Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Profil Ben Bernanke, Mantan Bos The Fed dan Salah Satu Trio Pemenang Nobel Ekonomi 2022

Gagasan Ben Bernanke meningkatkan pemahaman mengenai peran bank dalam perekonomian, terutama selama krisis keuangan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Oktober 2022  |  12:31 WIB
Profil Ben Bernanke, Mantan Bos The Fed dan Salah Satu Trio Pemenang Nobel Ekonomi 2022
Ben S. Bernanke
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ben S. Bernanke, mantan gubernur bank sentral AS Federal Reserve selama krisis keuangan 2008 menjadi salah satu dari tiga penerima penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2022.

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menganugerahkan Nobel Ekonomi kepada Ben Bernanke, Douglas W. Diamond, dan Philip H. Dybvig dalam upaya mereka meningkatkan pemahaman mengenai peran bank dalam perekonomian, terutama selama krisis keuangan.

Dilansir dari BBC, Selasa (11/10/2022), Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia mengatakan Bernanke dan dua rekan sesama ekonom AS tersebut telah mengubah pemahaman tentang krisis keuangan.

Ketiganya menekankan menekankan pada pentingnya menghindari bank runs, yang merupakan peristiwa saat banyak nasabah secara bersamaan menarik dana secara besar-besaran pada suatu bank karena menurunnya tingkat kepercayaan.

“Gagasan mereka telah meningkatkan kemampuan untuk menghindari krisis serius dan dana talangan yang mahal,” kata akademi seperti dikutip BBC.

Adapun penelitian Bernanke menunjukkan bagaimana krisis perbankan memperpanjang krisis selama masa Great Depression pada tahun 1930-an. Dia kemudian menerapkan beberapa pelajaran itu menjabat gubernur The Fed dari 2006 hingga 2014.

Ketika krisis keuangan melanda, Bernanke mendorong Federal Reserve untuk campur tangan secara agresif, memangkas suku bunga dan membantu mengatur dana talangan dari beberapa bank terbesar AS. Langkah ini dianggap kontroversial secara politis.

Kebijakan yang dia gunakan juga digunakan oleh The Fed dan bank sentral lainnya pada tahun 2020 untuk menstabilkan ekonomi ketika pandemi Covid melanda dan banyak negara melakukan lockdown.

Ekonom Universitas Stockholm John Hassler mengatakan para pemenang telah memberikan dasar untuk pemahaman modern mengenai pentingnya peran perbankan, penyebab bank runs, dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.

"Kami juga dapat mencatat bahwa meskipun krisis keuangan memiliki konsekuensi besar, baik krisis keuangan 2008 maupun pandemi Covid tidak menyebabkan depresi seperti di tahun 30-an," ungkap Hassler yang juga anggota komite Nobel.

Ketika Mr Bernanke menerbitkan karyanya pada tahun 1983, kegagalan bank dipandang sebagai konsekuensi dari krisis ekonomi, bukan penyebabnya. Namun, gagasannya mengubah pola pikir tersebut.

Bernanke mengatakan karyanya terlihat "primitif" hari ini, tetapi tidak biasa pada saat itu untuk menyatakan bahwa sistem keuangan memiliki dampak besar pada perekonomian lainnya.

"Saya sangat merasa terhormat menjadi salah satu pemenang," katanya.

Dia mengatakan pengumuman tersebut tidak terduga. Bernanke mengetahui berita itu dari putrinya, setelah panitia tidak bisa menghubunginya karena ponselnya mati.

Halaman:
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nobel ekonomi nobel bernanke ben bernanke the fed
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top