Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Monetisasi Konten di Aplikasi Medsos Lokal Hyppe

Berdasarkan data dari Hootsuite dan We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta pada Januari 2020, meningkat hingga 12 juta pengguna sepanjang April 2019 hingga Januari 2020.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 November 2020  |  20:59 WIB
Aplikasi Hype
Aplikasi Hype

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia termasuk yang sangat aktif menggunakan media sosial. Apalagi selama masa pandemi, ketika lebih banyak yang menghabiskan waktu di rumah. Media sosial seolah sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari Gen Z, millenials, hingga yang sudah berumur.

Berdasarkan data dari Hootsuite dan We Are Social, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 160 juta pada Januari 2020, meningkat hingga 12 juta pengguna sepanjang April 2019 hingga Januari 2020.

Penetrasi media sosial di Indonesia sendiri, hingga Januari 2020 sudah mencapai 59 persen. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia sebanyak 25 juta antara 2019 dan 2020. Tercatat ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2020 dengan penetrasin 64 persen dari total jumlah penduduk 272,1 jiwa.

Beberapa media sosial dan aplikasi komunikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia antara lain YouTube, Facebook, Instagram, Twitter, dan Tik Tok. Sayangnya, masih sulit menemukan aplikasi media sosial buatan lokal, yang tidak hanya ikut meramaikan bisnis jejaring sosial di Indonesia tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.

Berangkat dari fakta tersebut, perusahaan Teknologi Informasi lokal PT Hyppe Teknologi Indonesia menghadirkan aplikasi media sosial Hyppe yang akan segera dirilis pada akhir 2020 mendatang. Hyppe sendiri merupakan platform media sosial yang dirancang sebagai wadah bagi para pembuat konten fitur social digital dalam satu aplikasi.

Hyppe menggabungkan teknologi fingerprint combat dan blockchain untuk menjaga kepemilikan konten dari pembajakan dan kemungkinan pembuat konten untuk membeli dan menjual konten di dalam aplikasi.

“Kami juga merancang aplikasi Hyppe sesuai keinginan, kesukaan, serta kebiasaan dari masyarakat Indonesia dalam berjejaring sosial,” ujar President Director dari PT Hyppe Teknologi Indonesia Hondo Widjaja, dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020).

Menurut Hondo, Hyppe tidak hanya memberi pengalaman baru dalam berjejaring sosial, tetapi juga menawarkan konsep yang sangat berbeda dari media sosial yang sudah ada saat ini.

Salah satunya adalah konsep platform sharing economy atau gig economy. Dengan konsep bisnis tersebut, Hyppe memberi perhatian yang sangat besar terhadap content creator.

“Kami menaruh perhatian besar terhadap mereka (content creator). Di Hyppe, para creator bisa sama-sama mendapat poin dari iklan konten dan iklan sponsor yang nantinya dapat diuangkan ataupun digunakan sebagai alat transaksi lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Hyppe juga sudah menyiapkan 10 fitur yang dapat memberi content creator memiliki ruang yang luas untuk berkreasi sehingga penonton dapat terus betah berlama-lama berada di dalam aplikasi.

Beberapa fitur andalan Hyppe antara lain HyppeVid, video berdurasi panjang dengan format landscape; HyppeDiary, untuk video singkat dengan format vertikal/portrait; HyppeStory adalah flash video yang muncul pada status dan tayang selama 24 jam.

Selain itu, ada pula HyppeChat menjadi fitur chat semi games yang dilengkapi dengan avatar 3D; HyppeCompetition yang diperuntukan bagi para content creator untuk berpartisipasi dalam beragam kompetisi.

HyppeSound untuk penyimpanan data suara sekaligus sebagai audio player; HyppeScript memberikan fitur penyimpanan konten berformat teks; HyppeLive adalah platform live streaming; HyppeGames memungkinkan aplikasi Hyppe terhubung langsung dengan game online; dan HyppePic, menjadi platform untuk berbagi gambar atau foto.

Dengan fitur-fitur yang sangat beragam tersebut, diharapkan aplikasi Hyppe dapat dinikmati dengan mudah, mampu menarik perhatian berbagai segmen pengguna, dan membuat pengguna betah berlama-lama di dalam aplikasi karena ada banyak sekali konten yang bisa mereka nonton atau mainkan.

”Hyppe berkomitmen memberi kesempatan yang sama kepada setiap pengguna agar mereka bisa menciptakan dan mengembangkan kreativitas secara optimal,” ujarnya.

Seluruh pengguna Hyppe bisa menjadi content creator dan bisa memonetisasi setiap konten hasil karya mereka sendiri. Sesuai dengan konsep Hyppe yang didirikan selain sebagai media sosial yang inovatif, juga untuk membangun pendapatan per kapita negara kita.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media sosial aplikasi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top