Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Sukses Jadi Pebisnis? Jangan Fokus Jual Produk, Tapi..

pebisnis tidak memulai usahanya dari produk apa yang dijual tetapi apakah bisnis yang dia jalankan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh target marketnya
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 23 Oktober 2021  |  10:21 WIB
Ingin Sukses Jadi Pebisnis? Jangan Fokus Jual Produk, Tapi..
ilustrasi bisnis UMKM.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menjalankan bisnis jelas berbeda dibandingkan hanya sekadar berdagang biasa. Pelaku usaha yang memiliki pola pikir pedagang maka baginya yang penting ialah bagaimana agar produk yang dijual laku.

Namun, seorang yang memiliki mindset pebisnis maka dia akan benar-benar memikirkan secara matang usaha yang dijalankan agar dapat berkembang dan terus bertumbuh.

Pakar Digital Marketing Denny Santoso mengatakan bahwa seorang pebisnis tidak memulai usahanya dari produk apa yang dijual tetapi apakah bisnis yang dia jalankan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh target marketnya.

Untuk itulah, seorang pebisnis juga harus dapat menentukan target market yang disasar sehingga pelaku usaha dapat menggali kebutuhan yang diinginkan oleh pangsa pasar yang dituju.

“Misalnya pangsa pasar kita adalah penyelam, maka kita harus cari tahu apa yang menjadi kebutuhannya. Bukan mulai dari produk tetapi mulailah dari kebutuhan yang diinginkan oleh target pasar kita,” tutur pria kelahiran 1978 ini.

Jika sudah menentukan target marketnya dan produk atau jasa yang akan ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan pangsa pasarnya, maka pikirkan juga market size nya, apakah mereka mau dan mampu untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan sehingga bisnis tersebut dapat terus membesar.

Karena itulah, seorang pebisnis harus memiliki proyeksi keuangan atau target omzet yang ingin dicapai. Misalnya, bisnis yang dijalankan ini apakah memiliki potensi untuk bisa mendapatkan omzet minimal Rp10 miliar setahun.

“Ketika sudah memiliki proyeksi, maka hitung semuanya secara jelas dan detail sehingga bisa mencapai target tersebut, termasuk modal awal, transaksi yang harus didapatkan perbula, biaya-biaya yang dikeluarkan seperti biaya marketing dan lain sebagainya, semua harus clear. Inilah bedanya berbisnis daripada hanya sekadar berdagang,” jelasnya.

Menurutnya, perhitungan yang detail seperti ini sering kali terlewatkan oleh seseorang yang baru memulai bisnis. Padahal, dengan memiliki perhitungan yang jelas dan detail seperti ini maka jika terjadi kesalahan saat bisnis berjalan, maka semuanya dapat segera diantisipasi.

Selain itu, semua pengeluaran yang dibutuhkan semua sudah benar-benar terukur dan terhitung sehingga tidak ada pengeluaran yang terlalu berlebihan.

Setelah mengetahui target market dan kebutuhannya serta produk atau jasa yang akan ditawarkan termasuk perhitungan usaha, maka hal lain yang juga tidak kalah penting ialah brain story atau cerita yang ada di balik bisnis tersebut, bisa tentang story foundernya atau story dari produk yang akan dijual.

Denny mencontohkan produk minuman teh kekinian Menantea. Secara produk sebetulnya teh tetaplah teh, jika pun ada rasa-rasa yang berbeda dicampur buah-buahan, maka sebelumnya juga sudah ada teh dengan aroma rasa buah-buahan seperti itu.

Namun di dalam bisnis ini yang dijual sebetulnya bukan hanya sekadar produk Menantea tersebut tetapi cerita tentang dua founder yang ada di baliknya yaitu Jehian dan Jerome Polin saat meracik teh rasa buah dan sebelum terjun dalam bisnis, mereka berdua pun sudah dikenal oleh para penggemarnya.

“Bisnis itu yang dijual bukan hanya produk tetapi storynya. Maka untuk Anda bisa muncul di dunia digital maka Anda butuh story, apa yang menjadi cerita atau kisah perjalanan Anda. Dari story tersebut maka muncul emosi yang menggerakkan orang untuk mau membeli,” tuturnya.

Keberhasilan bisnis yang juga dari berjualan story adalah Es Teh Indonesia yang sempat ramai dan viral di TikTok. Hal ini karena sang founder, Haidhar, mengunggah konten yang menceritakan mengenai perjalanannya merintis usaha Es Teh Indonesia sejak 2018.

Ternyata konten yang dia unggah menarik perhatian orang dan dilihat oleh jutaan orang. Hal tersebut ternyata berimbas pada penjualan Es Teh Indonesia yang meningkat pesat karena makin banyak masyarakat yang mengenal dan membeli produknya.

Berkaca dari kisah di atas maka terliha bahwa story itu sangat penting dalam berbisnis. Menurutnya, ketika seseorang hanya menjual produk maka akan terjebak pada perang harga, begitu ada pemain lain yang memiliki produk sama persis dengan harga yang lebih murah maka akan kalah saing.

“Tapi kalau dikasih story maka it’s different things. Story itu akan membangun branding dan nembuat produk kita banyak dicari oleh konsumen tanpa harus perang harga,” ujar Founder Tribelio.com ini.

Menurutnya ketika berjualan produk hanya menjelaskan kelebihan-kelebihan atau fitur yang ada di produk tersebut maka tidak akan menyentuh emosi tetapi ketika ada story apalagi jika produk atau jasa yang dijual mampu memecahkan persoalan yang dihadapi konsumen maka dari sisi emosional akan muncul keinginan untuk membeli.

Di samping itu semua hal lain yang tidak penting ialah menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. “Agar orang repeat order maka story harus kuat dan kualitasnya harus dijaga sehingga akan memunculkan testimoni yang akan mendukung story tadi. Tapi kalau story sudah bagus dan orang sudah membeli tapi kualitas produknya jelek maka akan menjadi boomerang ke bisnis yang dijalankan,” jelasnya.

Selain itu, seorang pebisnis juga harus dapat mencari competitive advantage yang menjadi keunikan dan membuatnya berbeda dibandingkan dengan pesaing lainnya. Termasuk memiliki tim yang satu visi misi dan mampu bersama-sama membawa bisnis yang dibangun dapat terus bertumbuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis umkm tips bisnis pelaku usaha
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top