Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa Itu Vendor? Ini Jenis, Tanggung Jawab, Hingga Cara Kerjanya

Vendor adalah penyedia barang atau jasa kepada perusahaan. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Nuraini
Nuraini - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  08:20 WIB
Apa Itu Vendor? Ini Jenis, Tanggung Jawab, Hingga Cara Kerjanya
Apa Itu Vendor_ Ini Jenis, Tanggung Jawab, Hingga Cara Kerjanya (pexels)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di dunia bisnis, istilah vendor sudah tidak asing. Beberapa orang menganggap vendor sama dengan supplier, padahal keduanya berbeda.

Vendor adalah pihak yang menjual barang atau jasa ke pelanggan, sedangkan supplier adalah pihak yang menyediakan sumber barang atau jasa yang dibutuhkan dalam bisnis. 

Vendor berada di posisi akhir dalam proses penjualan barang. Sedangkan supplier berperan sebagai sumber produk atau layanan bagi perusahaan. Agar tidak keliru lagi apa itu vendor, mari simak penjelasan tentang jenis, fungsi, tanggung jawab, dan cara kerja vendor, berikut ini. 

Pengertian Vendor

Arti vendor adalah individu atau perusahaan yang menjual dan menyediakan barang atau jasa untuk perusahaan lain. Penjualan barang atau jasa ini berguna untuk menunjang kinerja dari perusahaan lain. Vendor dapat menjual bahan baku, bahan pendukung, bahkan barang setengah jadi. 

Jenis Vendor

Berdasarkan pengertian tersebut, jenis vendor dibagi atas hal yang ditawarkannya yaitu vendor yang menyediakan barang dan vendor yang menyediakan jasa. Berikut ini penjelasannya.

1. Penyedia barang

Vendor penyedia barang adalah individu atau perusahaan yang menjual suatu produk atau barang yang dapat menunjang kinerja dan operasional perusahaan lain. Contohnya, pabrik bahan kimia membutuhkan alat-alat laboratorium untuk mendukung kinerja perusahaan. Maka dari itu, pabrik bahan kimia tersebut akan bekerja sama dengan perusahaan yang menjual alat-alat laboratorium. 

2. Penyedia jasa

Vendor penyedia jasa adalah individu atau perusahaan yang menjual jasa dalam bentuk keterampilan kepada perusahaan lain. Contoh vendor produsen makanan membutuhkan tenaga kerja yang menyediakan jasa pengantaran. Maka dari itu, produsen makanan tersebut bekerjasama dengan vendor pengantaran untuk mengirimkan makanan.

Fungsi Vendor

Perusahaan membutuhkan vendor untuk menyediakan barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi secara mandiri. Dalam hal ini, vendor berfungsi sebagai penyedia barang atau jasa yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja dan operasional perusahaan. Vendor dapat menyediakan bahan baku, setengah jadi, ataupun jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Tanggung Jawab Vendor

Vendor memiliki sejumlah tugas yang harus dikerjakannya. Berikut tugas vendor yang menjadi tanggung jawabnya. 

  • Memberikan pelayanan terbaik.
  • Memastikan produk atau jasa diberikan tepat waktu.
  • Memastikan produk yang diberikan sampai dengan aman.
  • Memastikan produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan adalah yang berkualitas.
  • Memenuhi permintaan dari perusahaan yang menjadi rekanan sesuai dengan kesepakatan.

Bagaimana Cara Kerja Vendor?

Cara kerja vendor berbeda tergantung pada jenis dan posisi vendor dalam rantai pasokan. Inilah cara kerja vendor apabila vendor berperan sebagai produsen maupun grosir.

1. Pemesanan dan pembelian

Pemesanan dilakukan oleh pelanggan. Pemesanan dapat dilakukan melalui internet ataupun cara lain. Ketika pelanggan melakukan pesanan, vendor akan menjelaskan banyak hal, seperti jenis barang yang dipesan, tanggal pemesanan, harga, dan persyaratannya.

2. Pengecekan dan penyiapan

Pihak vendor akan melakukan pengecekan stok sebelum barang bisa dikirim. Apabila terdapat kecacatan pada barang, vendor yang berperan sebagai produsen harus memproduksinya kembali. Jika vendor berperan sebagai grosir, mereka harus memesan kembali ke pihak produsen.

3. Pengiriman

Apabila barang yang tersedia sudah sesuai dengan pesanan, vendor akan mengirimkannya ke lokasi yang diinginkan pelanggan. Pihak pelanggan juga akan menerima faktur penjualan agar pelanggan dapat mengecek kesesuaian barang yang dipesan ketika sudah sampai.

4. Penerimaan barang oleh pelanggan

Apabila barang sudah sampai dan diterima oleh pelanggan, perlu adanya perbandingan dan penyesuaian kondisi barang dengan faktur penjualan. Jika barang yang diterima sudah sesuai, pelanggan akan melakukan pembayaran.

5. Penggunaan barang oleh pelanggan

Pelanggan sudah bisa menggunakan barang yang dipesan dari vendor untuk keperluan bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vendor perusahaan tips bisnis tokoh bisnis jasa penjualan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top