaan yang tidak biasa dikombinasikan dengan kata berima memperkuat kemungkinan daya ingat suatu produk. Tren ejaan yang tidak biasa adalah umum di pertengahan abad ke-20 dan telah menjadi umum kembali, terutama online.  Misalnya saja Kraft, Krispy Kreme.

5. Onomatopoeia

Ini adalah kata besar untuk ide sederhana. Beberapa kata terdengar seperti apa yang diwakilinya: jepret, kresek, pop, twitter. Beberapa merek menggunakan alat ini, seperti zip di Zipcar. Ini membuatnya terdengar lebih mudah dan lebih cepat untuk digunakan.

6. Konsonan Keras Awal

Menurut penelitian dalam studi membaca, kata-kata yang dimulai dengan konsonan keras (t, k, p, d, g, v) lebih mudah diingat daripada kata-kata yang dimulai dengan vokal atau konsonan yang lebih lembut. Mereka juga dianggap lebih kuat. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan konsonan dan penempatannya dapat memengaruhi persepsi gender suatu merek.

7. Permainan kata

Permainan kata adalah nama yang mempermainkan fakta bahwa beberapa kata terdengar mirip tetapi memiliki arti yang sangat berbeda. Beberapa contoh misalnya Wok This Way.

8. Nama sesuai Merek

Beberapa nama terdengar cocok dengan nama-nama lain dalam suatu industri. Nama-nama semacam ini cenderung lebih mudah diingat. Sebagai contoh, dalam sebuah artikel Jurnal Pemasaran 1998, "Pengaruh Saran Nama Merek pada Penarikan Iklan," para penulis mengklaim nama "PicturePerfect Televisions" lebih baik untuk diingat daripada "Emporium Television." PicturePerfect terdengar lebih seperti nama merek TV daripada Emporium, sehingga memenuhi harapan konsumen bisa positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tips bisnis

Sumber : Enterpreneur

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top