Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Agama dan Etos Kerja di Mata Maria Monica Leoningrum

Peningkatan etos kerja merupakan sebuah kewajiban bagi setiap insan untuk meraih peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Tentu saja, bekerja perlu dimaknai tidak hanya untuk memenuhi harta benda, akan tetapi juga mendapatkan keberkahan dari Tuhan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  12:12 WIB
Maria Monica Leoningrum, Direktur Artharia Karya Oranye (AKO) PTE. LTD. Dengan adanya agama sebagai jalan peningkatan etos kerja ini perusahaannya tidak hanya berkembang, baik di dalam maupun luar negeri, tapi juga lebih memperhatikan kesejahteraan karyawannya.   - AKO
Maria Monica Leoningrum, Direktur Artharia Karya Oranye (AKO) PTE. LTD. Dengan adanya agama sebagai jalan peningkatan etos kerja ini perusahaannya tidak hanya berkembang, baik di dalam maupun luar negeri, tapi juga lebih memperhatikan kesejahteraan karyawannya. - AKO

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan etos kerja merupakan sebuah kewajiban bagi setiap insan untuk meraih peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Tentu saja, bekerja perlu dimaknai tidak hanya untuk memenuhi harta benda, akan tetapi juga mendapatkan keberkahan dari Tuhan.

Itulah pandangan Maria Monica Leoningrum, sosok perempuan milenial sekaligus pengusaha, ketika berbicara agama dan peningkatan etos kerja. Menurutnya, peningkatan etos kerja merupakan sebuah kewajiban bagi setiap insan untuk meraih peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Namun demikian, bekerja tidak hanya dapat dimaknai untuk memenuhi harta tetapi juga mendapatkan keberkahan dari Tuhan. Menjaga kekompakan antarkaryawan juga menjadi bagian dari peningkatan etos kerja untuk mencapai keberkahan tersebut.

"Kita harus melihat agama itu sebagai suatu jalan untuk menyatukan," ujar Leony di sela-sela Silaturahmi dan Ceramah Rohani Imam Besar di Islamic Center of New York Muhammad Shamsi Ali bertajuk Agama dan Peningkatan Etos Kerja di Tower 88 Casablanca, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).

Jadi kenapa hubungannya erat agama dengan peningkatan etos kerja. Agama itu menjadi suatu norma untuk manusia menjalankan kehidupannya sesuai ajaran Tuhan masing-masing. Begitu juga di dalam perusahaan. Kita tahu kalau norma atau ketentuan itu ada. Jadi bagaimana cara menghubungkan agama bisa meningkatkan etos kerja dari karyawan kita untuk mencapai keberkahan.

Leony adalah Direktur Artharia Karya Oranye (AKO) PTE. LTD. Menurutnya, pimpinan perusahaan ini meminta semua karyawannya meningkatkan etos kerja karena meningkatkan etos kerja merupakan ajaran agama.

Karyawan perusahaan di bidang minyak dan gas ini memiliki latarbelakang berbeda-beda. Namun, semua karyawan diberlakukan sama. "Yang paling penting tidak pernah saya melihat karyawan berdasarkan agamanya, suku dan etnis, dan gendernya. Semuanya sama," tukas Leony

Lulusan Prasetiya Mulya Business School ini mengatakan untuk mengembangkan sebuah perusahaan, semua karyawan harus menjadikan agama sebagai spirit menjaga persatuan dan kekompakan dalam bekerja. Hal ini, kata Leony, sangat penting untuk mendapatkan keberkahan itu sendiri.

"Sangat bagus sekali kalau agama untuk menyatukan. Itu yang kita harapkan untuk karyawan-karyawan di sini. Jadi jangan ada kolompok-kolompok yang membuat kelompok terpisah terutama berhubungan dengan agama," tukas perempuan 30 tahun ini.

Lebih lanjut, Leony menyampaikan dirinya kerap meminta karyawannya menggelar doa bersama sebelum memulai bekerja. Doa yang dipanjatkan ini dengan harapan agar seluruh pimpinan dan karyawannya di perusahaan ini diberikan keselamatan dan keberkahan.

"Kami memang suka berkumpul, misalnya setiap Senin untuk melakukan doa bersama karyawan perusahaan ini. Kan PT Prakarsa Betung Meruo Senami Jambi (PBMSJ) anak perusahaan dari AKO, bergerak di bidang minyak. Jadi sangat mengutamakan keselamatan, sebelum memulai pekerjaan doa keselamatan sangat kita utamakan. Itu sebelum pandemi ini. Tapi setelah pandemi ini kita mengatur jadwal WFH atau WFO satu minggu-satu minggu. Tetap kita terus mengatur mengenai doa bersama," paparnya.

Leony berharap dengan adanya agama sebagai jalan peningkatan etos kerja ini perusahaannya tidak hanya berkembang, baik di dalam maupun luar negeri, tapi juga lebih memperhatikan kesejahteraan karyawannya. 

"Jadi bukan hanya pemiliknya saja yang berkah tapi juga seluruh karyawan. Harapan saya apabila perusahaan ini berkembang memiliki banyak lini di bisnis lain, Karyawan pun ikut merasakan kesejahteraan. Di dalam hubungannya agama, karyawan, apapun agamanya, pasti ikut mendoakan perusahaan ini," ucap Leony. 

Sementara itu, Imam Shamsi Ali mengatakan bahwa etos kerja akan terbangun dari keragaman dan kesepahaman dalam dunia global yang penuh kompetisi ini. Menurutnya, yang diperlukan saat ini adalah ketauladanan dalam titik-titik kebaikan dalam setiap kemunitas. 

Dia juga mengimbau setiap komunitas terus belajar membangun kesepahamam dan tak perlu kaget ketika berhadapan dengan perbedaan, termasuk perbedaan keyakinan dan beribadah. Dia juga mendorong setiap kemunitas membangun dan mempertamukan cinta kasih yang diajarkan dalam agama Kristen dan rahmat dalam agama Islam.  

"Bayangkan kalau cinta kasih dan kasih sayang dipertemukan. Maka kalau ini terjadi maka kerjasama dengan baik. Bukan cuma itu, maka Beyond dari pada patnership akan terjadi apresiasi. Aparesiasi ini artinya menyadari bahwa setiap komunitas itu ada kekurangan dan kelebihan. 

"Maka dalam dunia global ini kita tidak bisa lagi mengindari bahwa hanya satu di depan kita. Membangun kerja sama dan menghargaai perbedaan yang ada dengan cinta kasih dan kasih sayang yang kita miliki. Etos kerja akan terbangun dari sana," tegas Shamsi Ali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perempuan pengusaha generasi milenial
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top