Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

7 Tips Menjaga Pertumbuhan Perusahaan Tumbuh Saat Pandemi

Waktu terus berjalan, berdiam diri di rumah bukan merupakan solusi yang baik dalam perbaikan ekonomi bangsa.
Strategi bisnis sangat dibutuhkan saat pandemi./ilustrasi
Strategi bisnis sangat dibutuhkan saat pandemi./ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- JAKARTA - Pandemi virus corona atau covid-19 telah menggerus perekonomian nasional. Sejumlah sektor usaha lumpuh, efisiensi perusahaan pun berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Namun, buruknya iklim usaha saat ini harus disikapi dengan bijak.

Founder JETE Jhonny Thio Doran mengatakan, pandemi Covid-19 ini sebetulnya merupakan salah satu tahapan yang dilalui perusahaan untuk tumbuh lebih besar. "Saya yakin kita semua dihadapi masalah untuk bisa tumbuh menjadi lebih besar, yang artinya naik kelas," ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Apalagi sebagai seorang pemimpin, para pengusaha harus dapat menjadi agen perubahan sehingga perusahaan dapat tetap bertahan, sekaligus menjaga keutuhan tim dalam melewati tantangan saat ini.

"Karena perusahaan dengan impian yang besar itu hanya bisa dicapai oleh tim besar yang solid dan kompak," imbuhnya.

Lantas, apa saja yang harus dilakukan seorang pemimpin untuk membawa perusahaannya tetap tumbuh selama masa resesi. Berikut kiat sukses dari Jhonny yang sukses mengembangkan brand JETE sebagai merek aksesoris ponsel asal Indonesia.

  1. Libatkan dan Jujur kepada Tim

Jhonny meyakini pentingnya seluruh anggota tim untuk mengetahui kondisi terkini perusahaan. Tujuannya agar tumbuh empati dari seluruh anggota tim serta membantu menyusun strategi dan solusi dalam menghadapi resesi.

"Saat awal terjadi pandemi, saya mengumpulkan seluruh leader di masing-masing divisi, dan saat itu saya sampai menangis menceritakan kondisi perusahaan sekaligus prediksi ekonomi Indonesia akibat pandemi ini," ungkapnya.

Namun, sebuah kejujuran akan mendatangkan banyak perubahan positif dan semangat dalam tim.

  1. Jaga Motivasi Tim

Motivasi sangat mudah goyah ketika kondisi pasar dan ekonomi melesu. Target serta pertumbuhan perusahaan diyakininya tidak dapat dicapai bila motivasi tim menghilang.Baginya, motivasi sudah menjadi budaya, dan saling memotivasi adalah tradisi yang selalu ditanamkan kepada seluruh tim.

"Selalu ada kata, 'Tidak ada yang tidak mungkin, selama ada semangat, segala hal adalah mungkin'. Banyak cara yang saya lakukan dalam menjaga motivasi tim," ujarnya.

Motivasi tersebut diungkapkan berupa pertemuan kecil dengan masing-masing tim sesering mungkin, menempelkan banyak kata-kata motivasi di dinding kantor ataupun memberikan hadiah kepada tim yang berprestasi.

"Khusus di pandemi ini, saya melakukan pertemuan dengan tim setiap hari, khususnya tim sales (penjualan) dan terus berusaha memotivasi mereka bahwa pandemi ini akan membawa mereka semua naik kelas ke level yang lebih baik," jelas Jhonny.

  1. Pelajari Perubahan Pasar dan Lakukan Penyesuaian

Semua orang pasti menyadari kondisi sebelum dan saat pandemi tidaklah sama. Namun kenyataannya, banyak pengusaha yang justru tidak melakukan perubahan.

"Ingat selalu hukum perubahan, bahwa cara yang sama hanya akan memberikan hasil yang sama. Bila ingin hasil yang berbeda, maka caranya harus berbeda," paparnya.

Oleh karena itu, dia menekankan agar para pengusaha dapat melakukan perubahan secepat mungkin dengan mempelajari perubahan perilaku pelanggan. Perubahan tersebut dibuktikannya lewat peralihan strategi penjualan produk JETE yang semula dilakukan secara konvensional, yakni gerai dan toko beralih menjadi online market.

Strategi itu dipilih Jhonny lantaran  merujuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berujung kepada perubahan kebiasaan belanja masyarakat. "Akibat PSBB dan pandemi, kami harus melakukan shifting (peralihan) ke online market. Oleh karena itu, kami banyak melakukan improvisasi dan investasi yang besar di bidang digital marketing dan online sales," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya justru membuka lowongan pekerjaan di tengah banyaknya perusahaan yang melakukan PHK Massal.

  1. Pelajari Hal Baru dan Berinovasi

Pandemi covid-19 membatasi ruang gerak serta membatalkan banyak agenda rutin perusahaan. Hasilnya, pegawai pun santai dengan waktu luang yang banyak. Namun, banyaknya waktu luang tersebut menurutnya merupakan peluang emas untuk meningkatkan kualitas diri.

"Jangan biarkan kita bertambah santai, tetap jaga agar kita tetap sibuk, bahkan lebih sibuk daripada sebelum pandemi," ungkap Jhonny.

Waktu luang selama lockdown itu disampaikan Jhonny diisi para pegawainya dengan membaca buku. Mereka diwajibkan untuk menyampaikan kembalinya intisari dari masing-masing buku yang dibaca mereka setiap hari.

Intisari itu pun harus dibahas dalam ruang diskusi yang digelar secara online selama para pegawainya bekerja dari rumah. "Saya ingin semua orang dalam perusahaan saya improve (perubahan), tidak hanya saya, namun semua orang," ungkapnya.

  1. Jangan Ragu Lakukan Peningkatan

Seiring dengan kebijakan bekerja di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19, sebagian besar perusahaan katanya memasuki masa vakum. Namun, masa tersebut menurutnya merupakan peluang besar untuk menyalip para kompetitor.

Sebab diingatkannya, kondisi ekonomi baik dan ramai, semua perusahaan akan bersemangat mengejar pasar sehingga dapat diartikan tingkat kompetitif antar perusahaan sangat tinggi.

"Di perusahaan, saya menaikkan budget iklan dan biaya investasi di strategi digital hingga 5x lipat. Kami bahkan menggodok dan mengeluarkan brand baru yang fokus di bidang gaming, yaitu JETE X," lanjutnya.

  1. Rajin dan Bekerja Keras

Walau pandemi covid-19 membatasi seluruh kegiatan luar ruangan, para pegawai ditekankannya harus rajin dan bekerja keras. Salah satu motivasi agar para pegawainya tetap semangat bekerja, di antaranya mengingatkan agar mereka tidak terlena dengan kemalasan, sebab banyak pegawai yang tidak beruntung dan terkena PHK.

"Kondisi pandemi, bila masih bermalas-malasan, silahkan bergabung dengan banyak orang yang sedang di-PHK. Itulah yang selalu saya katakan kepada seluruh tim saya," tegasnya.

  1. Hari Terus berjalan, Take Action

Tren kasus covid-19 yang terus meningkat memicu kebijakan pemerintah yang menekankan warganya untuk tetap berdiam diri di rumah. Walau seluruh aktivitas usaha terhenti, Jhonny mengingatkan agar seluruh pihak dapat terus bergerak.

Sebab, tanpa disadari waktu terus berjalan, dan berdiam diri di rumah bukan merupakan solusi yang baik dalam perbaikan ekonomi bangsa.  “Jadi segera take action, namun tetap ikuti semua protokol terkait pandemi dengan sangat disiplin,” tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dewi Andriani
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper