Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Kue Bawang, Heni Bisa Raup Puluhan Juta Perbulan

Heni Artina bersama suami, Saryono sudah hampir 20 tahun menjalankan usaha makanan ringan yaitu kue bawang, di Desa Sekip Hulu, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 23 Maret 2022  |  11:32 WIB
Dari Kue Bawang, Heni Bisa Raup Puluhan Juta Perbulan
Dari Kue Bawang, Heni Bisa Raup Puluhan Juta Perbulan

Bisnis.com, PEKANBARU - Usaha camilan dan makanan ringan kerap dijadikan bisnis sampingan ibu rumah tangga. Ternyata bila dijalankan serius, hasilnya bisa menjadi luar biasa dengan omset sampai puluhan juta setiap bulannya.

Heni Artina bersama suami, Saryono sudah hampir 20 tahun menjalankan usaha makanan ringan yaitu kue bawang, di Desa Sekip Hulu, Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Awalnya suami menjalankan usaha roti yang dijual ke warung-warung, tapi karena biaya produksinya lebih tinggi dan waktu kerja lebih panjang dari membuat kue bawang, akhirnya Heni dan suami setuju untuk fokus menjalankan bisnis camilannya dan roti diberhentikan.

"Dari 2003 dirintis dan 2005 pesanan kue bawang mulai ramai, sampai di 2008 dengan jumlah penjualan sudah besar bisa Rp1jutaan sehari dari kue bawang saja. Akhirnya kami putuskan untuk fokus menjalankan usaha kue bawang saja dan menutup usaha roti dan juga sempat buka toko kelontong sebentar," ujarnya Selasa (22/3/2022).

Produksi kue bawang Heni yang menggunakan merek Bina Karya ini bisa menghabiskan 25 kilogram tepung sehari, atau memproduksi hingga 35 kilogram kue bawang.

Hasil yang didapatkan sangat bagus, yaitu dengan menjual Rp60.000 per kg, setiap harinya omset bisa sekitar Rp1jutaan lebih atau perbulan mencapai Rp35 jutaan hingga pernah juga sampai Rp45 jutaan.

Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya, memang usaha kue bawang ini sudah memakai mesin produksi yang tentu saja berdampak pada hasil makanan yang lebih higienis dan lebih cepat prosesnya.

Dia mengakui dengan menjual di harga tersebut, dulunya besaran keuntungan dengan modal bisa sebesar 50:50. Namun dengan kondisi saat ini situasinya berubah, dan akhirnya setelah 16 tahun menjual di harga yang sama, Heni mulai menaikkan harga jual menjadi Rp70.000 per kilogram mulai pekan ini.

Selama proses usaha ini dikembangkan, dia mengakui ada andil dari Bank BRI sebagai pendorong, yaitu dengan memberikan pinjaman modal usaha sejak awal merintis dulu mulai Rp1 jutaan. Menurutnya kini berkat transaksi yang terus meningkat dan penjualan semakin besar, bila akan meminjam modal ratusan juta pun kini akan diberikan.

"Saya sangat merasakan dukungan Bank BRI ini, sekarang kami tidak perlu datang ke bank kalau ada keperluan, tapi petugasnya datang ke rumah dan membantu transaksi. Saya juga mengenal pimpinan BRI Rengat yang sangat membantu usaha kami terus berkembang," ujarnya.

Kedepan Heni berencana untuk terus mengembangkan usaha kue bawang Bina Karya dengan membangun rumah produksi lebih besar, sehingga kapasitas produksi dapat semakin ditingkatkan. Dia berharap rencana ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak sehingga usaha itu akan terus maju di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis umkm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top