Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Manfaat Ekspor untuk Bisnis Kecil

Banyak usaha kecil tidak akan menganggap diri mereka sebagai eksportir, tetapi kenyataannya kegiatan perdagangan saat ini sudah bergerak lebih luas, meskipun dalam skala kecil.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 03 November 2020  |  14:20 WIB
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketika sebagian besar bisnis kecil berada dalam mode survival di tengah di tengah pandemi yang menekan ekonomi saat ini, masih ada keputusan strategis yang dapat diambil yang mungkin berdampak positif untuk bisnis di 2020 dan seterusnya.

Dengan pelanggan domestik yang masih belum pulih dari resesi, pemilik usaha kecil mungkin ingin mendiversifikasi basis pasar mereka dengan mengekspor produk atau layanan mereka.

Banyak usaha kecil tidak akan menganggap diri mereka sebagai eksportir, tetapi kenyataannya kegiatan perdagangan saat ini sudah bergerak lebih luas, meskipun dalam skala kecil.

Bisnis kecil begitu sibuk menjalankan operasi sehari-hari sehingga mereka tidak mempertimbangkan potensi ekspor mereka.

Seringkali, perusahaan menganggap ekspor terlalu membebani, atau mereka tidak mengetahui layanan ekspor dan pembiayaan yang ditawarkan oleh pemerintah. Tetapi masih banyak lagi alasan mengapa bisnis kecil harus dimulai.

Dilansir melalui Order Space, berikut adalah enam alasan mengapa perusahaan kecil harus mempertimbangkan ekspor sebagai cara untuk memperluas basis penjualan dan mengurangi dampak penurunan ekonomi.

1. Permintaan yang Lebih Tinggi

Warisan, cerita, atau reputasi negara Anda bisa menjadi nilai jual tinggi saat berdagang di luar negeri. Misalnya, 'Merek Indonesia' makin diminati di beberapa negara, sehingga frasa ‘Made in Indoensia' dapat memberikan jenis produk tertentu keunggulan dibandingkan barang serupa yang dibuat di tempat lain.

2. Keuntungan Meningkat

Secara rata-rata, bisnis eksportir tumbuh lebih cepat, menghasilkan lebih banyak penjualan, dan mempekerjakan lebih banyak orang. Apa yang tidak disukai tentang itu?

3. Diversifikasi Risiko

Persebaran geografis yang lebih luas mengurangi dampak dari penurunan atau krisis lokal.

4. Menurunkan biaya produksi

Peningkatan penjualan seharusnya menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah karena Anda dapat memesan dalam jumlah yang lebih banyak.

5. Pendidikan & Inovasi

Anda akan dihadapkan pada cara baru dan berbeda dalam melakukan sesuatu, teknologi baru, dan lain lain. Hal ini akan menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik.

6. Peningkatan Umur Relevansi Produk

Anda dapat menghindari siklus hidup standar suatu produk (peluncuran - pertumbuhan - maturity - penurunan) dengan mendorong peluncuran di lokasi yang berbeda. Jadi, saat produk mencapai maturity relevansi di pasar domestik, Anda dapat memperkenalkannya ke tempat lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor tips bisnis bea masuk
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top