Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Couplepreneur yang Sukses Berbisnis Coklat nDalem

Satu bulan setelah menikah, saya kepikiran untuk menjalankan bisnis cokelat karena memang senang makan cokelat. Kebetulan suami lulusan Teknologi Pangan sehingga kami bagi tugas, suami di bagian produksi, saya di bagian marketing
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  10:00 WIB
Meika Hazim pemilik cokelat ndalem
Meika Hazim pemilik cokelat ndalem

Bisnis.com, JAKARTA -- Cokelat menjadi salah satu camilan yang digemari masyarakat Indonesia.  Rasanya yang manis dan lumer di mulut membuat siapa saja senang mencicipinya. Bahkan cokleat juga menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak dibeli saat sedang berada di luar kota.

Potensi ini pula yang kemudian dilirik oleh pasangan Meika Hazim bersama sang suami Wednes Aria Yuda untuk mengembangkan bisnis coklat yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta dengan merek Coklat nDalem pada 2013 lalu.

“Satu bulan setelah menikah, saya kepikiran untuk menjalankan bisnis cokelat karena memang senang makan cokelat. Kebetulan suami lulusan Teknologi Pangan sehingga kami bagi tugas, suami di bagian produksi, saya di bagian marketing,” ujarnya.

Coklat nDalem memang dibuat sebagai  produk oleh-oleh dengan konsep cita rasa dan cerita khas budaya ke dalam sebuah coklat bar. Apalagi Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota budaya dan pariwisata yang ada di Indonesia.

 Sebelum meluncurkan brand ini, Meika sebetulnya sudah pernah membuat brand coklat bersama teman-temannya pada 2010, tetapi usaha yang dijalankan terpaksa harus ditutup karena perbedaan pandangan dari masing-masing owner.

Karena itulah saat membangun kembali brand coklat, wanita yang pernah berprofesi sebagai penyiar radio dan televisi ini benar-benar memikirkan konsep bisnis, target market, hingga nama dan branding yang ingin dikembangkan.

Dia lantas fokus membuat story telling dari setiap coklat yang diproduksi memiliki konsep yang erat dengan budaya Jawa sehingga menjadikan produk ini berbeda dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan brand coklat yang ada di pasaran.

Story telling tersebut juga terlihat dari packaging produk yang memiliki desain khas dengan budaya yang kuat. Misalnya untuk coklat Liniasa Klasik seperti Extra Dark, Dark dan Less Sugar Dark diilustrasikan dengan packaging yang klasik seperti batik-batik pernikahan khas Yogya yang memang klasik secara nilai filosofis.

Selain itu ada pula Linirasa Pedas yang dihias oleh ilustrasi wayang dengan sentuhan komik, atau varian Linirasa Rempahnesia yang memiliki packaging dengan ilustrasi prajurit kraton. Dengan demikian, ada cerita di setiap coklat dan packagingnya mengenai cita dan budaya di Yogya.

“Sebelum meluncurkan produk, positioningnya harus jelas dan kuat sehingga kami pun melakukan riset ngga Cuma pada rasa tetapi juga sentuhan budaya yang cocok dan ingin dimasukkan ke dalam setiap produk coklat,” tuturnya.

Selain itu, karena ini merupakan produk makanan maka proses legalitas dan izin edar juga benar-benar diurus semuanya. Bahkan mereka langsung membuat CV sehingga dapat menjalin kerjasama dengan pihak-pihak eksternal.

Saat awal memulai, Meika mengaku hanya mengeluarkan modal sekitar Rp1,5 juta yang diputar untuk produksi awal dan mengurus berbagai kebutuhan. Untuk coklatnya sendiri, dia menjalin kerjasama dengan supplier dan memulainya dengan membeli sekitar 12 kg coklat yang kemudian terus diputar.

“Penjualan kami lakukan secara offline dari rumah, kemudian coba menawarkan ke toko oleh-oleh dengan sistem konsinyasi bermula dari 1 toko, lalu ada 3 hingga 4 partner, sampai akhirnya kami bisa menjalin kerjasama dengan 40an partner,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan produknya, Coklat nDalem juga ikut memberdayakan para petani lokal, terutama petani kakao yang ada di Gunung Kidul. Seiring berjalannya bisnis, mereka tidak lagi mengambil coklat dari supplier tetapi mengolah langsung biji kakao yang didapatkan dari petani.

Bahkan saat pertama kali hendak mengolah biji kakao dari petani, Meika dan sang suami butuh waktu satu tahun untuk mempelajari cara-cara dan penggunaan teknologinya. Mereka pun mendatangkan langsung ahli coklat dari Belanda yang memang membantu UMKM di negara berkembang.

“Kami membantu memberdayakan para petani dengan membeli biji kakao di atas harga tengkulak dan lainya, waktu awal kami mulai dari 10 kg per bulan, sekarang setelah 5 tahun bekerjasama kami bisa mengambil jauh lebih banyak,” ujarnya.

Olahan biji coklat tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi produk-produk Coklat nDalem tetapi juga dijual untuk para produsen coklat lainnya termasuk untuk produsen coklat di luar negeri. Nantinya, hasil coklat yang sudah diproduksi menjadi coklat bar, ada yang dikembalikan kepada para petani sehingga mereka bisa mencicipi rasa coklat dari kebun mereka sendiri.

Dari hasil kerjasama dengan para petani lokal, Mieka dan suami lantas menghadirkan brand kedua yakni Boebens yang artinya biji kakao dari kebun. Brand ini mengangkat konsep coklat sehat rendah gula yang menunjukkan keunggulan coklat dari petani lokal.

Selain itu, mereka juga melakukan inovasi lainnya dengan menghadirkan brand coklat ketiga yakni Oui Chocolate yaitu coklat dengan rasa buah dan yoghurt segar yang dibuat sebagai produk camilan. Konsepnya berbeda dengan dua brand sebelumnya karena lebih kekinian dan menyasar pangsa pasar generasi muda.

“Kami juga memiliki brand Chobio yaitu coklat probiotik dan juga masuk ke brand minuman Tanda Hati yang baru saja diluncurkan saat awal pandemi. Termasuk mempersiapkan produk selai coklat. Semua produk-produk ini sekarang berada di bawah induk usaha nDalem Indonesia,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, nDalem Indonesia tidak hanya mengandalkan penjualan secara offline di gerai-gerai toko oleh-oleh maupun retail modern, tetapi beradaptasi dengan masuk ke ranah online dengan membuat official store di sejumlah marketplace, termasuk ke platform ojek online dan memaksimalkan media sosial.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur pebisnis tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top