Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow, Kekayaan Mark Zuckeberg Lampaui US$100 Miliar

Kekayaan bersih Zuckerberg sebagian besar berasal dari 13% sahamnya di Facebook.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  09:46 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Kekayaan bersih Mark Zuckerberg tercatat melampaui US$100 miliar untuk pertama kalinya pada Kamis (5/8), setelah Facebook Inc. mencapai rekor optimisme tertinggi setelah pengumuman bahwa pihaknya akan merilis aplikasi pesaing TikTok, Reels.

"Pria berusia 36 tahun itu bergabung dengan sesama raksasa teknologi Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai satu-satunya orang di dunia yang saat ini berstatus centibillionaire," menurut Bloomberg Billionaires Index, seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (7/8).

Kekayaan bersih Zuckerberg sebagian besar berasal dari 13% sahamnya di Facebook.

Pendiri perusahaan teknologi terbesar di Amerika ini telah menikmati akumulasi kekayaan yang mencengangkan tahun ini karena pandemi virus corona mendorong lebih banyak orang untuk online, meskipun ekonomi AS mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam sejarah. Zuckerberg telah memperoleh pendapatan sekitar US$ 22 miliar tahun ini.

Sementara untuk Bezos, angkanya naik lebih dari US$75 miliar.

Angka-angka fantastis tersebut telah menempatkan para perusahaan Big Tech di bawah pengawasan yang lebih ketat, dengan Zuckerberg, Bezos, Chief Executive Officer Apple Inc., Tim Cook, dan bos Alphabet Inc., Sundar Pichai, yang dipanggil untuk bersaksi depan Kongres bulan lalu guna membela tuduhan bahwa kekuatan dan pengaruh mereka kini telah di luar kendali.

Lima perusahaan teknologi Amerika terbesar - Apple, Amazon.com Inc., Alphabet, Facebook, dan Microsoft Corp. - saat ini memiliki penilaian pasar yang setara dengan sekitar 30% dari produk domestik bruto AS, hampir dua kali lipat dari 2018.

Menanggapi kondisi ini, Senator AS Bernie Sanders, berencana untuk memperkenalkan undang-undang untuk mengenakan pajak atas apa yang disebutnya "perolehan kekayaan yang tidak wajar" selama krisis virus corona.

"Undang-Undang Pajak Miliarder" akan mengenakan pajak sebesar 60% dari peningkatan kekayaan bersih orang-orang super kaya dari 18 Maret hingga akhir tahun dan menggunakan pendapatan tersebut untuk menutupi biaya perawatan kesehatan bagi semua orang Amerika.

Zuckerberg, yang mendirikan raksasa media sosial itu dari kamar asramanya di Universitas Harvard pada 2004, mengatakan dia berencana untuk membagikan 99% saham Facebooknya selama hidupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook Mark Zuckerberg
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top