Ingin Buka Bimbel? Ini Alternatif 4 Lembaga Kemitraan Untuk Kerjasama

Pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Setiap orang berlomba-lomba untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Bahkan, banyak orangtua yang tak puas dengan hanya menyekolahkan anaknya.
Nenden Sekar Arum | 02 Maret 2015 10:12 WIB
Bisnis bimbel - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pendidikan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Setiap orang berlomba-lomba untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Bahkan, banyak orangtua yang tak puas dengan hanya menyekolahkan anaknya.

Berbagai macam pelajaran tambahan kemudian diberikan melalui lembaga bimbingan belajar di luar sekolah. Selain supaya si Anak semakin paham terhadap pelajaran yang diajarkan di sekolah, orangtua juga ingin buah hatinya memiliki kompetensi tambahan.

Pantas saja, sejak dulu hingga sekarang, Lembaga Bimbingan Belajar seakan tidak pernah mati, malahan cenderung terus bertambah jumlahnya dengan merek dan konsep pelajaran yang lebih variatif.

Bisnisnya pun semakin berkembang luas dengan potensi pasar yang terus terbuka. Permintaan terhadap hadirnya lembaga pendidikan ini pun bukan hanya dari kota-kota besar saja, tapi sudah masuk ke daerah tingkat dua.

Karena keterbatasan untuk menjangkau setiap sudut daerah, akhirnya banyak pengelola bimbel yang mencoba menawarkan konsep kemitraan. Bekerja sama dengan orang-orang yang berada di daerah, akhirnya bisnis ini bisa terus melebarkan sayapnya.

Skema kemitraan yang muncul pun beragam, mulai dari nilai investasi hingga format kerja sama yang dijalin antara pengelola pusat dan mitra. Mulai dari konsep jual beli modul pembelajaran bernilai jutaan hingga paket manajemen komplet senilai puluhan juta.

Jika tertarik untuk mempelajari konsep kemitraan bisnis bimbingan belajar, Anda bisa mencermati beberapa tawaran kerja sama yang ditawarkan di bawah ini.

 

Bimbingan Belajar Aqila Course

Salah satu pelaku usaha yang menawarkan kemitraan bimbingan belajar (bimbel) adalah Ahmad Hasan Basri dengan nama lembaga Aqila Course. Lembaga bimbingan belajar tersebut telah dirintis sejak 2009 dan mulai dimitrakan mulai 2010.

Bimbingan belajar Aqila Course membuka peluang kemitraan dalam hal penyediaan modul, sistem administrasi, sistem manajemen, cara mengajar serta konsultasi terkait bisnis bimbel.

Untuk bergabung dengan jaringan Aqila Course, calon mitra hanya perlu membeli modul bahan ajar atau sistem sistem administrasi versi 4 yang telah dikembangkan Aqila Course untuk memudahkan mitra dalam mengelola bimbel.

Modul pembelajaran yang dijual Aqila Course mulai untuk siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah tingkat pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Sementara itu, sistem administrasi versi 4, merupakan sistem digital berbasis website untuk memudahkan kegiatan administrasi bimbel. Sistem ini dilengkapi SMS server untuk info jadwal, konfirmasi kehadiran siswa, dan SMS broadcast ketika ada perubahan jadwal atau tentor berhalangan hadir.

Selain itu, dilengkapi dengan sistem rekapitulasi keuangan, kehadiran, sampai perubahan jadwal yang dapat diselesaikan dengan hitungan detik.

“Setelah tertarik dan membeli modul bahan ajar atau sistem administrasi, mitra bisa menggunakan merek Aqila Course untuk bimbelnya, atau ada harga khusus untuk yang ingin mengembangkan dengan merek sendiri,” katanya.

Untuk tiap modul SD, dibanderol dengan harga Rp600.000, SMP seharga Rp600.000 dan SMA seharga Rp400.000, sedangkan untuk sistem administrasi v.4 dibanderol seharga Rp1,2 juta.

Supaya lebih hemat, Aqila juga menawarkan paket kemitraan yang terdiri atas tiga macam. Pertama, paket hemat 1 senilai Rp2,5 juta. Mitra akan mendapatkan modul pembelajaran lengkap SD-SMA, materiskill count SD dan SMP, materi english skill, sistem administrasi v.4 dan panduan pengelolaan bimbel.

Kedua, paket hemat 2 senilai Rp1,8 juta yang terdiri atas modul pembelajaran SD dan SMP, Skill Count SD dan SMP, english skill, Administrasi v.4 dengan Logo Aqila Course, dan biaya bagi hasil sebesar Rp1.000 per siswa.

Terakhir, paket hemat 3 seharga Rp1 juta, terdiri atas modul SD dan SMP, Skill Count SD dan SMP, English Skill, SOP dengan Logo Aqila Course, serta tanpa bagi hasil dan biaya tahunan.

“Setiap bulan akan ada update modul, mitra cukup membayat Rp100.000 setiap pembaruan,” katanya.

Selain membayar biaya pembelian modul atau paket kemitraan, mitra juga harus sudah memiliki tempat bimbingan yang tersedia untuk dua ruang kelas.

Biaya sewa tempat disarankan tidak lebih dari Rp10 juta untuk daerah kecamatan, dan Rp20 juta per tahun untuk di daerah ibu kota provinsi. “Biaya sewa kami batasi supaya cashflow dan laba yang diterima mitra akan lebih maksimal,” katanya.

Agar bisnis bimbel bisa berjalan dengan pemasukan dan biaya operasional pada titik impas, Ahmad menghitung mitra minimal memiliki 20 siswa bimbingan. Jika lebih dari angka tersebut, maka mitra sudah bisa mendapatkan laba.

Adapun, hingga saat ini sudah lebih dari 300 mitra yang bergabung untuk membeli bahan ajar Aqila Course, dan ada sakitar 70 bimbel yang aktif melaporkan perkembangan bisnisnya melalui sistem online.

“Bisnis di bidang pendidikan masih akan tetap cerah selama masih ada sekolah, apalagi banyak orangtua yang ingin supaya anaknya bisa lebih memahami pelajaran yang didapat di sekolah,” katanya.

 

Bimbingan Belajar Solusi

Lembaga bimbingan belajar lain yang menawarkan peluang kerja sama kemitraan dengan konsep waralaba adalah Lembaga Pendidikan Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri.

Bimbel yang berkantor pusat di Jakarta Timur tersebut menawarkan paket waralaba dengan nilai investasi Rp35 juta. Mitra akan mendapatkan lisensi untuk menggunakan brand Bimbel Solusi, modul empat pelajaran utama untuk siswa kelas I—IX, pelatihan selama satu bulan, serta penyediaan software keuangan.

“Dengan nilai investasi tersebut, mitra bisa menggunakan brand Bimbel Solusi atau bisa menggunakan merek sendiri tanpa ada biaya tambahan,” papar Nova Amriani, pengelola Bimbel Solusi.

Selain pendampingan belajar bagi siswa sekolah, Bimbel Solusi juga menyediakan program belajar baca bagi anak umur 3-7 tahun dengan nama Rainbow Kids. Dalam konsep tersebut ditawarkan lima program sekaligus, yaitu bimbingan baca tulis hitung, tes bakat sidik jari, jarimatika, Bahasa Inggris, serta pendidikan dan pembinaan karakter.

“Mitra bisa menyasar pasar yang lebih luas dengan konsep belajar membaca yang termasuk dalam nilai investasi,” paparnya.

Selain menyediakan biaya investasi, calon mitra juga harus menyediakan tempat yang strategis, sumber daya manusia yang sesuai spesifikasi yang telah ditentukan, sarana dan prasarana penunjang pembelajaran dan mengikuti semua prosedur operasional yang telah ditetapkan.

Ada beberapa tahap yang harus dilewati mitra hingga bimbelnya bisa mulai beroperasi. Diawali dengan pemberian dan penjelasan prospektus kepada mitra, pengisian formulis, survei lokasi, penandatanganan kontrak, pembayaran biaya waralaba, pembayaran paket, pengerjaan outlet, dan peluncuran.

Nova menghitung, dari nilai investasi ditambah biaya sewa tempat di kisaran Rp30 juta setahun, mitra bisa balik modal dalam waktu sekitar dua tahun dengan asumsi bisa mendapatkan siswa sebanyak 60 orang setiap tahun. “Jika biaya sewa tempatnya tinggi, titik impasnya bisa lebih lama,” katanya.

Sementara itu, siswa yang bergabung dengan bimbel Solusi akan dikenai biaya tahunan yang bisa dibayar lunas di depan, atau dengan cara cicilan. Biaya tersebutlah yang menjadi pemasukan pengelola bimbel yang kemudian akan digunakan untuk biaya operasional.

“Biaya siswa bisa disesuaikan dengan harga pasaran bimbel di masing-masing daerah,” katanya.

Hingga saat ini, sudah ada 15 mitra yang bergabung untuk membuka kantor cabang Bimbel Solusi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran dan Bekasi. Jumlah tersebut juga diprediksi akan terus bertambah seiring dengan terus meningkatnya permintaan terhadap jasa bimbingan belajar.

Meskipun pengelola bimbel terus menjamur, Bimbel Solusi tetap optimistis tidak akan pernah kehabisan pasar. Apalagi, di tengah semakin meningkatnya kualitas pendidikan di Indonesia, orangtua siswa semakin kewalahan untuk membimbing anaknya sendiri.

“Meskipun dalam satu wilayah ada tiga bimbel yang berbeda, tidak ada bimbel yang kekurangan siswa. Semua bersaingan dengan sehat,” katanya.

Bimbingan Belajar Ranking

Peluang usaha bimbingan belajar lainnya datang dari daerah Bekasi dengan Bimbingan Belajar Ranking. Bimbel tersebut menawarkan tiga program sekaligus dalam satu paket, yakni program bimbingan belajar, program Bahasa Inggris dan program baca, tulis, hitung.

Dengan mengusung konsep bimbingan belajar digabungkan dengan kursus bahasa Inggris, maka pangsa pasar Bimbel Ranking semakin luas. Usaha ini bisa menampung siswa dari Tingkat SD sampai dengan orang dewasa.

Bimbel yang telah berdiri sejak 2006 tersebut menawarkan paket kemitraan dengan investasi senilai Rp20 juta. Setiap mitra yang bergabung akan mendapatkan pelatihan manajerial, akademik, marketing dan keuangan, modul pembelajaran, perlengkapan administrasi serta perlengkapan promosi.

“Kami juga akan memberikan full support dalam hal konsultasi dan pendampingan,” papar Nia, General Manager Bimbel Ranking.

Namun, biaya investasi tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, dekorasi interior dan perlengkapan furnitur yang membutuhkan tambahan dana sekitar Rp10 juta.

Urusan sumber daya manusia, mitra tidak perlu bingung, karena proses rekrutmen dan seleksi calon pengajar akan dibantu oleh manajemen pusat. Sehingga bisa mendapatkan tentor yang berkualiatas sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

“Khusus untuk pemenuhan SDM, kami berikan jaminan bahwa SDM kami sudah terlatih dan berorientasi pada upaya memaksimalkan omzet dan profit bagi mitra,” katanya.

Saat bimbel beroperasi, mitra diharapkan bisa mendapat omzet sekitar Rp6 juta per bulan dengan asumsi jumlah murid yang bergabung mencapai 50 orang. Dari omzet itu, mitra akan mendapat laba bersih 50%, sehingga modal akan kembali kurang dari setahun.

Pada proses belajar mengajar, siswa dalam satu kelas dibatasi maksimal 10 orang dengan lama beajar 120 menit. Hal itu dirancang supaya penyampaian materi lebih fokus. Selain itu, setiap kelas juga haru dilengkapi peralatan multimedia agar pembelajaran lebih menarik.

Nia menambahkan, investasi pada bidang pendidikan termasuk bimbel, merupakan bisnis yang aman dan tahan terhadap krisis karena banyak dibutuhkan masyarakat. Sehingga, bisnis ini diharapkan dapat terus berjalan dalam jangka waktu panjang.

Meskipun persaingan dalam bisnis kemitraan bimbel juga semakin ketat, Bimbel Ranking mengaku tidak dengan mudah bisa menerima calon mitra. Selalu ada seleksi mitra agar bisa menyaring siapa saja yang benar serius dan mencintai dunia pendidikan, tak sekadar ingin berbisnis.

“Saat ini usdah ada tiga gerai Bimbel yang berada di Tambun, Depok dan Cilandak,” paparnya.

 

Bimbingan Belajar Sinau

Bimbingan Belajar Sinau juga membuka tawaran kemitraan bagi siapa saja yang ingin mengembangkan bimbel di daerahnya. Lembaga pendidikan yang dirintis sejak 2005 tersebut telah membuka kesempatan bermitra sejak 2009.

Direkur Operasional Sinau Nurita mengatakan untuk bergabung menjadi pewaralaba Sinau, calon mitra yang berada di Pulau Jawa harus menyiapkan investasi senilai Rp200 juta, sedangkan yang berada di luar Pulau Jawa senilai Rp300 juta.

Biaya tersebut sudah termasuk biaya franchise seumut hidup, dukungan dari pihak pewaralaba, serta beberapa fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Berdasarkan proyeksi, mitra Sinau bisa balik modal dari kurun waktu 4-24 bulan, dengan asumsi pendapatan 50-75 siswa per bulannya.

Program yang dimiliki Bimbel Sinau di antaranya bimbingan pelajaran dari tingkat playgroup hingga SMA, program jaminan masuk perguruan tinggi negeri, bimbingan sertifikasi TOEFL, program kursus Bahasa Inggris, Mandarin, Jerman dan Korea, serta kursus komputer.

Sementara itu,  ada dua paket yang ditawarkan Bimbel Sinau. Yakni, Paket Course Education, yaitu paket bimbinengan belajar semua mata pelajaran, bahasa dan komputer, serta Paket School Education, yaitu Paket Course Education ditambah sekolah TK.

“Dengan Paket School Education mitra bisa mengelola bimbel sekaligus memiliki sekolah,” katanya.

Untuk proses pengajuan kemitraan, calon mitra cukup menghubungi bagian manajemen, kemudian akan diproses untuk penjelasan kerja sama lebih detail. Selanjutnya, jika mitra telah memiliki lokasi, tim manajemen Sinau akan melakukan survei dan menganalisis kelayakan lokasi.

Jika lokasi dianggap baik, calon mitra bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu pembayaran, jika tidak maka pihak Sinau akan mencoba merekomendasikan tempat lain yang dianggap cocok untuk menjalankan bisnis ini. Setelah itu, dalam waktu sekitar satu bulan setelah penandatangan kesepakatan kerja sama, mitra sudah bisa menjalankan bisnis ini.

Dalam kerja sama usaha, mitra hanya menangani laporan keuangan. Sementara operasional seluruhnya dilakukan oleh pusat, dengan pembagian profit sebesar 70% untuk mitra, 30% sisanya untuk pusat.

Kemudahan lainnya yang ditawarkan adalah mitra tidak perlu melakukan perekrutan SDM dan mencari siswa, karena struktural pegawal dan target pemenuhan siswa akan dipenuhi oleh manajemen pusat.

“Mitra bisa menjalankan bisnis ini seperti autopilot karena sistem sudah bisa berjalan dengan sendirinya, dan bisa dikontrol dari mana pun mitra berada,” katanya.

Adapun, waktu terbaik yang direkomendasikan untuk pembukaan cabang adalah pada saat pergantian semester dan tahun ajaran, seperto Juni-Agustus, November-Januari, dan April-Mei setiap tahunnya.

Saat ini, bimbel yang berkantor pusat di Surabaya tersebut telah memiliki lebih dari 23 cabang di seluruh Indonesia, serta telah menyukseskan lebih dari 100.000 pelajar.

Tag : peluang usaha
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top