Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Agar Website Lebih Teroptimasi

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45 persen bisnis UKM hanya mampu bertahan 3 bulan selama masa pandemi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 22 November 2020  |  15:52 WIB
Website
Website

Bisnis.com, JAKARTA -- Di masa pandemi, bisnis UKM mendapatkan tantangan baru dalam mengembangkan bisnis. Tidak hanya berfokus menyiasati efisiensi dari sisi produksi, tetapi juga harus memikirkan bentuk promosi yang lebih efektif di tengah masyarakat yang serba online.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45 persen bisnis UKM hanya mampu bertahan 3 bulan selama masa pandemi. Selain itu, dari total 64 juta UKM di Indonesia, baru sekitar 8 juta atau 13 persen yang sudah terhubung dengan ekosistem digital.

Salah satu pintu masuk utama dalam dunia digital adalah website yang juga berperan sebagai toko online pelaku UMKM. Selama masa pandemi ini, tidak sedikit pelaku UMKM yang beralih ke ranah digital.

Niagahoster sendiri sebagai perusahaan penyedia layanan hosting, mengalami kenaikan jumlah pemilik bisnis yang membuat website sebesar 35% di bulan April. Dalam survey yang dilakukan ke seluruh klien Niagahoster bulan kuartal II 2020, 67,4% mengaku membuat website untuk mengembangkan bisnis.

Namun, memiliki website saja tidak cukup, dibutuhkan berbagai upaya agar website sebagai aset digital tersebut dapat lebih teroptimasi sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan.

Ayunda Zikrina, Head of Brand & Market Development Niagahoster  mengatakan bahwa untuk menuju kesuksesan online, aset digital tidak boleh dibiarkan begitu saja, tanpa adanya pengelolaan, evaluasi, dan perbaikan.

“Bagi pemilik bisnis yang sudah kuat dari sisi produksi, saya merekomendasikan untuk mulai memikirkan pengelolaan aset digital ini,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan bisnis UKM di masa pandemi, sangat bergantung pada aktivitas go online serta bagaimana pemilik bisnis mengelola aset digital atau kanal go online tersebut. Para pemilik usaha, sambungnya, harus mampu mengelola toko digital layaknya toko fisik yang memerlukan pengelolaan dan maintainance secara berkala.

“Untuk mengelola toko fisik, pemilik bisnis mungkin harus mengeluarkan biaya kebersihan, keamanan, promosi offline yang tidak sedikit. Pengelolaan toko online rata-rata dimulai dari konsistensi membuat konten, kemudian mengecek aktivitas media sosial dan berinteraksi dengan pelanggan. Itu semua dapat dilakukan tanpa biaya.

Namun, masih banyak pemilik bisnis yang belum memprioritaskan ini,” tuturnya.

Selain pengelolaan dari sisi konten, tiap kanal go online memiliki aspek-aspek penunjang lain untuk memaksimalkan kehadiran online. Contohnya di marketplace, pengelolaan dari sisi promo yang digunakan, hingga tampilan katalog dan kategorisasi produk perlu diperhatikan.

“Pada website, pengelolaan dari sisi kecepatan loading halaman hingga tampilan utama website menjadi prioritas,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis website
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top