Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Alwaleed bin Talal, Warren Buffet Arab Saudi, Pemilik Hotel Mewah yang Dihuni Ronaldo

Ronaldo menetap di sebuah hotel termewah Arab Saudi dengan sewa US$300.000 milik Alwaleed bin Talal, siapa sosok salah satu orang terkaya di Arab Saudi itu
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 09 Januari 2023  |  18:36 WIB
Alwaleed bin Talal, Warren Buffet Arab Saudi, Pemilik Hotel Mewah yang Dihuni Ronaldo
Pangeran Alwaleed Bin Talal, miliuner asal Arab Saudi - middleeasteye.net
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemilik Four Seasons Riyadh kini menjadi perbincangan. Usai Ronaldo mengungkapkan dirinya menetap di sebuah hotel termewah Arab Saudi dengan biaya sewa US$300.000 atau setara dengan Rp4,6 miliar per bulan. 

Ronaldo resmi bergabung dengan Al Nassr dan mendapatkan kontrak dua setengah tahun setelah menandatangani kontrak US$214 juta atau setara dengan Rp3,3 triliun per tahun pada Rabu (4/1/2023). Kontrak tersebut membuat Ronaldo menjadi pemain sepak bola paling mahal di dunia. 

Menurut informasi dari hotel, Kingdom Suite menawarkan pemandangan Riyadh yang tak tertandingi.

Suite dua lantai terbaru itu berada di lantai 48 dan 50 lantai Hotel, dengan ruang tamu yang menjulang tinggi, kantor pribadi, ruang makan, dan ruang media. Fasilitas lainnya termasuk lapangan tenis, spa, sauna, dan perawatan pijat.

Lantas, siapa sebenarnya pemilik dari hotel mewah Four Seasons Riyadh yang menjadi salah satu gedung tertinggi Kingdom Tower Arab Saudi? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Pemilik Four Seasons Riyadh

Melansir dari Business Insider, pemilik dari Four Seasons Riyadh adalah miliarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud. 

Menurut House of Saud, pria kelahiran 1955 ini adalah keponakan Raja Abdullah dari Arab Saudi dan cucu dari Ibnu Saud pendiri Arab Saudi.

Pangeran Alwaleed merupakan pendiri Kingdom Holding Company (KHC) yang terdaftar oleh Forbes sebagai orang terkaya ke-34 di dunia pada tahun 2015 dan warga negara terkaya Arab Saudi dengan perkiraan kekayaan di atas US$23 miliar atau setara dengan Rp358 triliun.

Meski, masa kecilnya penuh gejolak karena kedua orang tuanya berpisah di usia muda, namun berkat berkat asuhan yang baik dari keluarga kerjaan, membuat dirinya berhasil menjadi seorang pebisnis. 

Pangeran Alwaleed lulus pada tahun 1979 dari perguruan tinggi Menlo di California dengan gelar Bachelor of Science di bidang Administrasi Bisnis.

Tak lama setelah lulus dari perguruan tinggi Pangeran Alwaleed memulai karidr sebagai pengusaha dan wiraswasta, kembali ke Arab Saudi ia menjadi pemain terkemuka di bidang konstruksi dan real estate, dengan cerdik dirinya memanfaatkan koneksi dan posisinya yang kuat di keluarga kerajaan untuk membangun kerajaan bisnis. 

Deretan Bisnis Pangeran Alwaleed

Pangeran Alwaleed dianggap di Arab seperti Warren Buffett di Amerika Utara. Ketajaman bisnis dan kewirausahaannya yang luar biasa dimanfaatkan sekembalinya ke Arab Saudi pada tahun 1979.

Dia kembali ke Arab Saudi selama ledakan minyak tahun 1974 – 1985. Berkat pandangan bisnisnya yang luar biasa, dia mendirikan kantor kecil di Riyadh untuk kontrak konstruksi dan real estate.

Strategi bisnis Pangeran Alwaleed tepat sasaran, dia mengakuisisi Bank Komersial Saudi yang berkinerja buruk dan seorang diri mengubahnya menjadi salah satu bank terkemuka di Timur Tengah dengan melakukan merger dengan Saudi Cairo Bank dan SAMBA.

Usaha investasi Pangeran Alwaleed menjadi perhatian Barat ketika dia membeli saham besar di Citicorp. Kepemilikannya di Citibank berjumlah setengah dari kekayaannya sebelum periode krisis keuangan yang menurun pada 2007-2008.

Alwaleed pun menjadi pebisnis  di jaringan hotel Four Seasons dan Plaza Hotel di New York. Dia juga berinvestasi di Savoy Hotel London dan Monaco's Monte Carlo Grand Hotel. Selain itu dia memegang 10 10 persen saham di Euro Disney SCA, perusahaan yang menjalankan Disneyland Paris di Marne-la- Vallée .

Dalam kemitraan dengan perusahaan real estate AS Colony Capital, Alwaleed's Kingdom Holding mengakuisisi Fairmont Hotels and Resorts yang berbasis di Toronto yang diperkirakan bernilai US$3,9 miliar. 

Berinvestasi ke Twitter

Dia pun turut menginvestasikan US$300 juta atau setara dengan Rp4,6 triliun di Twitter melalui pembelian pada Desember 2011. Bahkan, diketahui pula dirinya menjadi salah satu investor yang membantu Elon Musk dalam pembelian Twitter. 

Adapun, kabar terbaru pada bulan Mei 2022 lalu Pangeran Saudi ini setuju untuk mengubah sahamnya di Twitter, senilai hampir US$2 miliar atau setara dengan Rp31,2 triliun. Meski, sebulan sebelumnya, dia secara terbuka berdebat dengan Musk tentang nilai perusahaan, tetapi kemudian men-tweet bahwa Musk akan menjadi "pemimpin yang sangat baik untuk Twitter." 

Harta Kekayaan Pangeran Alwaleed

Melansir dari House of Saud, di mana perkiraan kekayaan Pangeran Alwaleed sebesar US$23 miliar atau setara dengan Rp358 triliun. Maka, dengan harta kekayaan yang fantastis, Pangeran Alwaleed pun menghabiskannya dengan membeli kapal pesiar pribadi terbesar ke-54 di dunia, berukuran 85,9 meter (282 kaki). Dia memiliki tiga istana, mulai dari 250.000 hingga 4.000.000 meter persegi. 

Selain itu, dirinya juga memiliki Dua dari istana ini, Kingdom Resort dan Kingdom Palace berada di kota Hay al Huda. Kingdom Oasis istananya yang ketiga dan terbesar di Janadriyah.

Tidak hanya itu, Pangeran Alwaleed pun ikut beberapa kegiatan sosial untuk menjembatani kesenjangan antara negara-negara Barat dan Islam melalui kegiatan amal untuk mendukung prakarsa pendidikan. Dia telah mendanai studi Amerika di universitas-universitas Timur Tengah dan studi Islam di universitas-universitas Barat.

Pada tahun 2002, dia memberikan hadiah sebesar US$500.000 atau setara dengan Rp7,7 miliar untuk membantu mendanai Beasiswa George Herbert Walker Bush di Phillips Academy di Andover, Massachusetts. 

Dia pun menyumbangkan US$17 juta atau setara engan Rp265 miliar untuk korban gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia tahun 2004. 

Pada tahun 2008, dia memberikan £16 juta atau setara dengan Rp303 miliar kepada Universitas Edinburgh untuk mendanai “ pusat studi Islam di dunia kontemporer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokoh bisnis tokoh hotel arab saudi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top