Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Revolt Industry, Dirintis dari Garasi dengan Modal Awal Rp7 Jutaan

Revolt Industry adalah sebuah brand lokal independen berbasis di Surabaya yang bergerak di bidang fesyen dan gaya hidup dengan produk fesyen berbahan kulit lokal dan produksinya secara handmade
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  22:01 WIB
Revolt Industry, Dirintis dari Garasi dengan Modal Awal Rp7 Jutaan
Salah satu tas buatan Revolt Industry - revoltindustry

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari nol. Salah satunya adalah Revolt Industry.

CEO Revolt Industry, Stephen Firmawan Panghegar mengatakan, sejak berdiri pada tahun 2014, Revolt Industry sangat independen atau mandiri.

Modal awalnya saja hanya Rp7 jutaan.

Dia menceritakan ketika memulai usahanya ini mulai dari garasi dengan dibalut oleh mimpi dan keresahan.

Sudah banyak lika-liku yang berhasil dihadapi karena buah hasil kerja keras jajaran brand. Ada faktor keberuntungan dan kehebatan semesta.

"Dari garasi, di tahun pertama kebakaran, kemalingan, kebanjiran, dan pandemi. Tapi kita berdiri lagi," urai Stephen.

Namun, katanya, dia tidak patah semangat. Terus berusaha bangkit mengembangkan bisnisnya. Semuanya dilakukan dan dipantau secara langsung. Mulai dari dari pemilihan bahan produk sampai pada tahap penjualan.

Berdiri sejak 2014, dirinya mengekspresikan keberanian dan gagasan progresif melalui setiap barang dan kampanye kulit buatan tangannya.

Barang-barang kulit Revolt Industry, katanya, dibeli tidak hanya karena kualitas produknya, tetapi juga karena nilai barangnya.

"Melalui pertimbangan bahan dan desain yang cermat, proses buatan tangan yang cermat, cerita yang berani, dan tujuan yang kuat – kami bermaksud menjangkau audiens yang lebih luas untuk pemberontakan kami yang rajin," paparnya.

Dia menegaskan dirinya percaya bahwa setiap orang perlu memiliki keunikannya masing-masing dalam menjalani bisnisnya. Itulah yang diterjemahkannya dalam produk-produknya.

Stephen mengakui bahwa pagebluk covid menjadi sandungan terbesar untuk Revolt Industry.

Kalau biasanya 25% penjualan setiap tahunnya untuk ekspor, tetapi selama pandemi turun drastis hingga 10%.

"Saat ini, total omzet kami per bulannya mencapai Rp400 juta, tapi sumbangan ekspor masih sangat kecil yaitu Rp40 jutaan," ungkapnya.

Revolt Industry adalah sebuah brand lokal independen berbasis di Surabaya yang bergerak di bidang fesyen dan gaya hidup dengan produk fesyen berbahan kulit lokal dan produksinya secara handmade.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bisnis pengrajin
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top