Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Cara Aman Simpan Koin Emas!

Seseorang yang memutuskan membeli koin dinar sebagai instrumen investasi harus memikirkan cara menyimpan benda berharganya tersebut. Pasti si investor tidak mau koin emas itu hilang begitu saja karena disimpan sembarangan.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 01 Mei 2015  |  04:10 WIB
Emas.  - Bisnis.com
Emas. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Seseorang yang memutuskan membeli koin dinar sebagai instrumen investasi harus memikirkan cara menyimpan benda berharganya tersebut. Pasti si investor tidak mau koin emas itu hilang begitu saja karena disimpan sembarangan.

Ada beberapa cara untuk menyimpan koin dinar. Senior Financial Associate dari Janus Financial Farah Dini Novita mengatakan pemilik koin dinar bisa menyimpannya pada safe deposit box di rumah, di bank ataupun di Pegadaian.

Safe deposit box di rumah pastikan terbuat dari besi atau baja yang tahan karat dan tahan api,” katanya kepada Bisnis.com.

Menurutnya, jika memiliki safe deposit box di rumah sendiri, pemilik koin dinar tidak perlu mengeluarkan biaya sewa atau penitipan. Karena jika menggunakan safe deposit box di bank atau Pegadaian tentu saja harus menyisihkan uang untuk biaya sewa atau penitipan.

Jika bicara keamanan, tingkat keamanan di rumah kurang jika dibandingkan dengan di bank. Bank lebih aman karena lengkap dengan adanya closed circuit television atau CCTV dan petugas keamanan.

Sebenarnya, pemilik koin dinar yang lebih tahu aman atau tidaknya suatu tempat, misalnya bagaimana lingkungan di sekitar rumah, apakah banyak kejadian pencurian dan perampokan atau tidak?

Penulis buku Finchickup: Financial Check Up for Ladies ini menegaskan apabila masih ingin menyimpan koin di rumah sendiri, maka belilah safe deposit box yang ukurannya besar. Setelah itu tanamlah di tanah dengan menggunakan semen sehingga susah di bawa lari oleh orang yang berniat jahat.

Investasi koin dinar cocok untuk berbagai tujuan seperti untuk tabungan dengan tujuan membeli kambing atau sapi di saat Idul Adha, tabungan umroh, haji,  atau tujuan jangka pendek - menengah (1-3 tahun).

Semua tergantung ekspektasi imbal hasil yang diinginkan. Dinar tidak memberikan return setinggi saham, reksadana, properti, dan lainnya tetapi tingkat resiko lebih minim dibandingkan produk-produk investasi tersebut.

Kelebihan lain dari jenis instrumen investasi ini yaitu memiliki nilai dakwah bagi umat Islam, dapat digadaikan di Pegadaian atau bank syariah, serta perbedaan nilai beli dan nilai jual bisa mencapai hingga 4%.

Tidak semua toko emas menjual dinar, jika tertarik membelinya maka sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu di mana bisa membeli dinar yang terpercaya. “Pastikan koin dinar Anda memiliki sertifikat Komite Akreditasi Nasional serta London Bullion Market Association,” tambahnya.

Untuk mendapatkan imbal hasil investasi yang lumayan, koin dinar sebaiknya disimpan lebih dari setahun. Farah mengingatkan agar investor tetap perlu melakukan diversifikasi aset, jadi tidak hanya berinvestasi di koin dinar saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koin emas
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top