Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sambut Ramadan, Populix Ungkap Peluang Bisnis yang Bisa Dicoba

Menjelang bulan Ramadan, banyak masyarakat dan pelaku bisnis yang berlomba untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai peluang bisnis.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  14:23 WIB
Sambut Ramadan, Populix Ungkap Peluang Bisnis yang Bisa Dicoba
Menu sajian Ramadan. - Chef Arnold.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Momen bulan puasa atau Ramadan ternyata tidak hanya menjadi ajang konsumsi, tetapi juga memunculkan beragam peluang bisnis yang patut dicoba.

Hal ini tecermin dari hasil survei yang dilakukan oleh Populix. Survei berjudul “Embracing Ramadan 2022” ini membahas seputar perilaku konsumen Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan 1443H. Survei dilakukan pada tanggal 1-9 Maret 2022 terhadap 1.492 responden berusia 18-55 tahun di Indonesia.

Chief Executive Officer Populix Timothy Astandu menyebut menjelang bulan Ramadan, banyak masyarakat dan pelaku bisnis yang berlomba untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai peluang bisnis.

Melalui survei Embracing Ramadan 2022 perusahaan menyoroti beberapa perilaku konsumen dalam menyambut bulan Ramadhan, hingga preferensi mereka dalam mempersiapkan menu berbuka puasa.

"Menariknya, peluang bisnis musiman ini tidak hanya berpotensi di kalangan masyarakat Muslim tetapi juga masyarakat non-Muslim. Kami berharap survei ini dapat menginspirasi masyarakat yang ingin mencari peluang bisnis, serta para pelaku bisnis yang tengah merumuskan strategi bisnis di bulan Ramadan tahun ini,” ujarnya dalam rilis, Senin (28/3/2022).

Berikut ini adalah beberapa poin temuan utama dari survei yang telah dilakun oleh perusahaan rintisan atau startup Populix.

- Persiapan konsumen menjelang bulan Ramadan

Sebelum memasuki bulan Ramdan, sebanyak 70 persen responden Muslim mengatakan mereka memilih untuk membersihkan rumah, sementara 66 persen responden mengatakan mereka akan mempersiapkan stok makanan dan 47 persen memilih untuk mempersiapkan stok minuman.

Terdapat juga 43 persen responden yang membeli pakaian baru dan 30 persen responden yang membeli perlengkapan sholat untuk menyambut bulan Ramadan.

Mayoritas responden juga telah menyediakan anggaran hingga 25-50 persen lebih besar dibandingkan bulan biasa. Menariknya, survei menunjukkan responden laki-laki cenderung bersedia mengeluarkan anggaran lebih besar dibandingkan perempuan untuk menyambut Ramadan.

- Preferensi menu berbuka puasa

Dalam mempersiapkan menu berbuka puasa, 72 persen responden mengatakan sebagian disiapkan oleh diri sendiri maupun anggota keluarganya. Adapun sebagian lainnya dibeli dari pedagang terdekat di sekitar rumah atau kantor mereka (71 persen), bazaar Ramadan (52 persen), teman/tetangga/keluarga yang menjual menu berbuka puasa (44 persen), maupun aplikasi pesan makanan online (25 persen).

Gorengan (74 persen), kolak (72 persen), dan hidangan utama (65 persen) merupakan menu makanan paling diminati responden beragama Muslim untuk berbuka puasa. Sementara itu, air mineral (72 persen) dan teh (70 persen) merupakan jenis minuman yang paling banyak dipilih responden untuk menemani mereka berbuka puasa.

Survei “Embracing Ramdan 2022” juga memperlihatkan merek air mineral, teh dalam kemasan, hingga pilihan gerai untuk membeli teh kekinian yang paling disukai responden, baik responden Muslim maupun non-Muslim.

Untuk merek air mineral dalam kemasan, mayoritas responden memilih Aqua, Le Minerale, Vit, Cleo, dan Nestle Pure Life sebagai lima merek utama pilihan mereka.

Pada kategori teh dalam kemasan, responden memilih Teh Pucuk Harum, Teh Kotak, Frestea, Fruit Tea, dan Sosro. Sementara itu, di tengah maraknya tren minuman kekinian, responden memilih Chatime, Janji Jiwa, Es Teh, Kopi Kenangan, dan Haus sebagai gerai tempat mereka membeli minuman teh kekinian.

- Perilaku konsumen non-Muslim di bulan Ramadan

Selain responden Muslim, survei menunjukkan bahwa responden yang beragama non-Muslim juga turut menunjukkan ketertarikan dalam berburu hidangan berbuka puasa. Sebanyak 51 persen responden mengatakan selalu ikut menikmati hidangan berbuka puasa dan 46 persen responden mengatakan kadang-kadang menikmati hidangan berbuka puasa.

Kolak (72 persen), gorengan (62 persen), dan kue tradisional (51 persen) menjadi menu makanan paling dicari, sementara aneka jus (53 persen), es cendol (51 persen), dan air kelapa (48 persen) merupakan minuman paling diburu responden non-Muslim.

Sama seperti responden Muslim, responden non-Muslim juga berbelanja makanan dan minuman yang identik dengan bulan Ramadan tersebut dari pedagang di sekitar rumah atau kantor mereka, bazaar Ramadan, teman/tetangga/keluarga yang menjual menu berbuka puasa, atau aplikasi pesan makanan online.

Sebagai informasi, Populix adalah sebuah layanan survei konsumen berbasis digital. Populix memulai debutnya pada 2018 sebagai salah satu dari tujuh startup yang berpartisipasi dalam GnB Accelerator dan dinobatkan sebagai salah satu dari lima startup inovatif asal Indonesia.

Hingga saat ini, Populix telah melakukan lebih dari 355 riset pasar dengan didukung oleh lebih dari 145 bisnis dari berbagai sektor dan ukuran. Populix memiliki lebih dari 300.000 responden yang tersebar di lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia termasuk Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bali, hingga Sorong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneurship tips bisnis Ramadan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top