Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Solo-preneur! Lakukan Tujuh Hal Ini Jika Buka Bisnis Sendiri

Membuka bisnis sendiri tetap bisa dilakukan. Berikut ini tujuh hal yang perlu dilakukan sebagai pebisnis mandiri atau solo-preneur.
Ilustrasi seseorang mulai bisnis dengan modal kecil di rumah/Patriot
Ilustrasi seseorang mulai bisnis dengan modal kecil di rumah/Patriot

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan usaha kecil yang dibangun seorang diri semakin menjamur, terutama sejak Covid-19.

Banyak orang sudah lebih memahami cara mengelola bisnis, dibandingkan sebelumnya, tapi masih banyak hal yang perlu diketahui untuk menjadi pebisnis solo atau solo-preneur. 

Melansir AllBusiness, melalui buku Going Solo yang ditulis oleh Julie Barlow dan Jean-Benoît Nadeau, penulis dan jurnalis yang telah menjalankan bisnis penulis lepas selama lebih dari tiga dekade, ada sejumlah tips untuk membangun bisnis mesksipun sendirian. 

1. Buat semuanya tetap sederhana

Julie Barlow dan Jean-Benoît Nadeau menyebutkan, baik membuka bisnis dengan menjadi seorang penulis, perawat hewan peliharaan, agen real estate, aktor, pengacara, atau desainer grafis, mengelola bisnis kecil berarti harus sadar akan memiliki banyak jabatan profesional. 

Pekerja mandiri harus siap mengerjakan semuanya dari mengelola penjualan, menjadi humas, negosiator kontrak, manajer piutang, melakukan pembukuan, akuntan, presiden, departemen IT, dan banyak lagi. Namun, ada trik untuk menjaga semuanya tetap sederhana.

Pertama, buat "pintu" pembatas. Selama pandemi, banyak orang harus bekerja di mana saja, sampai membawa pekerjaannya ke dapur atau ke meja makan. Terutama di rumah, pasti akan sangat menjengkelkan dan melelahkan ketika bekerja dengan banyak gangguan. 

Oleh karena itu, salah satu hal pertama yang perlu dipelajari sebagai pebisnis solo adalah berupaya untuk berkonsentrasi, dan harus mampu menutup "pintu". Batasan ini bahkan lebih penting lagi ketika menjalankan bisnis kecil-kecilan di rumah bersama anak-anak. 

Barlow dan Nadeau menegaskan untuk menghormati jam kerja dan memisahkan keperluan pekerjaan dan tugas tugas di rumah sehingga tugas di kantor tak terganggu oleh gangguan di rumah dan sebaliknya. 

2. Siapkan folder

Selanjutnya, siapkan folder, baik fisik atau digital. Folder bisa menjadi alat yang sangat diperlukan yang dibutuhkan setiap pemilik usaha kecil. Folder pada dasarnya adalah sebuah kotak tempat menyimpan masalah, kekhawatiran, atau ide ketika berdiskusi dengan orang lain. 

Folder ini dapat membantu memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang dengan cepat. Sebuah bisnis akan penuh dengan ide-ide baru, sehingga ketika memiliki folder di komputer dan fisik akan memudahkan memetakan ide-ide yang didapat ketika diperlukan atau tugas-tugas yang harus dilakukan. 

Folder membantu pebisnis solo mengatur pikiran dan membuat informasi berguna dan mudah ditemukan. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah jangan berlebihan. Penting juga untuk memeriksa folder-folder tersebut secara teratur dan membuang hal-hal yang sudah tidak lagi berguna.

Barlow dan Nadeau juga mngatakan untuk menata pekerjaan dan memasukkan sesuatu ke dalam folder setiap hari. Kebiasaan pengarsipan setiap hari akan membuat bisnis tetap aktif dan sehat. 

Pengarsipan dokumen sering diabaikan oleh banyak pemilik usaha kecil, terutama saat baru memulai bisnis. Namun hal ini penting untuk ketenangan pikiran dan produktivitas.

Pekerjaan rutin seperti pembukuan, penagihan, dan tindak lanjut piutang cenderung menumpuk dan tersingkir karena masalah yang lebih mendesak, seperti penjualan dan operasional, atau peretasan komputer. Untuk menghindari tumpukan kuitansi, tagihan, dan pengeluaran yang harus dikurangkan di akhir bulan, lakukan sedikit pengarsipan setiap hari.

3. Berani menolak tawaran klien

Ketika baru memulai bisnis, sering kali kita ingin menerima semua kesempatan kerja yang masuk, karena menemukan klien belum menjadi hal mudah dan menolak tawaran para klien akan menjadi kesulitan tersendiri. 

Namun, Barlow dan Nadeau mengatakan, agar tetap bisa bekerja dengan profesional, menyingkirkan pelanggan yang rumit adalah salah satu cara terbaik untuk menyederhanakan pengelolaan bisnis yang sedang dijalani. 

Klien yang datang bisa menjadi rumit karena mereka menganggap remeh apalagi para pebisnis baru. Tak jarang mereka meminta bantuan khusus sebagai "teman”.

Tidak masalah bagi setiap pemilik usaha kecil untuk sesekali menolak pelanggan yang berpotensi mempersulit hidup dan bisnis.

4. Pilih media sosial yang tepat

Dari sekian banyak pilihan media sosial yang ada, Barlow dan Nadeau menyebutkan para pebisnis solo agar berkonsentrasi pada satu platform media sosial. 

Terjun satu per satu ke seluruh media sosial bisa jadi justru membuang-buang waktu untuk pebisnis mandiri. 

Dengan bermunculannya platform-platform yang lebih baru, lebih tajam, dan lebih menarik secara berkala, para pemilik bisnis wiraswasta tergoda untuk ikut serta. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa memperbanyak platform media sosial justru akan memperumit kehidupan tanpa memberikan hasil yang bermanfaat.  

5. Jangan berhemat ketika merekrut pekerja lepas yang penting

Sebagai pebisnis mandiri yang baru merintis, pasti menyadari bahwa tidak semua tugas bisa dikerjakan sendirian. Salah satunya mengelola teknis komputer yang perlu keahlian khusus, padahal hal itu sangat penting. 

Pengelola teknologi informasi (IT) bisa membantu merekomendasikan alat terbaik, mengirimkan perangkat keras (hardware) saat dibutuhkan, atau memperbaiki kerusakan komputer secara tepat waktu dan dapat diandalkan.  

Seperti pepatah mengatakan "kesialan tidak ada di kalender", ketika komputer rusak atau data dicuri, atau komputer "mogok", teknisi IT bisa membantu memperbaiki dan menemukan penggantinya, serta mengurai kekacauan dalam sekejap.  

Hal ini sering kali tidak dipikirkan para pebisnis baru. Namun, hal ini penting, mengetahui ada orang yang bisa diandalkan saat terjadi musibah. Meskipun biayanya pasti tidak murah, tapi hal ini penting dipertimbangkan. 

6. Berpikirlah secara preventif

Seperti pepatah lainnya mengatakan "mencehgah lebih baik daripada mengobati", Barlow dan Nadeau mengatakan ketika ada masalah akan makan waktu untuk memperbaikinya ketika tidak punya rencana atau strategi pencegahan masalah. 

Bisnis akan berjalan lebih lancar dan efisien ketika pengusahanya bisa mencegah masalah sebelum terjadi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan membuat kontrak yang detail untuk klien. 

Semua pemilik usaha kecil harus mengantisipasi kemungkinan masalah yang mungkin mereka hadapi dengan klien saat mereka sedang bernegosiasi, karena biasanya sulit untuk memperbaikinya setelah kesepakatan dibuat. 

Pemikiran preventif penting saat memenuhi kontrak. Asah keterampilan komunikasi untuk memastikan bisa menghindari kesalahpahaman dengan klien.

7. Tentukan tujuan dan minat Anda

Terakhir, untuk membangun sebuah bisnis, Barlow dan Nadeau mengharuskan para pebisnis untuk menentukan tujuan besar dalam membangun bisnis. 

Ada ribuan alasan mengapa kita harus membangun sebuah bisnis, meskipun hanya kecil-kecilan. Tetap fokus pada apa yang ingin dicapai sangatlah penting.

Ketika membuka bisnis sebuah produk, tentukan tujuannya, apakah ingin bisa dikenal di lingkungan sekitar saja, atau bisa membawa produk tersebut secara global, atau bisa mengikutkan produk tersebut ke kompetisi-kompetisi nasional, atau ingin membuka banyak cabang di mana-mana? 

Memiliki tujuan yang jelas dengan mendefinisikan tujuan dan minat Anda yang sebenarnya, bagaikan kompas yang bisa memandu keputusan bisnis dan membuat pengelolaan bisnis menjadi lebih sederhana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper