Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebiasaan Mental Warren Buffett Mencapai Kebahagiaan dan Kesuksesan

Berikut kebiasaan mental dari pengusaha dan miliarder dunia Warren Buffet yang bisa Anda adaptasi.
Jessica Gabriela Soehandoko
Jessica Gabriela Soehandoko - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  16:20 WIB
Warren Buffet
Warren Buffet

Bisnis.com, JAKARTA - Warren Buffett, merupakan salah satu dari orang sukses dan memiliki sifat optimisme.

Michael Toth, penulis dan konsultan ilmu data menguji optimisme Buffett dengan melakukan "analisis sentimen dari teks surat Warren Buffett kepada pemegang saham dari 1977 hingga 2016.". Toth kemudian menentukan seberapa positif atau negatif surat-surat Buffett dengan membandingkan jumlah kata negatif dengan jumlah kata positif.

Analisis Toth menemukan bahwa secara keseluruhan, surat-surat Buffett sebagian besar optimis, dengan kata-kata positif jauh lebih banyak daripada kata-kata negatif.

Kemudian, kesuksesan Buffett sebenarnya tidak terkait dengan optimisme, melainkan berdasarkan pandangan positifnya yang ia pilih terutama untuk kehidupan yang akan datang.

"Mereka tidak memiliki kegunaan bagi saya. Mereka tidak dapat melakukan apa pun untuk membuat saya lebih bahagia. Saya sudah bahagia." Ucap Buffett mengenai kekayaan bersihnya dari saham Berkshire Hathaway kepada Judy Woodruff dari PBS yang dilansir dari Inc.

Untuk itu, jika Anda ingin meningkatkan diri Anda sendiri untuk menjadi lebih optimis, maka berikut 4 tips yang dapat Anda lakukan yang dilansir dari Inc.

1. Tingkatkan kehidupan orang lain dan kehidupan Anda sendiri

Surat Tahunan Bill & Melinda Gates Foundation mengatakan bahwa menjadi seseorang yang optimis bukan mengetahui bahwa hidupnya dulu lebih buruk, namun mengetahui bagaimana hidup bisa menjadi lebih baik. Hal inilah yang dapat memicu optimisme.

Anda dapat berkembang, mendapatkan paparan baru, menyadari masalah sosial, bermitra dengan orang-orang yang berpikiran yang sama untuk mengembangkan strategi dan dapat memicu optimisme Anda.

2. Jurnal tentang pengalaman positif Anda

Psikolog dan penulis buku terlaris Shawn Achor mengatakan kepada Oprah, bahwa Anda dapat melatih otak Anda untuk bahagia dan optimis jika mencatat tiga hal yang Anda syukuri setiap hari selama 21 hari berturut-turut.

Kemudian, jika Anda menghabiskan dua menit setiap hari untuk menulis jurnal tentang satu pengalaman positif dalam 24 jam terakhir, itu memungkinkan otak Anda untuk menghidupkannya kembali, dan mengajarkan otak Anda bahwa perilaku itu penting.

3. Belajar bersyukur

Sains mengatakan bahwa Anda dapat melatih otak Anda untuk membuat jurnal seperti yang dikatakan oleh Shawn Achor memang dapat membuat Anda lebih optimis dan bahagia. Menurut penelitian, ketika Anda meningkatkan tingkat kepositifan, kinerja otak Anda secara signifikan lebih baik daripada saat negatif, netral, atau stres.

Selain itu, dalam studi, ditemukan bahwa produktivitas akan naik 31 persen, penjualan akan meningkat sebesar 37 persen dan kemungkinan promosi akan naik sebesar 40 persen.

4. Pilihlah untuk bahagia

Dr. Wataru Sato, peneliti otak dari Universitas Kyoto, menemukan bahwa ketika Anda memilih perilaku positif maka Anda memegang kunci untuk memperbarui otak Anda. Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari, Anda akan dapat mengendalikan rasa sejahtera, tujuan, dan kebahagiaan Anda.

Jika Anda terjebak dalam lingkaran setan emosi negatif seperti keraguan, ketakutan, dan ketidakpastian, ganti emosi tersebut dengan secara sadar dan sengaja memilih optimisme, seperti kegembiraan, keyakinan, dan harapan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

warren buffett kesehatan mental
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top