Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Jual Beli Sedan Toyota Lawas, dari Hobi jadi Hoki

Seperti yang dialami oleh Helmy Prasetyadi, pedagang spesialis sedan Toyota lawas di Magelang, Jawa Tengah yang dikenal lewat akun toko daringnya Hobby to Hoky. Dia mengaku banjir permintaan dari calon pembeli yang sebagian besar adalah kolektor atau orang-orang yang punya uang lebih dan ingin bernostalgia.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  13:16 WIB
Mobil Lawas Toyota
Mobil Lawas Toyota

Bisnis.com, JAKARTA - Paceklik yang dirasakan oleh sebagian besar pedagang mobil bekas akibat pandemi Covid-19 ternyata tak berlaku bagi pedagang mobil retro dan klasik.

Justru, di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini para pedagang mobil retro dan klasik berhasil menangguk keuntungan jauh lebih besar dari sebelumnya.

Seperti yang dialami oleh Helmy Prasetyadi, pedagang spesialis sedan Toyota lawas di Magelang, Jawa Tengah yang dikenal lewat akun toko daringnya Hobby to Hoky. Dia mengaku banjir permintaan dari calon pembeli yang sebagian besar adalah kolektor atau orang-orang yang punya uang lebih dan ingin bernostalgia.

“Awal-awal agak sepi, tetapi makin kesini ya ramai. Entah yang cari mobil, cari onderdil, atau cari aksesoris ke saya. Pangsa pasar nggak besar tetapi ada dan daya belinya tinggi,” ungkapnya kepada Bisnis belum lama ini.

Menurutnya, sedan Toyota lawas yang paling banyak dicari adalah Corolla KE70 atau Corolla DX keluaran 1980-1983. Modelnya yang terbilang abadi serta ketangguhan mesinnya membuat mobil yang satu ini banyak dicari.

Selain itu, sedan hatchback Starlet EP70/EP71 atau Starlet kotak juga banyak dicari. Mobil yang identik dengan tunggangan kawula muda di akhir 1980-an hingga pertengahan 1990-an ini makin dicari setelah beberapa artis ibukota merestorasinya.

Selain dua model di atas, Helmy juga terkadang menawarkan model lain yang semuanya masuk dalam keluarga Corolla. Diantaranya adalah Corolla KE30 atau Corolla Veteran keluaran 1970-an dan Corolla E90 atau Corolla Twincam keluaran 1990-an.

“Kebanyakan Corolla, terutama [Corolla] DX karena memang itu hobi saya. Tetapi sudah mulai cari-cari Starlet juga karena banyak yang cari. Intinya, saya jual sedan Toyota yang pernah populer di sini,” ujarnya.

Untuk mendapatkan mobil-mobil tersebut beserta onderdil dan aksesorisnya Helmy memanfaatkan jejaring sesama penggemar sedan Toyota lawas di media sosial. Di akhir pekan, dia juga menyempatkan diri untuk bergerilya ke sejumlah kota di Jawa demi mendapatkan mobil buruannya.

Demikian halnya, juga dengan proses perbaikan atau restorasi terhadap mobil-mobil dagangannya. Setelah dimasukkan ke bengkel rekanan dia hanya akan memantau langsung di akhir pekan atau memanfaatkan waktu luang di sore hari.

Maklum, berdagang sedan Toyota lawas bukanlah pekerjaan utama Helmy. Karena mulai pagi hingga sore hari setiap harinya dia harus bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota tempat tinggalnya.

Proses jual beli juga lebih banyak dilakukan di akhir pekan atau sepulangnya dari kantor di malam hari.

Sementara itu, terkait dengan kondisi mobil-mobil yang dijualnya Helmy menjamin semuanya bisa dikendarai, surat-surat kendaraan lengkap, dan yang terpenting adalah terjaga orisinalitasnya. Namun yang jelas, dia enggan membeli mobil yang kondisi interiornya rusak, keropos parah, dan komponen bodi-nya tak lengkap.

“Interior ini nomor satu karena perbaikannya sulit. Part-nya belum tentu ada yang jual dalam kondisi bagus apalagi barunya. Kondisi bodypart seperti lampu-lampu, spion, list, talang air, pelipit kaca, velg asli juga jadi perhatian karena tadi, barangnya sulit dan mahal juga kalau ada,” tuturnya.

Adapun, untuk kondisi mesin, kelistrikan, dan kaki-kaki menurut Helmy tak menjadi persoalan besar karena onderdilnya masih bisa didapatkan dengan mudah di pasaran. Selain itu, onderdil mobil lawas Toyota umumnya memiliki kesamaan dengan onderdil mobil lain yang umurnya jauh lebih muda.

Pun dengan bengkel yang mampu menanganinya. Kesederhanaan teknologi yang digunakan oleh mobil Toyota lawas membuatnya mudah ditangani oleh bengkel-bengkel tradisional tanpa peralatan khusus atau peralatan elektronik.

Kemudian, untuk harga mobil-mobil yang dijualnya menurut Helmy bervariasi tergantung pada kondisinya.

“Rata-rata di atas Rp 50 juta. Kalo part-part original-nya banyak, catnya original ya harganya pasti jauh lebih mahal. Tapi ya mobil yang dijual disini kondisinya layak koleksi, direstorasi dan dibuat tampilannya seperti aslinya,” ungkapnya.

Helmy tak punya ruang pamer khusus seperti pedagang mobil bekas pada umumnya. Dia hanya mengandalkan garasi rumahnya dan pemasarannya juga mengandalkan media sosial pribadinya saja.

Karena memang seperti yang diungkapkan sebelumnya, bisnis yang dia geluti saat ini adalah pekerjaan sampingan dan menjadi salah satu caranya menyalurkan hobi.

“Dari hobi jadi hoki, dagang ini juga kan tambah saudara sehobi. Saya begini kan atas dasar senang-senang saja awalnya,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis Mobil Kuno
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top