Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Melejitkan Bisnis Sepatu Bertabur Manik

Bisnis sepatu manik terinspirasi dari kecintaan akan sepatu dan perhiasan sehingga tercetus untuk menggabungkan sepatu dengan hiasan beadings yang menyerupai perhiasan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  09:36 WIB
Alas kaki bertabur manik dengan merek PVRA. - istimewa
Alas kaki bertabur manik dengan merek PVRA. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sepatu dan perhiasan, dua hal yang begitu disukai oleh para wanita. Lantas bagaimana ketika sepasang sepatu dipadupadankan dengan cantiknya perhiasan? Inilah yang kemudian dikreasikan oleh dua sahabat Kara Nugroho dan Putri Katianda dalam produk alas kaki mewah bertabur manik yang diberi merek PVRA.

Setelah lulus kuliah dari Universitas Monash, Melbourne, Australia, keduanya memang sempat bekerja kantoran. Namun, Putri dan Kara juga ingin mencoba membuat bisnis sendiri sehingga tercetuslah ide untuk membuat alas kaki yang dihias manik-manik.

“Kami memulai PVRA di tahun 2015. Terinspirasi dari kecintaan kami akan sepatu dan perhiasan sehingga kami putuskan untuk menggabungkan keduanya yaitu sepatu dengan hiasan beadings yang menyerupai perhiasan. Nama PVRA pun merupakan gabungan dari Putri dan Kara,” ujar Putri.

Menurutnya, peluang bisnis sepatu di Indonesia masih sangat terbuka luas, terutama untuk pangsa pasar wanita. Apalagi saat itu belum ada produk sepatu yang desain dan modelnya serupa dengan brand PVRA sebagai pelopor sandal manik-manik di pasar local Indonesia.

Saat pertama kali memulai usaha, keduanya mengalokasikan modal awal sekitar Rp5 juta per orang. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membuat contoh sepatu yang sesuai keinginan mereka. Namun tentu saja saat pertama kali memulai produksi, tidak semua berhasil. Terdapat sedikitnya 50 pasang sepatu yang gagal.

Meski demikian, Kara dan Putri tak lantas patah semangat, mereka terus berusaha membuat sample sepatu dan sandal yang tidak hanya cantik dan mewah tetapi juga nyaman saat dikenakan. Untuk memastikan kenyaman produk, mereka menggunakan bahan kulit asli yang lembut di kaki.

“Kami benar-benar serius dalam mengembangkan dan memproduksi sepatu PVRA ini karena kami ingin agar para wanita yang menggunakan produk ini merasa cantik dan nyaman sehingga lebih percaya diri. Dalam 5 tahun pertama tentu masih ada kendala tetapi ini kami jadikan pembelajaran untuk terus berproses dan berkembang,” tutur Putri.

sepatu manik manik

Sementara itu, untuk proses pemasangan manik-manik dikerjakan secara manual dengan teknik jahit dan lem yang terbilang cukup rumit. Dalam hal ini, Putri dan Kara kemudian menggandeng dan melatih ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar kantor. Adapun untuk proses produksi dilakukan langsung di workshop PVRA.

Desainnya yang manis dan elegan membuat sepatu ini dapat digunakan di berbagai kesempatan baik untuk acara formal maupun untuk hangout. Meski menggunakan taburan manik-manik di bagian atasnya, tetapi Putri dan Kara memastikan bahwa perawatan produknya tidaklah rumit.

“Cukup jangan diletakkan di tempat yang terlalu lembab dan sesekali perlu untuk dilap halus. Kami juga memberikan garansi untuk setiap produk yang dibeli dalam jangka waktu 180 hari,” ujar Kara.

Untuk memasarkan produknya, Putri dan Kara lebih mengandalkan media sosial, terutama instagram. Mereka bahkan banyak menggandeng para influencer fesyen dan kecantukan sebagai strategi untuk meningkatkan brand awareness PVRA sebagai brand sepatu local yang elegan dan berkelas.

“Kami juga aktif membuat konten-konten menarik di instagram serta membentuk komunitas dengan para customer dan follower sehingga meningkatkan engagement dengan para pelanggan,” tuturnya.

Meski sebagian besar penjualan dilakukan secara online, PVRA juga bisa dijumpai secara offline di beberapa lokasi seperti Fashionlink, Senayan City; Fashionhub, Gandaria City; Bobobo, PIM 2; Bonheur, Paskal Bandung, dan Bonheurr, Seminyak Village.

PVRA sendiri memiliki berbagai varian sepatu dan sandal seperti sepatu seperti siluet pointy, sandal strap, classic flat, hingga heels. Koleksi-koleksi tersebut dibuat dari bahan kulit terbaik dalam sentuhan warna-warna hangat. Adapun untuk range harga yang ditawarkan mulai dari Rp675.000 hingga Rp850.000

“Classic collection kami tetap menjadi yang terlaris, mulai dari 5 tahun yang lalu sampai sekarang.Berawal dari produksi lusinan per bulan, saat ini kapasitas bisa sampai ribuan,” ujarnya.

Selain produk alas kaki, PVRA juga memproduksi beberapa pilihan produk lainnya seperti tas yang dibanderol mulai dari Rp235.000, serta masker yang dijual mulai dari Rp75.000. Masker ini diproduksi untuk menjawab kebutuhan masyarakat di masa pandemic Covid-19 ini.

“Di masa pandemic sekarang ini kami berusaha mengikuti apa yang sedang terjadi dan berinovasi terhadap produksi produk yang lebih relevan. Seperti mulai produksi masker, tote bag, pouch untuk kebutuhan dasar seperti untuk hand sanitizer dan handphone, sampai anti droplets jacket,” tuturnya.

Adapun untuk penjualan, saat ini PVRA sudah tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Ke depannya untuk jangka panjang, Putri dan Kara juga berharap agar PVRA dapat melenggang hingga ke pasar internasional.

Meski demikian, saat ini PVRA juga aktif memperkenalkan koleksi sepatunya ke berbagai gelaran fashion week seperti London Fashion Week dan Jakarta Fashion Week.

Berikut keterangan lebih rinci:

Nama perusahaan : PVRA

Berdiri tahun : 2015

Modal awal : Rp10 juta

Kisaran harga sepatu : Rp675.000 – Rp850.000

Harga tas mulai dari : Rp235.000

Masker mulai dari : Rp75.000

Jumlah produksi perbulan : ribuan

Tersedia di gerai-gerai :

  •         Fashionlink : Senayan City
  •         Fashionhub : Gandaria City
  •         Bobobo : PIM 2
  •         Bonheur : Paskal Bandung
  •         Bonheurr : Seminyak Village

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepatu tips bisnis industri sepatu
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top