Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pidato Wisuda Universitas Chuo: Rachmat Gobel Anjurkan Go Global dan Kewirausahaan

Pengusaha Rachmat Gobel menganjurkan profesional maupun pelaku usaha memperkuat orientasi global dan mengembangkan spirit wirausaha dalam menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah.
Arif Budisusilo
Arif Budisusilo - Bisnis.com 25 Maret 2014  |  15:03 WIB
Rachmat Gobel (tengah) beserta istri (duduk) dan kedua anaknya - Bisnis.com
Rachmat Gobel (tengah) beserta istri (duduk) dan kedua anaknya - Bisnis.com

Bisnis.com, TOKYO - Pengusaha Rachmat Gobel menganjurkan profesional maupun pelaku usaha memperkuat orientasi global dan mengembangkan spirit wirausaha dalam menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah.

Rachmat menekankan, dengan membuka diri untuk “go global” dan berjiwa wirausaha, akan dapat memaksimalkan peluang yang ada.

"Sebagai karyawan ataupun sebagai pemilik usaha, semuanya harus go global,” kata Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia itu, dalam pidato di hadapan ribuan Wisudawan Chuo University, Jepang, di Tokyo, Senin (24/3/14).

Sehari sebelumnya, Rachmat, yang juga Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang, menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Chuo University, karena dianggap memberi kontriobusi besar bagi hubungan Indonesia-Jepang dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurut Rachmat,  sebagai karyawan, kemampuan beradaptasi dengan  lingkungan yang berbeda akan memberikan peluang yang tiada batas dari sisi kesempatan kerja.

"Sebagai pemilik usaha, go global memungkinkan Anda menjangkau pangsa pasar yang lebih luas," jelasnya. Dia menambahkan, go global akan memperkuat daya-saing dan memberikan peluang mendapatkan produksi dengan skala ekonomi.

Dia juga menjelaskan, jiwa kewirausahaan penting sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang semakin kompetitif dan kompleks. "Tanpa kewirausahaan, bangsa akan kacau dalam mengalokasikan faktor produksi, berjalan tanpa arah yang jelas."

Rachmat mengingatkan kewiraswastaan di Jepang memerlukan suntikan penguat, karena hanya 1,9% dari penduduk antara 18 dan 64 tahun yang terlibat dalam usaha wiraswasta.

"Jepang memerlukan Anda untuk meneruskan dan memajukan tradisi kewirausahaan. Pelajari sukses cerita Honda, Toyota, Sony dan lain lainnya," pesannya kepada wisudawan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rachmat gobel
Editor : News Editor
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top