Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Banyak Bisnis Baru yang Muncul Selama Pandemi

Banyak hal-hal tak terduga yang terjadi di masa pandemic ini, mulai dari boomingnya resep masakan dan minuman seperti Dalgona Coffee, munculnya hobi-hobi baru, hingga banyak yang banyak yang mendengarkan musik nostalgia di Spotify.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  18:05 WIB
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi
Entrepreneur muda sedang rapat - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA –Pandemi yang terjadi selama beberapa bulan terakhir telah mengubah berbagai kehidupan masyarakat.

Banyak hal-hal tak terduga yang terjadi di masa pandemic ini, mulai dari boomingnya resep masakan dan minuman seperti Dalgona Coffee, munculnya hobi-hobi baru, hingga banyak yang banyak yang mendengarkan musik nostalgia di Spotify.

Namun, ada satu hal yang kurang disadari yakni terjadinya lonjakan jumlah startup yang terjadi dalam satu generasi. Hal ini terlihat dari aplikasi pendaftaran pajak dari pemerintah America Serikat yang biasanya menampilkan pembentukan perusahaan, baru-baru ini mencapai tingkat kuartalan tertinggi dalam catatan.

Beberapa di antaranya mungkin mewakili orang-orang yang mencoba mengklaim dana stimulus, dan simpanan aplikasi yang belum diproses dan telah menumpuk di bulan Maret dan April. Meskipun demikian, mereka juga mencerminkan peningkatan nyata dalam kewirausahaan Amerika.

Berdasarkan survei berbeda, Goldman Sachs, sebuah bank, menemukan bahwa pangsa responden yang memulai bisnis baru dalam tiga bulan terakhir juga meningkat tajam. Bukti lain menunjukkan bahwa hampir sebanyak orang Amerika yang saat ini bekerja untuk diri mereka sendiri, meskipun secara keseluruhan pengangguran tetap tinggi.

Dalam resesi terakhir, jumlah aplikasi bisnis dengan “kecenderungan tinggi” menurun tajam. Begitu pula selama empat dekade terakhir, tingkat penciptaan bisnis baru telah menurun. Fakta ini menunjukkan bahwa Amerika tiba-tiba memulihkan kewirausahaannya sangat menarik, karena tampaknya tidak ada hal serupa yang terjadi di tempat lain di dunia kaya.

Meskipun telah terjadi lonjakan startup tetapi tidak bisa menutupi semua permasalahan yang ditimbulkan akibat lockdown dan jarak sosial. “Jumlah keseluruhan perusahaan yang mempekerjakan pekerja hampir pasti tetap lebih rendah daripada sebelum pandemi, karena begitu banyak yang bangkrut,” ujar John Haltiwanger dari University of Maryland seperti dikutip dari economist.com.

Namun yang perlu mendapatkan perhatan bahwa ledakan jumlah kewirausahaan ini menjadi pertanda baik untuk masa depan. Pemulihan dengan banyak perusahaan rintisan cenderung lebih kaya akan pekerjaan daripada yang tidak, karena perusahaan ini biasanya berusaha untuk berkembang, merekrut staf baru.

“Bicaralah dengan pemilik perusahaan baru, dan sulit untuk tidak merasa optimis tentang prospek ekonomi Amerika,” ujar Matt, yang bersama istrinya Thao baru saja membuka Smokin Beauty, kedai BBQ yang terinspirasi Vietnam di Austin.

Para ekonom belum tahu apa yang memicu ledakan kewirausahaan di Amerika. Namun paket penyelamatan ekonomi yang disahkan oleh Kongres pada bulan Maret mungkin memainkan peran terbesar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top