Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kepiting Nyinyir Fokus Berbisnis Bukan Berjualan Saat Pandemi, Apa Bedanya?

Kata bisnis dan menjual sepintas terlihat membicarakan hal yang sama, tetapi Gilang menjelaskan ada perbedaan antara berjualan dan berbisnis.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  18:33 WIB
Pedagang menjual kepiting bakau jenis Scylla serrata dan Kelapa di Lhokseumawe, Aceh, Senin (17/9/2018). - ANTARA/Rahmad
Pedagang menjual kepiting bakau jenis Scylla serrata dan Kelapa di Lhokseumawe, Aceh, Senin (17/9/2018). - ANTARA/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA - Owner atau pemilik bisnis kuliner Kepiting Nyinyir Gilang Margi Nugroho mengungkapkan bahwa bisnisnya pada masa pandemi Covid-19 ini tetap meraup profit.

Gilang mensyukuri bahwa Kepiting Nyinyir tetap untung dan keempat cabangnya sampai saat ini tetap buka serta tidak ada pengurangan gaji maupun karyawannya di masa sulit 2020 ini.

Namun hal ini tidak terjadi begitu saja, Gilang mengungkapkan hal ini bisa terjadi karena usaha ini fokus pada bisnisnya bukan fokus kepada menjual, dia menjelaskan hal ini dalam webinar yang berjudul "Kiat Sukses Berbisnis di Era Pandemi dengan Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan" yang diadakan Bisnis Indonesia dan BNPB pada Jumat (11/12/2020).

Kata bisnis dan menjual sepintas terlihat membicarakan hal yang sama, tetapi Gilang menjelaskan ada perbedaan antara berjualan dan berbisnis.

Menurut Gilang, berbisnis itu adalah membangun hubungan antara produsen dengan konsumen sehingga tidak hanya menjual produk tetapi juga berkomunikasi dan mengenal konsumen agar brand atau produk mereka selalu berada di top of mind ketika akan berbelanja.

Agar meraih hal ini Gilang mengungkapkan strategi utama yang digunakan Kepiting Nyinyir untuk berbisnis yaitu dengan membangun database. Membangun database ini pun bisa melalui banyak cara.

"Kita harus punya beberapa sosial media karena setiap sosial media itu masyarakatnya berbeda-beda, demand-nya berbeda-beda. Aku selama ini merasa okei kita sudah terkenal di sosial media instagram, tapi begitu kami punya tik tok ternyata malah banyak dapet sales dari tik tok," ungkapnya dikutip pada Jumat (11/12/2020).

Gilang mengakui awal tidak mengira masih banyak orang yang belum terjamah oleh produknya, karena sebelumnya produk ini sudah terkenal di media sosial Instagram. Sehingga dia kemudian menyimpulkan bahwa memiliki banyak sosial media kini menjadi sebuah keharusan.

Pemilik Kepiting Nyinyir yang telah memulai usahanya dari tahun 2016 ini pun lalu membagikan tiga kata kunci berbisnis pada tahun 2021 yaitu multi sosial media, konten dan database.

Salah satu media sosial Kepiting Nyinyir yang merupakan salah satu senjata utamanya untuk berkomunikasi dengan konsumennya adalah Instagram yang telah bercentang biru dan telah memiliki setidaknya 136 ribu pengikut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur sosial media kepiting
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top