Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kiprah Putra Mahkota Grup Djarum Armand W. Hartono di Sektor Perbankan

Armand W. Hartono merupakan pribadi yang sederhana dan berpikir panjang untuk masa depan dengan berhemat dan disiplin menabung.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 November 2020  |  16:31 WIB
Armand Wahyudi Hartono, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). - istimewa
Armand Wahyudi Hartono, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketika Anda adalah orang terkaya di seluruh negeri, semua mata tertuju pada Anda. Apalagi jika keturunan Anda juga salah satu profil paling inspiratif dengan karir gemilang mereka sendiri.

Armand Wahyudi Hartono, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), adalah putra bungsu dari bos besar Grup Djarum yang juga merupakan orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono.

Dilansir melalui wallmine.com, Armand menempuh pendidikan di California State University pada 1996 dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Engineering Economic-System and Operation Research dari Stanford University pada 1997.

Armand kemudian bekerja sebagai analis untuk Global Credit Research and Investment Banking di JP Morgan Singapura (1997-1998) serta pernah menjabat berbagai posisi manajerial di PT Djarum (1998-2004).

Kiprahnya di sektor perbankan Indonesia berawal setelah dia bergabung dengan BCA sebagai kepala divisi perencanaan wilayah pada 2004 hingga 2006.

Tugas Armand di lini bisnis perbankan Grup Djarum ini adalah membantu mengembangkan perusahaan yang dilanda dampak krisis ekonomi 1998, pada awal 2000-an saham perusahaan diakuisisi oleh konsorsium yang masih terafiliasi dengan Grup Djarum.

BBC mencatat bahwa sekitar 70 persen dari kekayaan kakak beradik Robert dan Michael Hartono datang dari kegiatan bisnis BCA.

Di luar bisnis rokok kretek dan perbankan, Grup Djarum juga memiliki unit bisnis lain seperti elektronik (Polytron), perkebunan (HPI Argo), e-commerce (Blibli.com), agen perjalanan daring (Tiket.com), media (Mola TV), serta berbagai merek makanan dan minuman.

Dalam mengoperasikan bisnisnya, Armand banyak menerapkan nilai-nilai serta ajaran Jawa yang berasal dari keluarganya.

Dilansir melalui interview dengan Globe Asia, dia menuturkan bahwa orang Jawa paham dengan istilah 'cukup sudah.' Sehingga mereka tidak perlu terlalu demonstratif untuk menjadikan bisnisnya menjadi yang terbesar.

Armand juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan berpikir panjang untuk masa depan dengan berhemat dan disiplin menabung, seperti yang diajarkan orang tuanya.

Dalam salah satu unggahan di instagramnya, Armand bahkan pernah berbagi cerita tentang sepatunya yang sudah sobek dan hanya direkatkan lagi dengan lakban.

"Prepare for anything. Apapun bisa terjadi, sepatu tua tiba-tiba sobek di perjalanan. Untung ada lakban," ujar pria yang nilai kekayaannya ditaksir mencapai Rp113 triliun berdasarkan catatan Forbes pada 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat bca budi hartono tokoh bisnis
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top