Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tips Bisnis untuk Perempuan ala Founder Lilith NYC Sarah Sukumaran

Kunci sukses wanita sebagai pebisnis minoritas di Amerika Serikat untuk membangun bisnisnya sendiri
Sarah Sukumaran Founder Lilith NYC/linkedin
Sarah Sukumaran Founder Lilith NYC/linkedin

Bisnis.com, JAKARTA - Industri alas kaki, sepatu, sandal dan lainnya masih didominasi oleh laki-laki. Tak hanya terkait dengan para pekerja di balik industrinya, tapi juga terkait produknya. 

Sampai saat ini, tak dapat dipungkiri banyak brand sepatu dan sandal yang desainnya sangat berorientasi pada laki-laki. Bagi wanita, masih cukup sulit mencari sepatu dengan ukuran, gaya, dan desain yang tepat. 

Masalah ini yang membuat wanita asal New York, Amerika Serikat, Sarah Sukumaran, meninggalkan pekerjaannya di brand ternama, sebagai Director of Product, Member Data Science & Models Nike, dan membangun brand alas kakinya sendiri, Lilith NYC. 

Sarah bercerita, sejak dulu, dia sebagai pecinta sepatu sneakers selalu sulit mencari sepatu khusus perempuan. Sampai usianya menginjak 20-an tahun, dia tetap selalu membeli sepatu sneakers untuk laki-laki. 

Untuk menjawab masalah tersebut, dia yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi, akhirnya mulai membangun bisnis sepatu online agar wanita bisa berbelanja sepatu, terutama sneakers, yang ukurannya dan gayanya sesuai dan tetap kekinian. 

Namun, membangun bisnis di Amerika Serikat sebagai perempuan bukanlah hal mudah. Sarah mengatakan, pada brand-brand besar dan mewah tercatat para pekerjanya masih didominasi oleh laki-laki. Di AS terutama, didominasi laki-laki kulit putih. 

Selain itu, mengutip sebuah laporan yang terbit beberapa pekan lalu, di AS hanya ada 1,7 persen pebisnis wanita yang bisa mendapatkan pendanaan eksternal. Bagi wanita kulit hitam, pendanaan tersebut lebih sulit lagi didapatkan. 

Kunci Wanita Membangun Bisnis

Sarah menyebutkan, karena tantangan utama bagi wanita dalam membangun bisnis adalah akses ke pendanaan, investor dan pengumpulan modal, ada baiknya tetap bekerja sambil mengumpulkan modal sebelum membangun bisnis. 

"Karena saya membangun Lilith NYC dengan uang saya sendiri, dan mencari pendanaan dan investor adalah hal yang sangat sulit. Jadi ini jadi tantangan tersendiri untuk wanita bisa keluar dari pekerjaan mereka dan membangun bisnis karena kita tahu susah sekali dapat pendanaan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/10/2023).  

Oleh karena itu, menurutnya, yang pertama harus dipikirkan adalah bagaimana membuat strategi keuangan dan pendanaannya terlebih dahulu, bagaimana bisnis yang dibangun akan didanai, mungkin dengan tetap bekerja, dan melakukan bisnis sebagai pekerjaan sampingan. 

Selain itu, bagi wanita khususnya, perbanyak berkumpul dan melakukan jejaring dengan sesama pebisnis wanita, agar bisa saling berbagi kesulitan yang sama dan mencari solusi yang paling tepat. 

"Karena masalahnya sebagai pebisnis wanita sama, kita jadi bisa berbagi sumber daya, informasi. Misalnya, kalau satu investor tidak cocok di saya, bisa kita serahkan ke yang lai. Atau kalau strategi marketing A cocok di bisnis saya, bisa beritahu ke pebisnis lainnya bahwa strategi ini yang bagus, jadi perbanyak belajar dari sesama perempuan," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper