Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tiga Sekawan Pendiri Signature Bank, Berlatar Belakang Ekonom

Simak profil ketiga ekonom pendiri Signature Bank, yang baru saja bangkrut menyusul Silicon Valley Bank
Joseph De Paolo salah satu founder Signature Bank/
Joseph De Paolo salah satu founder Signature Bank/

Bisnis.com, JAKARTA - Usai Silicon Valley Bank (SVB) mengalami kolaps, kini giliran Signature Bank yang berpusat di New York ikut tumbang. 

Runtuhnya Signature Bank, dengan aset yang diperkirakan mencapai US$100 miliar atau setara dengan Rp1.541 triliun merupakan pukulan bagi perusahaan dan juga para pendirinya. 

Kegagalan tersebut merupakan yang terbesar ketiga dalam sejarah AS, setelah Washington Mutual yang bangkrut pada 2008 dan Silicon Valley Bank pada Jumat (10/3/2023). 

Hampir seperempat simpanan Signature Bank berasal dari sektor mata uang kripto.

Ambruknya bursa kripto milik Sam Bankman-Fried, FTX, yang menguras simpanan miliaran dolar, memang jadi alasan mereka mengurangi simpanan kripto sebesar US$8 miliar atau sekitar Rp123,3 triliun. 

Namun langkah tersebut gagal menenangkan investor. Kondisi ini nyatanya kian semakin memburuk setelah (SVB) bank yang fokus pada teknologi mengalami krisis. 

Lantas, siapa sosok dibalik berdirinya Signature Bank? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

1. Joseph DePaolo

J. DePaolo merupakan salah satu pendiri dari Signature Bank. Pria yang lahir di Brooklyn, New York pada 1954 ini lulus dari Brooklyn College pada tahun 1976 dengan gelar Sarjana Akuntansi dan kemudian meraih gelar Master di bidang Keuangan dari Universitas Adelphi.

DePaolo memulai karirnya di perbankan sebagai auditor di KPMG, sebuah kantor akuntan global. Dia kemudian bergabung dengan industri perbankan, bekerja di berbagai institusi, termasuk Chemical Bank dan Bank of New York. 

Pada tahun 2001, dia ditunjuk sebagai CEO dan Presiden Signature Bank, sebuah bank yang relatif kecil pada saat itu yang asetnya hanya US$250 juta atau setara dengan Rp3,8 triliun.

Di bawah kepemimpinan DePaolo , Signature Bank dengan cepat memperluas operasinya dan menjadi bank komersial terkemuka di wilayah metropolitan New York. 

Dia fokus membangun tim bankir berpengalaman yang berbagi komitmennya terhadap layanan pelanggan yang luar biasa dan bekerja sama dengan klien untuk memahami kebutuhan dan tujuan mereka. 

2. Scott Shay

Scott A. Shay adalah pendiri dan Pimpinan Signature Bank, yang dikenal sebagai salah satu bank terbaik di New York untuk pemilik bisnis swasta.

Scott memperoleh gelar sarjana di bidang Ekonomi dan Magister Manajemen dari Northwestern University, 

Dia bercerita, awalnya bercita-cita sebagai peneliti kimia. Namun,ketertarikannya berubah saat dia mengambil kelas ekonomi 

“Saya selalu menikmati angka. Saya selalu menikmati sektor keuangan. Dan pergi ke Wall Street sepertinya sangat menarik bagi saya,” ujarnya dalam podcast Northwestern. 

Signature Bank bermula ketika dua rekan pendiri lainnya menjadi bankir di Republic National Bank of New York sebelum akhirnya diakusisi HSBC, sementara Scott adalah seorang klien. 

“Jadi kami memulai bank ini dari nol dengan modal US$42,5 juta atau setara dengan Rp655,4 triliun yang diberikan kepada kami oleh Bank Hapoalim, bank Israel. Saat awal merintis, tidak ada klien, tidak ada pendapatan. Kami kehilangan US$2,5 juta atau setara dengan Rp38,5 miliar per bulan,” ucapnya. 

3. John Tamberlane

John Tamberlane adalah Wakil Ketua Signature Bank serta Direktur Signature Securities Group. 

Sebelum bergabung dengan Signature Bank,  Tamberlane adalah Presiden Divisi Layanan Keuangan Konsumen dan Direktur Republic National Bank, yang bergabung pada tahun 1980. 

Sayangnya, informasi mengenai dirinya sangatlah minim. Namun, sebelum bergabung dengan Republic National Bank, Tamberlane bekerja di Bankers Trust selama 16 tahun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper